Malang Posco Media, Malang – Menikmati secangkir kopi hangat dan menyantap hidangan lezat sembari berbincang santai kini terasa jauh lebih berkelas di My Kopi O! Tenes-Malang. Bistro yang menjadi salah satu jujukan favorit di Kota Malang ini baru saja meresmikan kembali area Gazebo mereka dengan sentuhan yang jauh lebih segar. Memasuki area ini, pengunjung akan langsung disambut oleh keindahan interior bergaya klasik Eropa yang begitu elegan dan estetis. Menariknya, ruang komunal berkapasitas 40 orang ini tidak sekadar menjadi tempat makan biasa, melainkan telah disulap menjadi event space multifungsi yang sangat ideal untuk menggelar momen-momen intim seperti arisan, rapat, hingga pesta ulang tahun.
Momen hangat reopening ini terasa semakin lengkap dan meriah dengan diluncurkannya deretan menu baru bertajuk Asian Cuisine. Untuk merayakannya, My Kopi O! mengajak rekan media beserta para Key Opinion Leader (KOL) Kota Malang untuk berkumpul bersama, menyaksikan demo plating, hingga belajar meracik kopi secara langsung.

Marketing Komunikasi My Kopi O!, Arvin Danu Ega, mengungkapkan transformasi wajah baru Gazebo ini merupakan bentuk dedikasi mereka untuk menghadirkan kenyamanan ekstra bagi pelanggan. “Kami ingin Gazebo My Kopi O! ini menjadi rumah bagi setiap perayaan intim warga Malang, di mana didukung dengan menu baru Asian Cuisine, kami siap menyajikan perpaduan kenyamanan tempat dan kelezatan hidangan yang berkesan,” ujar Arvin Danu Ega saat ditemui di sela-sela acara.
Acara semakin menarik saat Tim Kitchen My Kopi O!, Ilham Firmansyah dan Arifuddin, memulai aksi demo plating. Sembari menata estetika hidangan di atas piring dengan lihai, mereka menjelaskan secara mendetail karakteristik dari tiga menu utama unggulan yang disajikan. Menu pertama adalah Beef Spicy Gyudon, sebuah hidangan comfort food berbahan daging sapi yang dimasak lama hingga teksturnya sangat empuk dengan cita rasa yang pas dan tidak terlalu bold. Selain itu, mereka juga memperkenalkan Thai Chilli Beef yang kaya akan perpaduan rasa segar dan lezat, serta Caramelized Smoke Chicken yang menyajikan keunikan ayam asap dengan sentuhan karamel manis gurih.
Tidak berhenti di situ, petualangan rasa bertema Asia ini makin kaya lewat kehadiran varian istimewa lainnya seperti Japanese Goma Salad yang segar dengan siraman saus wijen gurih creamy, serta camilan menggugah selera Mala Chicken Wings yang memberikan sensasi pedas menggigit. Menariknya, semua pengalaman kuliner premium ini dihadirkan dengan harga yang cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp 50.000 saja. Untuk melengkapi waktu santap siang, bistro ini juga menawarkan paket istimewa Bundling Lunch Menu seharga Rp 150.000, yang terbagi dalam tiga kombinasi paket hemat, mulai dari Paket A yang memadukan Nasi Lemak Ayam Berempah dengan Mala Chicken Wings dan kesegaran Sakura Berry, Paket B berisi Smoked Chicken Spaghetti, hingga Paket C yang menyajikan kelezatan Beef Spicy Gyudon.
Arvin menambahkan bahwa kehadiran menu-menu baru ini sengaja dirancang untuk memperkaya pilihan kuliner yang ramah di lidah masyarakat lokal namun tetap memiliki sentuhan autentik Asia. “Melalui ragam pilihan hidangan utama ini, kami ingin setiap tamu yang datang tidak hanya pulang dengan perut kenyang, tetapi juga membawa pengalaman kuliner yang mendalam dan memuaskan,” tambahnya.
Keseruan acara berlanjut ke bar kopi, di mana barista andalan My Kopi O!, Aisyah, unjuk gigi meracik minuman segar Sakura Berry dan menyajikan hidangan pencuci mulut Dessert Cheese Cake yang lembut. Tidak sekadar menyuguhkan, Aisyah juga menantang para jurnalis dan influencer untuk belajar bersama membuat latte art di atas secangkir Coffee Latte hangat yang menggunakan biji kopi premium Arabica houseblend khas My Kopi O!.
Sembari memegang jug susu dengan terampil, Aisyah membagikan teknik dasar yang menjadi kunci keberhasilan dalam membuat pola di atas kopi. “Pertama kita siapkan espresso-nya terlebih dahulu, kemudian tekstur susu yang halus dipanaskan dengan suhu ideal antara 60-65 derajat celcius, lalu kontrol saat menuang jug harus agak tinggi atau menjauh dari cup agar didapat konsistensi yang pas bagi pemula yang sedang belajar latte art,” pungkasnya mendetail. (nda)
Leave a Reply