Author: adminmpm

  • Minim Satu Poin, Peluang Arema Lolos Semifinal, Menang Lebih Aman

    MALANG POSCO MEDIA – Persaingan Grup A Piala Presiden 2026 masih cukup sengit, meski sudah memastikan Persib Bandung lolos ke semifinal, tiga tim lainnya punya peluang. Persib dengan 6 poin dari dua kali kemenangan, tinggal memastikan status juara grup atau runner up. Semua akan ditentukan pada laga ketiga, Jumat (31/7) besok. Termasuk nasib Arema FC yang minimal butuh satu poin.

    Peluang Singo Edan dengan 3 poin untuk lolos memang cukup besar, dibandingkan Tampines Rovers (1 poin) dan DPMM FC (1 poin). Peluang ke semifinal sekitar 75%, Arema menjadi tim yang bisa menentukan nasibnya sendiri. Laga melawan DPMM FC menjadi bakal menjadi “final kecil” bagi tim asuhan Marcos Santos.

    Arema bisa maksimal raih 6 poin jika mampu mengalahkan DPMM FC dan tak akan terpengaruh dengan hasil Tampines Rovers, meski tim asal Singapura ini menang lawan Persib. Jika Persib menang atau seri lawan Tampines, Arema minimal runner up. Jika Persib kalah maka penentuan juara grup antara Persib dan Arema yang sama-sama 6 poin, akan melihat selisih gol.

    Sementara jika Arema raih satu poin atau bermain imbang lawan DPMM FC, dengan 4 poin masih bisa lolos jika Tampines gagal menang atas Persib. Namun posisi Arema menjadi berbahaya jika  Tampines menang, karena meski dengan poin sama, bisa saja kalah selisih gol.

    Untuk lebih aman, kemenangan adalah harga mati bagi tim Singo Edan, sehingga tak menggantungkan nasib pada hasil tim lain. Sebaliknya Tampines dan DPMM FC, harus menang untuk membuka peluang lolos dan masih melihat hasil tim lain. (bua)

    Prediksi Peluang Lolos:

    Persib  ⭐⭐⭐⭐⭐ 95%

    Arema FC ⭐⭐⭐⭐ 75% 

    Tampines Rovers ⭐⭐ 20%

    DPMM FC ⭐ 10%

  • Tekad Robi Darwis Dapatkan Menit Bermain

    MALANG POSCO MEDIA – Gelandang anyar Arema FC, Robi Darwis, menegaskan siap bersaing untuk mendapatkan tempat di skuad utama Singo Edan pada musim 2026/2027. Pemain yang didatangkan dari Persib Bandung itu mengaku termotivasi untuk meraih menit bermain sebanyak mungkin.

    Robi mengatakan persaingan merupakan hal yang lumrah di setiap klub, termasuk di Arema FC yang dihuni banyak pemain berkualitas di berbagai posisi.

    “Motivasi saya tentu ingin mendapatkan menit bermain. Di setiap tim pasti ada tantangan, termasuk di Arema,” ujar Robi.

    Pemain berusia muda tersebut mengaku tidak memiliki target yang berlebihan setelah memutuskan meninggalkan Persib. Ia hanya ingin terus berkembang dan menunjukkan performa yang lebih baik bersama klub barunya.

    “Saya datang dari Persib ke sini tidak muluk-muluk. Yang saya inginkan hanya menjadi lebih baik. Pastinya harus lebih baik dibandingkan di klub sebelumnya,” katanya.

    Robi menyadari kesempatan bermain harus diperjuangkan melalui kerja keras di setiap sesi latihan. Menurutnya, seluruh pemain memiliki peluang yang sama untuk tampil, baik pemain lokal maupun asing, serta pemain senior maupun junior.

    “Siapa pun bisa bersaing. Baik pemain lokal, asing, senior maupun junior, semua harus berkompetisi. Nanti pelatih yang akan menentukan berdasarkan apa yang kami tunjukkan saat latihan dan siapa yang layak diberikan kepercayaan,” jelasnya. (rex/bua)

  • Resep Bolu Ketan Kukus Simpel, Lembut Dan Cocok Untuk Camilan Di Rumah

    Malang Posco Media – Bolu ketan kukus menjadi salah satu pilihan camilan rumahan yang mudah dibuat dengan bahan sederhana. Teksturnya yang lembut serta cita rasa khas tepung ketan membuat kue ini cocok disajikan untuk keluarga maupun teman minum teh.

    Berbeda dengan bolu berbahan tepung terigu, bolu ketan kukus memiliki karakter rasa yang lebih legit dengan tekstur sedikit kenyal. Proses pembuatannya juga tidak membutuhkan oven karena cukup menggunakan kukusan hingga adonan matang.

    Berikut resep bolu ketan kukus simpel yang bisa dibuat di rumah.

    Bahan-bahan

    250 gram tepung ketan hitam.

    4 butir telur ayam.

    150 gram gula pasir.

    200 ml santan kental.

    100 ml minyak sayur.

    1 sendok teh emulsifier (SP).

    1/2 sendok teh baking powder.

    1/2 sendok teh garam.

    1 sendok teh vanili bubuk.

    Bahan dapat disesuaikan dengan selera, misalnya menambahkan keju parut, cokelat, atau topping lain untuk memperkaya rasa.

    Cara membuat bolu ketan kukus

    Panaskan kukusan terlebih dahulu dengan api sedang. Tutup kukusan dapat dilapisi kain agar uap air tidak menetes ke adonan.

    Kocok telur, gula pasir, dan SP menggunakan mixer hingga adonan mengembang dan berwarna lebih pucat.

    Masukkan tepung ketan hitam, baking powder, garam, dan vanili secara bertahap. Aduk perlahan hingga tercampur rata.

    Tambahkan santan dan minyak sayur, lalu aduk balik hingga seluruh bahan menyatu dan tidak ada minyak yang mengendap.

    Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah diolesi minyak atau dilapisi kertas roti.

    Kukus adonan selama sekitar 35 hingga 45 menit hingga matang. Lakukan tes tusuk untuk memastikan bagian dalam bolu sudah matang sempurna.

    Setelah matang, angkat bolu dan biarkan sedikit dingin sebelum dipotong agar teksturnya tetap rapi.

    Tips agar bolu ketan kukus lembut

    Agar hasil bolu lebih lembut dan tidak bantat, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti memastikan kukusan sudah benar-benar panas sebelum adonan dimasukkan, tidak terlalu lama mengaduk adonan setelah tepung masuk, serta menggunakan api sedang agar kue matang merata.

    Selain itu, penggunaan bahan dengan takaran yang tepat juga berpengaruh terhadap tekstur akhir bolu. Adonan yang terlalu banyak cairan atau kurang proses pengocokan dapat membuat bolu sulit mengembang.

    Bolu ketan kukus dapat menjadi pilihan camilan keluarga, sajian tamu, hingga hidangan sederhana saat berkumpul. Dengan bahan yang mudah didapat dan cara pembuatan yang praktis, kue ini menjadi salah satu resep rumahan yang banyak diminati. (ntr/aim)

  • Resep Pepes Tahu Gurih Dan Lembut, Menu Rumahan Sederhana Yang Bikin Nagih

    Malang Posco Media – Pepes tahu menjadi salah satu hidangan rumahan khas Indonesia yang banyak digemari karena memiliki cita rasa gurih, aroma rempah yang kuat, serta tekstur lembut. Olahan berbahan dasar tahu ini juga mudah dibuat dengan bahan sederhana melalui proses kukus menggunakan daun pisang.

    Tahu merupakan bahan makanan berbahan dasar kedelai yang dikenal sebagai sumber protein nabati dan dapat diolah menjadi berbagai menu, termasuk pepes. Perpaduan tahu yang lembut dengan bumbu rempah, telur, dan daun kemangi membuat hidangan ini cocok disantap sebagai lauk sehari-hari.

    Selain rasanya yang lezat, proses memasak pepes tahu dengan cara dikukus membuat makanan ini menjadi pilihan menu rumahan yang praktis. Berikut resep pepes tahu gurih dan lembut yang bisa dibuat di rumah.

    Bahan-bahan

    300 gram tahu putih.

    1 butir telur ayam.

    1 buah tomat merah, potong kecil.

    2 batang daun bawang, iris halus.

    Daun kemangi secukupnya.

    Daun pisang untuk membungkus.

    Lidi atau tusuk gigi untuk penyemat.

    Bumbu halus:

    5 siung bawang merah.

    3 siung bawang putih.

    2 buah cabai merah keriting.

    3 buah cabai rawit (sesuai selera).

    1/2 sendok teh merica.

    Garam secukupnya.

    Gula secukupnya.

    Cara membuat pepes tahu

    Tiriskan tahu hingga kadar airnya berkurang, kemudian haluskan menggunakan garpu atau alat penghancur makanan.

    Campurkan tahu yang sudah dihaluskan dengan telur, daun bawang, tomat, daun kemangi, serta bumbu halus.

    Aduk seluruh bahan hingga tercampur rata dan bumbu meresap ke dalam adonan tahu.

    Siapkan daun pisang, kemudian letakkan beberapa sendok adonan tahu di atasnya.

    Bungkus adonan seperti membuat pepes, lalu semat kedua ujung daun pisang menggunakan lidi atau tusuk gigi.

    Kukus pepes tahu selama sekitar 30 menit hingga matang dan teksturnya menjadi lembut.

    Setelah matang, pepes tahu dapat langsung disajikan. Jika ingin aroma lebih kuat, pepes dapat dipanggang sebentar sebelum disantap.

    Tips membuat pepes tahu agar lembut dan gurih

    Agar mendapatkan tekstur pepes tahu yang lembut, gunakan tahu putih berkualitas baik dan pastikan air dalam tahu sudah ditiriskan sebelum dicampur dengan bahan lain. Tahu yang terlalu banyak mengandung air dapat membuat adonan pepes menjadi kurang padat.

    Selain itu, penggunaan daun pisang sebagai pembungkus dapat memberikan aroma khas yang membuat cita rasa pepes semakin nikmat. Tambahan daun kemangi juga dapat memperkuat aroma serta memberikan rasa segar pada hidangan.

    Cocok untuk menu keluarga

    Pepes tahu dapat menjadi pilihan lauk sederhana untuk makan siang maupun makan malam. Dengan bahan yang mudah ditemukan dan proses pembuatan yang tidak rumit, menu ini cocok dibuat oleh siapa saja, termasuk bagi pemula yang ingin mencoba masakan tradisional Indonesia. (ntr/aim)

  • Ketua RW Jadi Kunci Sukses Program RT Berkelas

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan peran ketua Rukun Warga (RW) menjadi faktor penting dalam menyukseskan pelaksanaan Program RT Berkelas. Selain mendampingi pelaksanaan program di lingkungan masing-masing, para ketua RW juga diminta memastikan usulan kegiatan dari setiap RT tidak saling tumpang tindih.

    Menurut Wahyu, pendampingan oleh RW diperlukan karena Program RT Berkelas tidak memberikan anggaran secara langsung kepada pengurus RT. Seluruh kegiatan dilaksanakan melalui mekanisme pemerintah dengan pendampingan dan pengawasan agar sesuai ketentuan administrasi. “Pak RW saya minta membantu bersama kelurahan untuk mendampingi. Supaya sejalan dengan keinginan masyarakat dan tidak terjadi tumpang tindih antar-RT,” ujar Wahyu kepada Malang Posco Media, Selasa (28/7).

    Ia menjelaskan, pemerintah sengaja tidak menyalurkan bantuan dalam bentuk uang kepada pengurus RT agar tidak membebani mereka dengan persoalan administrasi maupun pertanggungjawaban keuangan. Sebagai gantinya, Pemkot Malang menyiapkan sistem pendampingan mulai dari tingkat kelurahan hingga RW.

    Program RT Berkelas yang mulai dijalankan pada 2026 tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memberikan ruang lebih besar kepada masyarakat untuk menentukan prioritas pembangunan di lingkungannya. Setiap RT memperoleh alokasi senilai Rp 50 juta yang diwujudkan dalam bentuk program sesuai hasil musyawarah warga.

    Wahyu menilai pelaksanaan program itu mulai menumbuhkan kembali budaya musyawarah di tingkat lingkungan. Banyak RT kini rutin menggelar rembuk warga untuk menentukan kegiatan yang paling dibutuhkan. “Sekarang mereka mulai berdiskusi, RT-nya mau dibuat seperti apa. Ada yang fokus pada keamanan, kebersihan, lingkungan, tetapi juga ada kegiatan nonfisik seperti pelatihan tata rias pengantin, keterampilan pertanian, dan pemberdayaan masyarakat lainnya,” katanya.

    Selain pembangunan fisik, berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat mulai bermunculan sebagai hasil usulan warga. Hal itu dinilai menunjukkan bahwa masyarakat semakin aktif menentukan arah pembangunan sesuai kebutuhan di lingkungan masing-masing.

    Wahyu mengaku telah beberapa kali meninjau langsung pelaksanaan RT Berkelas di sejumlah wilayah. Dari hasil pemantauan tersebut, ia melihat respons masyarakat cukup positif karena program dinilai mampu mengakomodasi kebutuhan yang selama ini belum terwujud melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD.

    Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan tahun pertama. Karena itu, berbagai masukan dari masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi untuk penyempurnaan program pada 2027.

    “Walaupun di tahun 2026 ini masih banyak keterbatasan, tapi semua ini akan menjadi bahan evaluasi saya di tahun 2027. Harapannya, program ini benar-benar sesuai dengan aspirasi dan keinginan masyarakat,” tegasnya. (ian/aim)

  • Jalan Raya Ampeldento Kerap Dijadikan Balap Liar

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG   – Anggota Satlantas Polsek Pakis akhirnya memasang banner larangan balap liar di Jalan Raya Ampeldento, Desa Asrikaton Kecamatan Pakis. Pemasangan banner dilaksanakan sejak awal pekan lalu.

    Kanitlantas Polsek Pakis Ipda Ratno mengatakan pemasangan banner di jalan tersebut, lantaran kerap kali dijadikan balap liar oleh masyarakat.

    “Sejatinya kami juga tidak diam. Laporan atau  aduan dari masyarakat langsung kami tindak lanjuti dengan melakukan pembubaran,’’ ungkapnya.

    Balap liar dikatakan Ratno merupakan aktifitas yang merugikan. Tidak hanya dapat mencelakai diri sendiri, tapi juga orang lain. Terlebih di jalan tersebut juga rawan terjadi kecelakaan.

    “Di jalan ini ada dua banner yang kami pasang. Satu tepat di depan exit tom Pakis dan satu lagi ini,’’ ungkapnya.

    Dia berharap dengan rambu-rambu tersebut,  masyarakat semakin paham dan sadar pentingnya berkendara.(ira/jon)

  • Kemendukbangga Salurkan Bantuan di Asrikaton

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG  – Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur Shodiqin mengunjungi rumah Siti Badriyah di Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Rabu (29/7) pagi. Kedatangannya untuk menyalurkan bantuan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan  bantuan pembangunan jamban sehat bagi keluarga penerima manfaat.

    Selain itu  Shodiqin juga menyerahkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada cucu Siti Badriyah yang berusia 3 tahun.

    “Kami juga menyerahkan sembako bantuan dari Baznas dan Bulog,” kata Shodiqin.

    Diwawancara usai menyerahkan bantuan, Shodiqin mengatakan kehadirannya ini merupakan rangkaian peringatan   Puncak Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Agung.

    “Peringatan   Puncak Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026, mengusung  tema Ayah Wajib Hadir, Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Maju. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mempercepat penanganan stunting melalui kolaborasi lintas sektor,” katanya.

    Shodiqin juga menegaskan bahwa peringatan Harganas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

    “Harganas menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa. Tema Ayah Wajib Hadir mengingatkan bahwa kehadiran ayah dalam pengasuhan memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Upaya percepatan penurunan stunting juga tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, hingga para dermawan,” tambahnya.

    Sebelum menyalurkan  bantuan, Shodiqin juga mengunjungi  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Raya Asrikaton, Kecamatan Pakis. Peninjauan ini untuk melihat kesiapan pelayanan MBG.

    “Yang menyasar kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD yang menjadi prioritas dalam program percepatan penurunan stunting,” tambahnya.

    Program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang mendorong kolaborasi pemerintah, BUMN, BUMD, dunia usaha, lembaga filantropi, serta masyarakat untuk bersama-sama membantu keluarga yang berisiko mengalami stunting.

    Selain memenuhi kebutuhan gizi anak, program GENTING juga berfokus pada peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal melalui penyediaan rumah layak huni dan sanitasi sehat. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

    Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur juga meninjau kesiapan operasional SPPG yang menjadi bagian dari program pemenuhan gizi nasional. SPPG ditargetkan mampu melayani sedikitnya 300 sasaran kelompok 3B sesuai standar operasional Badan Gizi Nasional.

    Sementata itu  Siti Badriyah, mengaku sangat senang dengan bantuan yang diterima. Dia mengatakan sangat membutuhkan bantuan tersebut.

    “Saya janda, memiliki empat anak dan dua cucu. Dulu pernah dapat bantuan, tapi sejak tiga tahun lalu dihentikan. Tidak tahu alasannya. Dan baru hari ini dapat bantuan lagi. Saya berterimakasih,” katanya. (ira/jon)

  • DPRD Kota Malang Dorong Dialog Terbuka Jalan Tembus Griyashanta

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, menegaskan perlunya duduk bersama yang melibatkan seluruh pihak berkepentingan terkait polemik jalan tembus di Griyashanta. Ia menekankan agar penyelesaian masalah ini tidak dilakukan secara sepotong-sepotong atau sepihak, melainkan secara menyeluruh.

    Pertemuan tersebut setidaknya harus melibatkan jajaran Pemkot Malang, DPRD, pihak kecamatan dan kelurahan, pengurus RW serta RT terkait, warga pendukung, hingga entitas-entitas bisnis di kawasan tersebut. Dito menyebut, hal itu tercetus usai pihaknya belum lama ini sempat berkomunikasi dengan salah satu warga yang berharap agar persoalan itu dikomunikasikan secara komprehensif.

    “Tanggal 17 Juli lalu sebetulnya dari RW, juga warga, tokoh masyarakat sana, ‘conference call’ dengan saya, komunikasi lah intinya dengan saya terkait masalah jalan tembus. Saya bilang, ya segera saja berkirim surat ke DPRD, segera kami atensi untuk langsung diagendakan,” terang Dito, Rabu (29/7).

    Langkah ini dinilai penting untuk menyerap berbagai perspektif, meredam asumsi yang kurang tepat, serta memprioritaskan kepentingan bersama. Ia khawatir, selama ini mungkin bisa saja ada suatu hal yang terlewat atau ‘miss-komunikasi’ sehingga polemik ini masih terus berlanjut.

    “Termasuk mengklarifikasi berbagai narasi-narasi termasuk asumsi-asumsi yang mungkin selama ini bagi yang menolak itu cukup banyak yang mungkin kurang pas, kurang tepat. Sehingga ketika duduk bersama, saya kira bisa jauh lebih klir di situ,” tambahnya.

    Sementara menurut keyakinannya dan didukung data yang ada, ia menilai bahwa putusan pengadilan hingga Ombudsman, sebenarnya memang sudah cukup menguatkan pihak pemerintah. Sehingga apabila dilihat dari legal standing atau dasar hukumnya, penolakan yang ada ini dinilai telah terjawab dengan ditolaknya gugatan tersebut.

    “Artinya sudah dengan ditolak itu kan sebetulnya memang legal standing-nya ada di Pemerintah Kota Malang untuk melakukan pembangunan jalan tembus, dan itu sudah masuk RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah), kemudian juga ada SK jalannya,” tegasnya.

    Namun, Dito berharap tahapan selanjutnya dapat difokuskan pada komunikasi intensif dan pertemuan lintas sektor yang merangkul seluruh kepentingan secara persuasif. Sehingga langkah yang diambil ke depan tidak justru kontraproduktif bagi kepentingan umum. “Ketika duduk bersama, saya rasa akan selesai disitu. Termasuk wali kota, itu kan bagian dari Pemkot Malang, maka setidaknya ya supaya hadir juga,” tandasnya. (ian/aim)

  • Bea Cukai Jatim II Sita 71,1 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp 59,9 Miliar

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Peredaran rokok ilegal di Jawa Timur masih menjadi ancaman serius. Sepanjang semester pertama 2026, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur II berhasil menyita 71,1 juta batang rokok ilegal dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp 59,9 Miliar.

    Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur II Muhamad Lukman menyampaikan, penindakan yang dilakukan selama periode 1 Januari hingga tersebut, nilai barang yang diamankan diperkirakan mencapai Rp 106,9 Miliar.

    “Seluruh penindakan itu berhasil mengamankan potensi kerugian negara sebesar Rp 59,9 Miliar dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp 106,9 Miliar,” terang Lukman saat Media Briefing di Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur II, Rabu (29/7).

    Menurut Lukman, Jawa Timur menjadi salah satu penyumbang penerimaan negara terbesar dari sektor cukai. Karena itu, pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai ilegal, terutama rokok ilegal, akan terus diperkuat. Untuk mendukung langkah tersebut, pihaknya telah membentuk Satuan Tugas Optimalisasi Penerimaan dan Pengawasan Barang Kena Cukai Ilegal. Satgas ini difokuskan untuk menekan peredaran rokok ilegal maupun barang kena cukai ilegal lainnya agar penerimaan negara dari sektor cukai dapat lebih optimal.

    “(Hasil penindakan) Ini meningkatnya cukup signifikan, itu menunjukkan bahwa kinerja pengawasan kami terus meningkat. Kami konfirm juga ke perusahaan (legal) bahwa penindakan ini membuat mereka produksinya meningkat dan pemasaran cukup naik,” tambahnya.

    Selain menjalankan fungsi pengawasan, DJBC Jawa Timur II juga mencatat realisasi penerimaan negara yang positif. Hingga 30 Juni 2026, penerimaan yang berhasil dihimpun mencapai Rp 27,61 Triliun atau 43,7 persen dari target tahun ini sebesar Rp 63,14 Triliun.

    Lukman optimistis capaian tersebut akan terus meningkat hingga akhir tahun seiring penguatan pengawasan dan optimalisasi penerimaan.

    “Upayanya kami tentu saja akan melakukan banyak intimasi ya dengan perusahaan. Kami diskusi, kami jemput bola ke perusahaan, kira-kira apa kendala untuk meningkatkan produksinya. Kemudian mencari informasi bagaimana pemasaran mereka di wilayah mana, kemudian juga berkomunikasi apakah kalau ditargetkan sekian itu mereka siap, dan rata-rata menyatakan mereka siap dengan target itu. Sehingga kami optimis capaiannya akan terlampaui,” tegasnya.

    Di sisi lain, Bea Cukai juga menjalankan fungsi sebagai fasilitator perdagangan dan pendukung industri. Selama semester pertama 2026, DJBC Jawa Timur II menerbitkan izin fasilitas kepabeanan bagi tujuh perusahaan kawasan berikat di Ngawi, Madiun, dan Probolinggo.

    Total investasi dari fasilitas tersebut mencapai Rp 343,39 Miliar dengan potensi penyerapan 2.651 tenaga kerja. Selain itu, Bea Cukai juga memberikan asistensi kepada calon penerima fasilitas serta menggelar sosialisasi kemudahan ekspor bagi pelaku UMKM di wilayah Malang Raya.

    Lukman menegaskan, keberhasilan pengawasan tidak lepas dari sinergi dengan aparat penegak hukum dan partisipasi masyarakat. “Maka kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memerangi peredaran barang kena cukai ilegal agar tidak merugikan negara maupun industri hasil tembakau yang taat aturan,” tandasnya. (ian/aim)

  • Tongkat Komando Polres Malang Diemban AKBP Rulian Syauri

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Tongkat komando Polres Malang resmi berganti dari AKBP Muhammad Taat Resdi kepada AKBP Rulian Syauri. Kegiatan rangkaian serahterima jabatan (sertijab) dilaksanakan di Mapolres Malang, Rabu (29/7).

    AKBP Taat kurang lebih bertugas selama enam bulan di Bumi Kanjuruhan akhirnya kini pindah dinas di Sekpri Kapolri Spripim Polri.

    Taat mengungkapkan bahwa dirinya telah melewati berbagai hal dalam mengamankan wilayah Kabupaten Malang mulai dari pengamanan kegiatan besar keagamaan Idul Fitri 2026, sepak bola, pengesahan warga baru pencak silat, hingga pengamanan kunjungan Presiden Prabowo Subianto.

    “Yang paling berkesan pengamanan kunjungan Pak Presiden tiga kali. Kemudian pengamanan pertandingan Arema di Stadion Kanjuruhan. Saya terlibat tujuh atau delapan kali pertandingan, itu sangat berkesan dan menjadi kebanggaan bagi saya,” urai Taat.

    Dari sisi pengungkapan kasus, pada masa kepimpinan Taat, Polres Malang mengungkap kasus mulai dari pencurian kendaraan bermotor (curanmor) hingga pembunuhan di Jabung yang pelakunya berhasil diungkap dalam tenggat waktu singkat.

    “Kalau ada hal-hal yang belum sempurna, saya meminta permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Malang,” imbuhnya.

    Sementara itu Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri, akan menjajaki pendekatan terlebih dahulu dengan Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan termasuk insan pers.

    “Sehingga nanti apabila kita sudah kuat dan kompak, maka untuk menjaga kondusifitas Kamtibmas itu akan terasa lebih mudah,” ujar AKBP Rulian, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2008 ini.

    Selanjutnya, Rulian akan memetakan wilayah – wilayah Kabupaten Malang untuk mengetahui bagian-bagian yang masih membutuhkan pembenahan sekaligus memetakan berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu situasi Kamtibmas.

    Sebelum menjabat sebagai Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri bertugas sebagai Kasubbagbungkol Spripim Polri.

    Perwira kelahiran Palembang tersebut memiliki pengalaman panjang di bidang reserse. Setelah lulus dari Akpol 2008, Rulian mengawali pengabdiannya di wilayah hukum Polda Jawa Timur dengan penempatan pertama di Polres Bangkalan.

    Kariernya kemudian berkembang dengan sejumlah penugasan di bidang reserse, mulai dari Polres Bangkalan, Polrestabes Surabaya, hingga Polda Jawa Timur. Ia juga pernah bertugas di wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk di Polres Metro Jakarta Barat dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

    Dalam perjalanan kariernya, Rulian dipercaya menangani berbagai perkara kriminal yang menjadi perhatian publik. Pengalamannya mencakup penanganan kejahatan jalanan, premanisme, hingga kejahatan siber. (den/jon)