Komwasjak Serap Aspirasi dan Perkuat Literasi Perpajakan di Malang, Kawal Reformasi demi Kesejahteraan Rakyat

Bersinergi :  Komite Pengawas Perpajakan (Komwasjak) berfoto bersama seluruh peserta setelah acara Komwasjak Mendengar di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang Rabu, (22/10)  kemarin.

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Langkah Komite Pengawas Perpajakan (Komwasjak) dalam memperkuat peran pengawasan dan reformasi sistem perpajakan nasional mendapat respon positif bagi wajib pajak  di Malang Raya.

Hal ini dibuktikan saat Komwasjak menggelar  forum dialog dua arah bertajuk “Komwasjak Mendengar”  untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait pajak, kepabeanan, dan cukai di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang Rabu, (22/10)  kemarin.

Kepala Komwasjak, Amien Sunaryadi, Ak., M.P.A menyampaikan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Komwasjak menghadirkan sistem perpajakan yang inklusif dan berkeadilan. Menurutnya, forum ini menjadi ruang terbuka untuk menyampaikan pandangan, kritik, dan saran terkait kualitas layanan serta kebijakan perpajakan.

“Tahun ini kami laksanakan di Malang. Sebelumnya kami sudah  ke beberapa daerah seperti Boyolali, Solo, Riau dan beberapa kota lainnya,” ujarnya.

Amien juga menjelaskan, selama menggelar forum Komwasjak beberapa keluhan dan kesulitan wajib pajak  terhadap  akses di CoreTax dan Ciesa. Tentu keluhan tersebut nantinya akan disampaikan ke pihak terkait untuk segera  ditindaklanjuti.

“Kami menegaskan, seluruh masukan dari peserta akan dikompilasi dan dianalisis untuk menjadi bahan rekomendasi kebijakan strategis bagi Kementerian Keuangan,” imbuhnya.

Salah satu topik utama dalam forum tersebut adalah  sosialisasi Piagam Wajib Pajak (Taxpayers’ Charter) yang berisi delapan hak dasar dan delapan kewajiban dasar wajib pajak.

Piagam tersebut diharapkan menjadi katalisator menuju reformasi perpajakan yang transparan, seimbang, dan akuntabel.

“Kami berharap,  hasil dari kegiatan ini bisa memperkuat sinergi antara otoritas pajak dan masyarakat dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih baik dan berbasis data,” jelas Amien.

Pada Kami, (23/10) Komwasjak melanjutkan agenda dengan kunjungan ke pabrik rokok Ganesha Putera Perkasa. Dalam dialog bersama pelaku industri hasil tembakau, Komwasjak menyoroti isu rokok ilegal, struktur tarif cukai, dan dampaknya terhadap tenaga kerja.

Komwasjak menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepastian berusaha dengan pengendalian konsumsi.

Melalui kegiatan ini, Komwasjak menegaskan komitmennya untuk hadir, mendengar, dan mengawal perbaikan berkelanjutan di sektor perpajakan.

“Temuan dan rekomendasi dari rangkaian kegiatan di Malang akan kami sampaikan kepada Menteri Keuangan sebagai bahan penguatan kebijakan dan reformasi pelayanan publik. Kami juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung reformasi perpajakan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan bangsa,” tutup Amien. (hud/nug).