Category: Pendidikan

  • Belajar Langsung ke Ekosistem Startup Malang, SMK Telkom Purwokerto Gandeng Indiekraf Bekali 330 Siswa Jadi Technopreneur

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG –  330 siswa kelas XII SMK Telkom Purwokerto mengikuti program pembelajaran berbasis industri bertajuk STEMATEL INSIGHT (Industry Study for Inspiring Generation and Career Path) di Malang Creative Center (MCC), Rabu (29/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi konsep School of Global Technopreneur yang kini diusung sekolah tersebut untuk membekali siswa dengan pengalaman nyata di dunia industri kreatif berbasis teknologi.

    Kepala SMK Telkom Purwokerto Aris Puji Santoso mengatakan, kunjungan tersebut merupakan implementasi dari pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), yang menjadi salah satu pilar kurikulum baru sekolah.

    “Kami mengimplementasikan pengalaman industri sebagai bagian dari pembelajaran. Salah satu materi dalam School of Global Technopreneur adalah project-based learning yang mengenalkan siswa kepada industri, khususnya industri technopreneur. Karena itu kami membawa mereka ke Malang Creative Center (MCC) agar bisa bertemu langsung dengan para pelaku startup,” ujar Aris.

    Ia menjelaskan, MCC dipilih karena menjadi pusat berkumpulnya startup dan pelaku ekonomi kreatif berbasis teknologi di Kota Malang. Melalui kunjungan tersebut, para siswa diharapkan memahami budaya kerja, manajemen, hingga proses pengembangan sebuah startup secara langsung.

    “Kalau hanya menghadirkan guru tamu, siswa hanya mendengar cerita. Tetapi ketika datang langsung ke sini mereka bisa melihat aktivitasnya, mendapatkan coaching, melihat lingkungan kerja startup, hingga memahami bagaimana sebuah proyek dikerjakan. Goal-nya mereka membawa pulang blueprint bagaimana startup itu dibangun,” jelasnya.

    Aris menambahkan, setelah kegiatan berakhir seluruh siswa diwajibkan menyusun resume materi, membuat video dokumentasi aktivitas, kemudian mempresentasikan hasil pembelajaran tersebut di kelas masing-masing sebagai bentuk evaluasi.

    “Kegiatan ini merupakan bagian dari capstone project siswa kelas XII. Mereka nanti membuat resume, video recap, kemudian dipresentasikan di depan kelas agar pengalaman yang diperoleh benar-benar dipahami,” katanya.

    Sementara itu, Direktur Indiekraf Indonesia M. Ziaelfikar Albaba mengatakan, pihaknya dipercaya menjadi mitra industri dalam kegiatan tersebut dengan menghadirkan pengalaman belajar berbasis kasus nyata (real case) yang dihadapi perusahaan rintisan.

    “Kami membawa siswa ke MCC karena tempat ini merupakan hub bagi startup dan pelaku ekonomi kreatif di Malang. Di sini mereka bisa melihat langsung bagaimana industri berjalan, bukan sekadar mempelajari teori,” ujarnya.

    Dalam kegiatan tersebut, Indiekraf yang merupakan komunitas kreatif dan berbasis di Malang ini, menghadirkan lima mentor dari berbagai perusahaan mitra industri. Mereka diberikan ruang untuk mendampingi para siswa melalui sesi berbagi pengalaman (sharing session) dan workshop praktik.

    Sebanyak 330 peserta dibagi ke dalam empat jalur pembelajaran sesuai minat masing-masing, yakni Artificial Intelligence (AI), Digital Marketing, Game Developer, dan Startup Business.

    “Pada kelas AI siswa belajar memanfaatkan kecerdasan buatan untuk content creation dan meningkatkan produktivitas. Ada juga kelas digital marketing, game developer, hingga startup bagi siswa yang tertarik membangun bisnis berbasis teknologi,” jelas Ziaelfikar.

    Ia menambahkan, kolaborasi antara Indiekraf Indonesia dan SMK Telkom Purwokerto tidak berhenti pada kegiatan sehari tersebut. Kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan berbagai program berkelanjutan.

    Ke depan, kerja sama akan diwujudkan melalui kelas industri, program magang, guru tamu, hingga berbagai kegiatan kolaboratif lainnya yang bertujuan memperkuat kompetensi siswa sebelum terjun ke dunia kerja.

    “Kami berharap ekosistem kreatif yang berkembang di Malang dapat menginspirasi Purwokerto. Harapannya nanti muncul ekosistem serupa, bahkan mungkin suatu saat berdiri Purwokerto Creative Center sebagai wadah berkembangnya startup dan ekonomi kreatif di daerah tersebut,” pungkasnya. (rex/aim)

  • Kuasai AI dan Classroom English, Hadirkan Pembelajaran Lebih Inovatif

    Guru SD Muhammadiyah 4 Batu

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – SD Muhammadiyah 4 Kota Batu terus meningkatkan kualitas tenaga pendidiknya. Sebanyak 40 guru mengikuti pelatihan pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan Classroom English yang digelar bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB), Rabu (23/7).

    Pelatihan bertajuk Mengajar untuk Masa Depan: Penguatan Kompetensi Guru SD dalam Pembelajaran Inovatif melalui Teknologi Edukasi dan Classroom English itu menjadi bekal bagi para guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.

    Kepala SD Muhammadiyah 4 Kota Batu Nur Ita Rahmawati, S.H., M.Pd., mengatakan peningkatan kompetensi guru menjadi kebutuhan penting di tengah pesatnya transformasi pendidikan. Karena itu, pihaknya menyambut baik kolaborasi dengan Universitas Brawijaya.

    “Pelatihan ini menjadi bekal bagi guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di dunia pendidikan,” ujarnya.

    Ia berharap, SD Muhammadiyah 4 Kota Batu semakin siap melahirkan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman. “Kami berharap, sinergi sekolah dengan perguruan tinggi terus berlanjut untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar di Kota Batu,” imbuhnya.

    Pelatihan dipandu dosen Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) UB Putri Gayatri, S.Pd., M.Pd., Ph.D., bersama dua mahasiswa, Maretha Filza Driandana dan Ahmad Maulana Simatupang. Materi yang diberikan meliputi pemanfaatan AI dalam proses belajar mengajar, penggunaan berbagai platform teknologi edukasi, hingga penerapan Classroom English agar interaksi di kelas semakin aktif.

    Tidak hanya menerima teori, para peserta juga mengikuti praktik membuat media pembelajaran digital dan simulasi penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan belajar mengajar. “Guru memegang peran penting dalam transformasi pendidikan. Kemampuan memanfaatkan teknologi secara tepat akan membuat proses belajar lebih menarik sekaligus meningkatkan pengalaman belajar siswa,” ujaranya. Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, UB turut menyerahkan bantuan berupa akses Wordwall Pro selama satu tahun, satu unit proyektor portabel, serta Modul Digital Classroom English Level 1 hingga 4 yang dapat dimanfaatkan seluruh guru.(hud/lim)

  • Pelajari Pembelajaran Vokasi di Polinema

    Mahasiswa Politeknik Negeri Cilacap

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Sebanyak 66 mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Mekatronika Politeknik Negeri Cilacap mendapat kesempatan belajar langsung sistem pendidikan vokasi di Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang (Polinema), Rabu, (29/7).

    Kunjungan studi ekskursi tersebut menjadi ajang mengenal lebih dekat pembelajaran berbasis praktik, fasilitas laboratorium, hingga inovasi teknologi yang dikembangkan Polinema. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium I Gedung AH Jurusan Teknik Elektro itu disambut Ketua Jurusan Teknik Elektro Polinema Prof. Ir. Mohammad Noor Hidayat, ST, M.Sc., Ph.D., didampingi Sekretaris Jurusan M. Nanak Zakaria, ST, MT, serta jajaran ketua program studi di lingkungan Jurusan Teknik Elektro.

    Dalam sambutannya, Prof. Noor Hidayat menyampaikan bahwa kunjungan akademik seperti ini menjadi sarana saling berbagi praktik baik dalam pengelolaan pendidikan vokasi. Selain itu, kegiatan tersebut juga membuka peluang kolaborasi untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

    “Melalui interaksi seperti ini, kita bisa saling berbagi pengalaman dalam tata kelola laboratorium maupun kurikulum sehingga kompetensi lulusan semakin sesuai dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

    Selama kunjungan, peserta memperoleh pemaparan mengenai profil Jurusan Teknik Elektro Polinema, sistem pembelajaran berbasis praktik, kurikulum yang dirancang sesuai kebutuhan industri, hingga demonstrasi berbagai inovasi riset terapan karya dosen dan mahasiswa. Rombongan juga diajak berkeliling laboratorium untuk melihat fasilitas yang digunakan dalam proses pembelajaran.

    Perwakilan Mahasiswa Politeknik Negeri Cilacap, Dwi Anggi mengaku kunjungan tersebut memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa. Mereka dapat melihat langsung penerapan teknologi di lingkungan kampus vokasi sekaligus memperoleh motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi. “Senang rasanya dapat ilmu baru. Banyak wawasan dalam dunia kerja. Banyak peluang juga bagi kami untuk kolaborasi ini,” ujarnya. Suasana diskusi berlangsung interaktif. Mahasiswa memanfaatkan sesi tanya jawab untuk menggali informasi mengenai pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), peluang riset bersama, hingga strategi membangun kemitraan dengan dunia industri.(hud/lim)

  • Sabet Juara Umum Olimpiade Pateron 2026

    MTsN 2 Kota Malang Borong 26 Medali

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – MTsN 2 Kota Malang berhasil menyabet predikat Juara Umum pada Olimpiade Pateron Indonesia 2026 Rayon Batu setelah memborong 26 medali dari empat bidang lomba yang dipertandingkan. Kompetisi diawali dengan babak penyisihan secara daring pada 19 Juli 2026, kemudian berlanjut ke babak final yang digelar di Gedung Serbaguna Sawahan, Junrejo, Kota Batu, Sabtu (25/7) lalu.

    Empat bidang yang dilombakan meliputi Matematika, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Kepala MTsN 2 Kota Malang Anita Yusianti, M.Pd., mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras siswa, guru pembimbing, serta dukungan penuh dari orang tua.

    “Prestasi ini bukan hanya tentang banyaknya medali, tetapi juga hasil dari proses belajar yang dijalani dengan disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah. Semoga menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi,” ujarnya, Rabu (29/7).

    Dalam laga tersebut, kontingen MTsN 2 Kota Malang tampil dominan. Mereka mengoleksi sembilan medali emas, delapan medali perak, dan sembilan medali perunggu. Rinciannya, Matematika meraih satu emas dan satu perak. Bahasa Inggris menyumbang satu emas, dua perak, dan empat perunggu. Bidang IPA menjadi penyumbang terbanyak dengan empat emas, empat perak, dan empat perunggu. Sementara IPS menghasilkan tiga emas, satu perak, dan satu perunggu.

    Prestasi tersebut semakin lengkap setelah Atmim Farhana Naila Hasan, siswi kelas VIII-H sekaligus santri Ma’had Nawaina MTsN 2 Kota Malang, dinobatkan sebagai Juara Umum. Atmim sukses membawa pulang tiga medali emas pada bidang Bahasa Inggris, IPA, dan IPS.

    Anita juga mengapresiasi prestasi santri Ma’had Nawaina yang mampu menunjukkan kemampuan akademik sekaligus karakter Islami. Menurutnya, sinergi antara pembelajaran di madrasah dan pembinaan karakter di ma’had menjadi modal penting dalam mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing. “Kami ucapkan terima kasih banyak bagi semua pihak. Keberhasilan ini merupakan komitmen kami dalam membangun budaya akademik yang kuat serta mendorong siswanya berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.(hud/lim)

  • Universitas Brawijaya dan Disdagrin Manggarai Barat Inisiasi Kolaborasi Penguatan IKM Berbasis Riset dan Inovasi Berkelanjutan

    MALANG POSCO MEDIA – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Manggarai Barat menerima kunjungan tim Center of Excellence Community-Based Sustainable Agroindustry (CoE CBSA), Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya, dalam rangka menginisiasi kerja sama strategis untuk memperkuat pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis potensi lokal, teknologi tepat guna, dan prinsip keberlanjutan.

    Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing IKM melalui pemanfaatan hasil riset, inovasi teknologi, serta pendampingan yang berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat hilirisasi produk unggulan daerah, menciptakan nilai tambah komoditas lokal, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat.

    Presentasi Tim CoE CBSA FTAB UB untuk menginisiasi kerja sama strategis dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Manggarai Barat.

    CoE CBSA merupakan pusat unggulan di bawah Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya yang berfokus pada pengembangan agroindustri berkelanjutan berbasis masyarakat. Bidang pengembangannya meliputi pengelolaan limbah organik, bioproses, bioenergi, biorefinery, ekonomi sirkular, teknologi sumber daya hayati, teknologi tepat guna, hingga pemberdayaan masyarakat. Sebagai center of excellence, CoE CBSA berperan sebagai penghubung antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam mengimplementasikan hasil-hasil riset agar memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.

    Melalui inisiasi kerja sama ini, keunggulan akademik, kapasitas laboratorium, pengalaman penelitian, serta rekam jejak pendampingan Universitas Brawijaya diharapkan dapat dipadukan dengan kebutuhan pengembangan IKM di Kabupaten Manggarai Barat sehingga menghasilkan program-program yang aplikatif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

    Ketua CoE CBSA FTAB UB Dr. Dodyk Pranowo, S.TP., M.Si. (tengah), menegaskan CoE CBSA dibangun untuk memastikan hasil riset dan inovasi perguruan tinggi menjadi solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

    Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat menyampaikan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam mempercepat transformasi sektor industri daerah.

    Menurutnya, pengembangan IKM tidak cukup hanya melalui bantuan peralatan maupun pelatihan yang bersifat jangka pendek. Pelaku usaha membutuhkan pendampingan yang berkesinambungan, penguatan manajemen usaha, inovasi proses produksi, standardisasi mutu, pengembangan desain dan kemasan, akses pasar, serta penerapan teknologi yang sesuai dengan karakteristik usaha masing-masing.

    “Kolaborasi dengan Universitas Brawijaya diharapkan menghasilkan program yang berbasis data, riset, inovasi, dan kebutuhan nyata masyarakat. Kerja sama ini harus memberikan manfaat langsung bagi pelaku IKM, meningkatkan nilai tambah produk lokal, membuka peluang usaha, serta memperkuat perekonomian masyarakat Manggarai Barat,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Center of Excellence Community-Based Sustainable Agroindustry (CoE CBSA), Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya, Dr. Dodyk Pranowo, S.TP., M.Si., menegaskan bahwa CoE CBSA dibangun untuk memastikan hasil riset dan inovasi perguruan tinggi tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu diterjemahkan menjadi solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

    “Kami meyakini bahwa inovasi akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar ketika mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Karena itu, CoE CBSA berkomitmen menjembatani hasil riset, teknologi, dan keahlian akademik dengan kebutuhan pemerintah daerah, pelaku IKM, serta masyarakat. Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya berupa transfer teknologi, tetapi juga pendampingan yang berkelanjutan agar inovasi benar-benar dapat diadopsi dan berkembang secara mandiri,” jelas Dr. Dodyk.

    Ia menambahkan bahwa Kabupaten Manggarai Barat memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, baik dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, pangan olahan, maupun sektor pariwisata yang membutuhkan dukungan industri lokal yang kuat.

    “Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem inovasi daerah. Harapan kami, kerja sama antara Universitas Brawijaya dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dapat melahirkan model pengembangan IKM yang berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, memperkuat daya saing produk, serta menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

    Mendorong Hilirisasi Riset dan Komersialisasi Inovasi
    Dalam kesempatan tersebut, tim CoE CBSA memaparkan peta jalan pengembangan pusat unggulan periode 2026–2030 yang mencakup tahapan pembuktian konsep (proof of concept), penelitian dan pengembangan, pembuatan purwarupa, peningkatan skala produksi, hingga komersialisasi hasil inovasi.

    Ruang lingkup pengembangannya meliputi pengolahan pangan bernilai tambah, diversifikasi produk UMKM, keamanan pangan dan sertifikasi, teknologi tepat guna, kemasan berkelanjutan, pemanfaatan produk samping, pengolahan limbah agroindustri, keterlacakan digital, analisis keberlanjutan, standardisasi produk, inkubasi bisnis, penguatan merek, hingga perluasan akses pasar.

    Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan Kabupaten Manggarai Barat untuk mengembangkan produk-produk lokal agar tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah tinggi, kualitas yang konsisten, legalitas yang memadai, identitas merek yang kuat, serta mampu bersaing di pasar pariwisata maupun pasar nasional.

    Kerja sama ini juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Program SINERGI (Skema Hilirisasi Riset Berbasis Transfer Teknologi Terintegrasi) yang mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam mengembangkan inovasi yang siap diimplementasikan.

    Melalui skema tersebut, hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai luaran akademik, tetapi berkembang menjadi teknologi, model bisnis, rekomendasi kebijakan, standar operasional, hingga inovasi sosial yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

    Ruang Lingkup Kolaborasi
    Beberapa ruang lingkup kerja sama yang mulai dibahas meliputi pemetaan potensi dan kebutuhan IKM, identifikasi permasalahan produksi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan produk unggulan daerah, revitalisasi teknologi tepat guna, serta perbaikan proses produksi.

    Kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan desain dan kemasan produk, fasilitasi legalitas dan sertifikasi, penerapan sistem keamanan pangan, penguatan kelembagaan usaha, digitalisasi pemasaran, inkubasi bisnis, pembangunan merek, pengembangan akses pasar, hingga penyusunan peta jalan agroindustri Kabupaten Manggarai Barat.

    Selain itu, penerapan konsep ekonomi sirkular menjadi salah satu fokus penting dalam kerja sama ini. Limbah maupun produk samping dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, pasar tradisional, hotel, restoran, dan industri pengolahan diharapkan dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku baru yang memiliki nilai ekonomi, sehingga mampu mengurangi limbah sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.

    Dalam mendukung penyusunan program bersama, Disdagrin Kabupaten Manggarai Barat akan mengidentifikasi isu prioritas daerah, menyediakan data awal IKM dan UMKM, memetakan komoditas unggulan beserta rantai pasoknya, membantu penentuan lokasi dan kelompok sasaran, serta memfasilitasi pelaksanaan pendampingan, sosialisasi, hingga uji implementasi program di lapangan.

    Dua Kandidat Program Prioritas
    Sebagai tindak lanjut awal, kedua belah pihak membahas dua kandidat program prioritas yang akan dikembangkan melalui skema inovasi sosial.

    Program pertama adalah “Mama Tangguh Bajo”, sebuah model inovasi sosial berbasis biokonversi maggot dengan pendekatan pemberdayaan perempuan untuk mendukung ekonomi sirkular IKM di Labuan Bajo. Program ini bertujuan mengelola limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga.

    Program kedua adalah “Bajo Teknoaktif”, yaitu program revitalisasi teknologi tepat guna untuk mendukung hilirisasi potensi lokal dan memperkuat daya saing IKM. Program ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi yang telah tersedia agar mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas produk pelaku usaha.

    Kedua program tersebut masih akan diperdalam melalui identifikasi kebutuhan, pemetaan calon penerima manfaat, pengumpulan data lapangan, penyusunan model intervensi, serta pengembangan proposal kolaboratif.

    Membangun Kemitraan Jangka Panjang
    Melalui inisiasi kerja sama ini, Universitas Brawijaya dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berkomitmen membangun kemitraan jangka panjang yang berorientasi pada penguatan ekosistem agroindustri daerah.

    Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, pelaku IKM, komunitas, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi yang berkelanjutan, mempercepat hilirisasi komoditas lokal, memperluas kesempatan usaha dan lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, mengurangi limbah melalui penerapan ekonomi sirkular, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Kolaborasi ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi berbasis riset untuk menjawab tantangan pembangunan sekaligus memperkuat daya saing daerah menuju agroindustri yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. (*/bua)

  • Dosen TEP FTAB UB Laksanakan DOKAR di Jawa Barat; Membangun Kerja Sama Riset dan Publikasi

    MALANG POSCO MEDIA – Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) mengirimkan delapan dosen Departemen Teknik Biosistem (TEP) untuk melaksanakan program Dosen Berkarya (DOKAR) di Jawa Barat pada 22-24 Juli 2026. Program ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama riset dan publikasi antara dosen dengan lembaga riset, industri, dan pemerintah.

    “Kami berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dan meningkatkan kualitas riset dan publikasi kami,” ujar Angky Wahyu Putranto, STP., MP., Ph.D., salah satu dosen TEP yang terlibat dalam program DOKAR.

    Program Dosen Berkarya saat berkunjung di BRIN Serpong untuk meningkatkan keahlian dan kompetensi dosen FTAB UB

    Selama program DOKAR, kedelapan dosen tersebut mengunjungi beberapa lembaga, termasuk PT Paragon, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Serpong, BRIN Cibinong, dan PT Algatek. Kunjungan ini diharapkan dapat membangun dan memperkuat kerja sama antara dosen dengan lembaga riset, industri, dan pemerintah, serta meningkatkan jumlah dan kualitas publikasi ilmiah dosen.

    “Program DOKAR ini sangat penting bagi kami karena dapat meningkatkan keahlian dan kompetensi kami dalam bidang riset dan pengembangan,” tambah Angky.

    Program Dosen Berkarya saat berkunjung di BRIN) Cibinong untuk meningkatkan keahlian dan kompetensi dosen FTAB UB

    Dosen TEP yang terlibat dalam program DOKAR:

    1. Inggit Kresna Maharsih, ST. MSc
    2. Dr.Eng. Elya Mufidah, SPi., MP.
    3. Wahyunanto Agung Nugroho, STP., M.Eng., Ph.D.
    4. Prof. Dr. Yusuf Wibisono, STP., MSc.
    5. Dr. Mochamad Bagus Hermanto, STP., MSc.
    6. (tautan tidak tersedia) Dimas Firmanda Al Riza, ST., MSc.
    7. Angky Wahyu Putranto, STP., MP., Ph.D.
    8. Ni`matul Izza, STP., MT., Ph.D.

    Lembaga yang dikunjungi:

    1. PT Paragon
    2. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Serpong
    3. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Cibinong
    4. PT Algatek
    Program Dosen Berkarya saat berkunjung di PT Algatek untuk memperkuat kerja sama riset dan publikasi antara dosen dengan industri

    Dengan demikian, program DOKAR ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas riset dan publikasi di FTAB UB, serta memperkuat kerja sama antara dosen dengan lembaga riset, industri, dan pemerintah. (*/bua)

  • Perluas Peluang Kerja Lulusan Teknik Elektro

    ITN Malang Gandeng Industri

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang perkuat sinergi dengan dunia industri untuk meningkatkan daya saing lulusan. Terbaru, ITN Malang menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Gratama Consultant di Ruang Rapat Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) Kampus 1 ITN Malang.

    Penandatanganan MoU dilakukan Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D bersama Direktur PT Gratama Consultant Harto Cahyono. Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran Program Studi Teknik Elektro ITN Malang, Ikatan Alumni Teknik Elektro, serta perwakilan PT Chint Indonesia.

    Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto menyampaikan kerja sama tersebut merupakan penguatan hubungan yang selama ini telah terjalin. Sebab banyak alumni Teknik Elektro ITN Malang yang telah berkarir di PT Gratama Consultant.

    “Kerja sama ini menjadi komitmen bersama untuk memperluas penyerapan lulusan Teknik Elektro, khususnya di bidang konsultasi engineering ketenagalistrikan. Selama ini kolaborasi sudah berjalan secara alami melalui para alumni,” ujarnya, Selasa, (28/7).

    Selain dengan PT Gratama Consultant, ITN Malang juga membuka peluang kolaborasi bersama PT Chint Indonesia. Kampus yang menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK) ketenagalistrikan tersebut menawarkan kerja sama pengembangan laboratorium, penyediaan teknologi terbaru, hingga peningkatan kompetensi mahasiswa melalui program magang.

    Menurut Awan, kolaborasi tersebut juga berpotensi mendukung berbagai proyek energi bersih di Indonesia Timur, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). “Kami berharap dapat menjadi mitra dalam pengembangan fasilitas laboratorium, sistem pengujian, hingga inovasi stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU),” imbuhnya.

    Sementara itu, Direktur PT Gratama Consultant Harto Cahyono, yang juga alumnus Teknik Elektro ITN Malang angkatan 1987, menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi langkah nyata mewujudkan link and match. “Kami berharap kolaborasi ini memberi manfaat bagi kedua belah pihak, baik dalam penyediaan sumber daya manusia maupun dukungan akademik untuk berbagai proyek engineering,” pungkasnya.(hud/lim)

  • Delapan Alumni Lolos Al-Azhar Mesir

    MA Daruttauhid Malang Perkuat Peran Orang Tua

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Keberhasilan delapan alumni MA Daruttauhid Malang diterima di Universitas Al-Azhar Mesir menjadi motivasi bagi madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan siswa. Salah satu langkah yang ditempuh ialah memperkuat sinergi dengan orang tua melalui kegiatan Parenting Kelas XII di Masjid Pondok Pesantren Daruttauhid belum lama ini.

    Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa kelas XII bersama wali santri. Dalam forum itu, madrasah memaparkan berbagai program pendampingan yang akan dijalani siswa selama tahun ajaran 2026/2027 untuk menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

    Kepala MA Daruttauhid Malang Arif Sholehudin, S.Pd., Gr., menyampaikan pendampingan tidak hanya difokuskan pada kesiapan akademik, tetapi juga membangun dukungan keluarga agar siswa lebih siap menentukan masa depan. “Tidak cukup hanya sekolah yang mendampingi. Orang tua memiliki peran besar dalam menjaga semangat belajar dan mengawal proses persiapan anak hingga berhasil masuk perguruan tinggi yang diimpikan,” ujarnya, Selasa, (28/7).

    Ia menjelaskan, program pendampingan mencakup persiapan menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), hingga pembinaan khusus bagi siswa yang akan mengikuti seleksi masuk Universitas Al-Azhar Mesir dan sejumlah perguruan tinggi luar negeri lainnya.

    “Keberhasilan delapan alumni menembus Al-Azhar Mesir tahun ini membuktikan bahwa pendampingan yang terstruktur mampu menghasilkan lulusan berdaya saing. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi sekaligus penyemangat bagi siswa kelas XII yang kini tengah mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan,” imbuhnya.

    Arif juga menjelaskan, lewat kegiatan parenting, madrasah mengajak wali santri membangun komitmen bersama dalam mendampingi putra-putrinya selama proses belajar. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan peserta didik ia meyakini menjadi kunci keberhasilan meraih perguruan tinggi sesuai minat dan potensi masing-masing. “Dengan pola pendampingan yang berkesinambungan, kami optimistis tradisi melahirkan lulusan berprestasi, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri. Semoga ini bisa terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang,” pungkas Arif. (hud/lim)

  • Perkuat Reputasi Kampus Berdampak

    UM Masuk 11 Besar Webometrics Nasional

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Berdasarkan pemeringkatan Webometrics edisi Juli 2026, UM berhasil menembus peringkat 11 perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan berada di posisi 739 dunia.

    Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi UM dalam meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi, penguatan riset, serta keterbukaan akses akademik. Hasil itu diperoleh dari penilaian tiga indikator utama Webometrics, yakni visibility (visibilitas digital), transparency (keterbukaan akademik), dan excellence (keunggulan riset).

    Di tingkat global, UM mencatat peringkat 631 dunia pada indikator excellence, peringkat 936 untuk visibility, serta posisi 2.571 pada indikator transparency. Hasil tersebut menunjukkan pengakuan internasional terhadap kualitas publikasi ilmiah dan pengembangan ekosistem akademik di kampus tersebut.

    Wakil Rektor IV UM Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., mengatakan, raihan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan dampak dari upaya perbaikan tata kelola yang dilakukan secara berkelanjutan. “Pemeringkatan bukan tujuan utama, tetapi konsekuensi dari transformasi kelembagaan yang terus kami lakukan,” ujarnya, Selasa (28/7).

    Menurutnya, prestasi tersebut sejalan dengan visi UM sebagai “Kampus Berdampak.” Karena setiap hasil riset dan inovasi dosen maupun mahasiswa terus diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri.

    “Kami berkomitmen memperkuat hilirisasi riset sehingga berbagai inovasi tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu menjadi solusi bagi persoalan di masyarakat. Termasuk mendukung pengembangan UMKM dan transformasi pendidikan melalui inovasi pembelajaran,” imbuhnya.

    Sementara itu, Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat UM menilai capaian indikator keunggulan riset menjadi modal penting untuk memperluas kerjasama strategis dengan berbagai mitra industri. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan hasil riset sekaligus memperkuat daya saing lulusan.

    “Dengan masuk jajaran 20 besar perguruan tinggi terbaik Indonesia versi Webometrics, UM menjadi kampus yang tidak hanya unggul dalam publikasi ilmiah, tetapi juga berorientasi pada kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.(hud/lim).

  • Cegah Pencemaran Lingkungan, Mahasiswa FTAB UB Bersama PKK Purwodadi Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin 

    MALANG POSCO MEDIA – Tak banyak yang menyadari bahwa minyak jelantah yang sering dianggap sebagai limbah masih memiliki nilai guna apabila diolah dengan tepat. Berangkat dari gagasan tersebut, mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya, Muhammad Lutfi, melaksanakan pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin sederhana melalui program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) di Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (27/06/2026)

    Program ini hadir sebagai solusi atas permasalahan pengelolaan minyak jelantah di lingkungan rumah tangga. Hingga saat ini, minyak jelantah masih sering dibuang langsung ke saluran air atau tanah, padahal kebiasaan tersebut dapat mencemari lingkungan, menyumbat saluran air, dan menurunkan kualitas tanah. Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan pada salah satu alternatif pengelolaan minyak jelantah, yaitu mengolahnya menjadi lilin sederhana yang mudah dibuat di rumah dan ramah lingkungan.

    Ibu-ibu anggota PKK Kelurahan Purwodadi praktik membuat lilil hasil denan memanfaatan minyak jelantah.

    Pelatihan ini diikuti oleh 12 anggota PKK Kelurahan Purwodadi. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai dampak minyak jelantah terhadap lingkungan dan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab sehingga peserta dapat mengaitkannya dengan kondisi yang mereka temui sehari-hari.

    Setelah sesi edukasi, peserta mengikuti praktik pembuatan lilin berbahan dasar minyak jelantah. Dengan pendampingan pelaksana kegiatan, peserta mempelajari setiap tahapan, mulai dari penyaringan minyak, pencampuran bahan, hingga pencetakan lilin. Peserta terlihat antusias, aktif mencoba tiap tahapan, dan berdiskusi mengenai pemanfaatan minyak jelantah yang sebelumnya dianggap sebagai limbah semata.

    Ibu-ibu anggota PKK Kelurahan Purwodadi praktik membuat lilil hasil denan memanfaatan minyak jelantah.

    Sebagai media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan setelah pelatihan, setiap peserta memperoleh leaflet berisi informasi mengenai dampak minyak jelantah serta langkah-langkah pembuatan lilin sederhana. Peserta juga mengisi pretest dan posttest untuk mengetahui perubahan pemahaman setelah mengikuti pelatihan.

    Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan. Skor rata-rata peserta naik dari 2,18 saat pretest menjadi 3,65 pada posttest, dari skala maksimum 4. Peningkatan paling menonjol terjadi pada pemahaman cara membuat lilin dari minyak jelantah, yang melonjak dari rata-rata 1,08 menjadi 3,58. Sebelum pelatihan, 11 dari 12 peserta belum memahami cara pembuatannya, setelah kegiatan, seluruh peserta berada pada kategori paham hingga sangat paham. Setiap peserta merasakan manfaat pelatihan dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkreasi.

    Muhammad Lutfi, mahasiswa FTAB UB memberikan pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin sederhana melalui program 3M.

    Bagi Muhammad Lutfi, kegiatan ini merupakan bentuk penerapan ilmu Teknik Lingkungan secara langsung di tengah masyarakat sekaligus bagian dari program kerja individu dalam 3M. Melalui pendekatan yang sederhana dan aplikatif, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa minyak jelantah dapat dikelola menjadi produk yang lebih bermanfaat, sehingga mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah.

    “Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui upaya mengurangi pencemaran air, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dengan mendorong pengelolaan limbah berbasis masyarakat, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan kembali minyak jelantah menjadi produk bernilai guna. Semoga melalui langkah sederhana ini, akan semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk mengelola minyak jelantah secara lebih bertanggung jawab demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” terang Rizki L. R. Silalahi, Ph.D., dosen pembimbing lapang.

    Sementara itu, Rahayu Ningtyas, salah satu warga Kelurahan Purwodadi sebagai peserta pelatihan, menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan mahasiswa FTAB UB.

    ”Terima kasih untuk adik adik mahasiswa yang sudah melatih dan mengajari kami. Ternyata seru juga belajar membuat lilin berbahan minyak jelantah. Padahal biasanya minyak minyak ini kami buang begitu saja. Ternyata bisa jadi sesuatu yang bermanfaat. Terimakasih,” pungkasnya. (*/bua)