Category: Jawa Timur

  • Kejati Jatim Tetapkan Ertika Dinawati Tersangka Baru Pungli di Dinas ESDM Jatim

    Punia: Miliki Peran Aktif Dalam Praktik Pungli ke Pemohon Perijinan

    Malang Posco Media, SURABAYA – Ertika Dinawati, Kabid Geologi dan Air Tanah Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim, akhirnya ditetap sebagai tersangka baru oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, semalam.

    Dina, begitu biasa dipanggil di kantor ESDM Jatim diduga melakukan tindak pidana korupsi berupa penyalahgunaan wewenang dan pungutan liar (pungli) dalam proses pengajuan penerbitan perizinan di Dinas ESDM Jatim.

    KOMPAK: Tersangka mantan Kepala ESDM Jatim Aris Mukiyono dan tersangka baru Ertika Dinawati (kanan) ditetapkan sebagai tersangka baru. (MPM-DOK-ESDM JATIM)

    “Penyidik kembali menetapkan satu orang tersangka baru dalam perkara tindak pidana korupsi di Dinas ESDM Jatim,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jatim I Gede Punia Atmaja di Kejati Jatim, Selasa, 28 Juli 2026.

    Dikatakan Punia, sebelum menetapkan Dina penyidik telah lebih dahulu menetapkan tiga tersangka, yakni Aris Mukiyono selaku Kepala Dinas ESDM Jatim, Ony Setiawan Kabid Pertambangan Dinas ESDM Jatim dan Hermawan selaku Ketua Tim Kerja Pengusahaan Air Tanah.

    “Sebelumnya Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah menetapkan tiga orang tersangka, yaitu AM, OS, dan H,” ujarnya.

    Berdasarkan hasil pengembangan penyidikan, Dina diduga memiliki peran aktif dalam praktik pungli terhadap pemohon izin pemanfaatan air tanah.

    Menurut penyidik, Dina atas perintah dan/atau sepengetahuan AM memerintahkan H untuk meminta sejumlah uang di luar ketentuan kepada para pemohon izin.

    “Atas perintah dan atau pengetahuan saudara AM selaku Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, tersangka Dina memerintahkan tersangka H meminta sejumlah uang yang tidak sesuai dengan ketentuan atau pungutan liar pada 217 pemohon izin dengan total sebesar Rp 1.336.683.000,” ujar Punia.

    Selain itu, penyidik juga menemukan adanya pungutan yang dilakukan langsung oleh Dina kepada sejumlah pemohon izin tanpa diketahui Kepala Dinas ESDM saat itu.

    “Dari total uang tersebut terdapat uang pungli sebesar Rp 145 juta yang dilakukan sendiri atau dipungut sendiri oleh tersangka kepada empat pemohon izin tanpa sepengetahuan saudara AM,” katanya.

    Menurut penyidik, Dina juga diduga menikmati hasil pungli dengan nilai yang signifikan.

    “Tersangka selaku Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM juga menikmati hasil uang pungli tersebut yang jumlahnya signifikan,” kata Punia.

    Atas perbuatannya, Dina disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Selain itu, penyidik juga menerapkan Pasal 606 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto ketentuan penyesuaian pidana.

    “Terhadap tersangka Dina dilakukan penahanan rutan selama 20 hari ke depan, terhitung sejak 28 Juli sampai 16 Agustus 2026 di Rutan Kejati Jatim,” pungkas Punia. (has)

  • Empat Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Pasuruan

    Malang Posco Media – Kepolisian Resor (Polres) Pasuruan menyatakan empat orang meninggal dunia dan enam lainnya terluka dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk bermuatan gulungan kertas di Jalan Raya Malang-Surabaya di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin.

    Kepala Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Pasuruan Ajun Komisari Polisi (AKP) Jauhar Rizqullah Sumirat menyatakan kecelakaan terjadi pada 05.45 WIB setelah truk yang melaju dari arah Malang menuju Surabaya dan diduga kehilangan kendali yang kemudian menabrak sejumlah kendaraan melintas dari arah berlawanan.

    “Sopir diduga tidak bisa mengontrol laju (kendaraan) sehingga terjadi kecelakaan,” kata Jauhar di Pasuruan, Senin.

    Jauhar menjelaskan, kecelakaan tersebut bermula saat truk yang mengangkut gulungan kertas itu menabrak kendaraan yang ada di depannya. Kemudian, truk tersebut melewati median jalan serta berpindah jalur ke arah berlawanan dan menghantam mobil tangki air serta dua sepeda motor hingga mengakibatkan tiga korban meninggal dunia.

    Usai menabrak mobil tangki dan dua sepeda motor tersebut, lanjutnya, truk masih terus melaju dan kembali melintasi median jalan hingga menabrak sejumlah rumah warga dan sebuah sepeda motor.

    “Data yang kami kumpulkan hingga saat ini terdapat tiga orang meninggal dunia di titik kecelakaan pertama,” kata Jauhar.

    Dirinya menyebut akibat peristiwa tersebut, sopir truk sempat terjepit selama berjam-jam akhirnya meninggal dunia usai dievakuasi menuju RS Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo.

    “Dan informasi terakhir sopir truk meninggal dunia,” katanya.

    Kepolisian menyatakan penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan, sementara fokus utama petugas saat ini adalah mengevakuasi kendaraan, mengamankan lokasi, serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti.

    Proses penanganan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk mengamankan tiang listrik serta aset lain di sekitar lokasi, sementara arus lalu lintas dari arah Malang menuju Surabaya sementara dialihkan melalui jalan tol.

    “Kami mengedepankan proses evakuasi, kemudian mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi, selanjutnya pemeriksaan akan dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation setelah seluruh lokasi dinyatakan kondusif,” ujar Jauhar.

    Dari pantauan ANTARA, proses evakuasi truk terkait telah dilaksanakan sementara gulungan kertas yang terguling dan terlepas dari badan truk masih berada di lokasi kejadian, sementara arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian berangsur normal usai kemacetan parah akibat penutupan satu jalur untuk evakuasi. (ntr/nug)

  • Ali Sekwan: Kolaborasi DPRD dan Pemprov Jatim Tunjukkan Kinerja Positif

    120 Anggota DPRD Jatim Masuk Masa Reses Sasar 720 Titik

    Malang Posco Media, SURABAYA – Kolaborasi antara DPRD Jatim dan Pemprov Jatim terus menunjukkan kinerja positif. Buktinya, perekonomian Jatim tahun 2025 sesuai Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami pertumbuhan 5,33 persen.

    Hal di atas diungkapkan M Ali Kuncoro, Sekretaris DPRD Jatim kepada Malang Posco Media di kantornya, Senin siang.

    ‘’Sejauh ini, kinerja kolaborasi antara DPRD Jatim dan Pemprov Jatim yang memiliki penduduk lebih dari 41 juta jiwa, terus menunjukkan kinerja pembangunan yang positif,’’ tandas Ali, yang juga mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim ini.

    Digambarkan Ali, data BPS menyebutkan perekonomian Jatim tahun 2025 tumbuh 5,33 persen, dengan nilai PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 3.403,17 triliun.

    Kondisi ini, lanjut dia, cukup menopang progam pengentasan kemiskinan yang digiatkan Pemprov Jatim. Sebagai penguat, persentase penduduk miskin per September 2025 berhasil turun menjadi 9,30 persen atau sekitar 3,8 juta jiwa.

    ‘’Artinya apa? Ini bukti harmonisasi dua lembaga ini sudah berjalan dengan bagus. Eksekutif dan Legislatif menata agenda kemasyarakatan dengan baik, tentu salah satunya dengan menjadikan hasil reses sebagai bagian menata program kerakyatan di Jatim,’’ papar Ali dengan menebar senyum khasnya.

    Di sisi lain, Ali menyebutkan, jika tantangan pembangunan Jatim secara komprehensif ke depan tetap mendapat perhatian khusus. Misalnya, soal pemerataan pembangunan antarwilayah, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia.

    ‘’Tidak kalah pentingnya progam penguatan UMKM dan sektor pertanian. Kemudian pembangunan infrastruktur yang inklusif, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Ini tantangan yang harus dicari solusinya,’’ rinci mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim ini.

    Agar tepat sasaran dan bisa dirasakan seluruh masyarakat Jatim, lanjut Ali, mulai 25 Juli hingga 1 Agustus 2026 DPRD Jatim akan turun ke Daerah Pemilihan (Dapil)-nya masing-masing. Progam yang umum disebut masa reses DPRD Jatim ini diharapkan bisa menghimpun aspirasi masyarakat di Jatim.

    ‘’Reses memiliki peran strategis sebagai media komunikasi dua arah antara masyarakat dan wakil rakyat. Anggota DPRD memperoleh informasi mengenai kebutuhan, permasalahan, serta harapan masyarakat di bidang pembangunan, ekonomi, sosial, dan kesejahteraan,” kata pejabat eselon II kelahiran asli Kota Mojokerto ini.

    Ditambahkan Ali, aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan fungsi DPRD di bidang legislasi, penganggaran, dan pengawasan, sehingga kebijakan yang dihasilkan diharapkan lebih responsif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kondisi riil masyarakat.

    ‘’Aspirasi lalu diproses secara administratif dan diteruskan kepada Bappeda serta perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti. Kemudian dituangkan ke dalam Pokok-Pokok Pikiran DPRD sebagai salah satu bahan penyusunan program pembangunan daerah dan kebijakan publik yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,’’ pungkasnya.

    Kegiatan reses akan diikuti 120 anggota DPRD Jatim dari 14 Dapil di Jatim yang akan menyasar 720 titik pertemuan. Para wakil rakyat ini akan bertemu dengan masyarakat dalam mendengar dan tentu mendalami berbagai aspirasi yang harus dibantu dan nantinya diperjuangkan dalam APBD tahun depan. (has)

  • Tutup BRI Jazz Gunung Bromo 2026, Indra Lesmana Titip Pesan untuk Regenerasi Ekosistem Musik Jazz di Tanah Air

    Malang Posco Media, Bromo – Perhelatan BRI Jazz Gunung Bromo 2026 resmi ditutup dengan penampilan super atraktif dari Indra Lesmana LLW yang berkolaborasi dengan Eva Celia dan Teza Sumendra. Sebagai pamungkas festival di panggung Amphiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, panggung kolaborasi lintas generasi ini berhasil menghipnotis seluruh penonton yang hadir di tengah dinginnya udara pegunungan.

    ​Sajian musik berkelas dibawakan secara apik melalui deretan setlist hits mereka. Penampilan dibuka dengan lagu “Reborn” dan “Stretch n Pause” bersama Kevin Yosua, sebelum kehadiran Eva Celia yang membawakan “Dirimu Kasih” dan “Electric”. Suasana semakin hangat saat Teza Sumendra naik ke atas panggung menyanyikan “Daytime Alibi” dan “Nostalgia”.

    MPM-RAIHAN

    ​Kolaborasi semakin solid ketika Eva Celia dan Teza Sumendra berduet dalam lagu “Love Life Wisdom”. Tak hanya itu, Indra Lesmana juga memanjakan penonton lewat vokal solonya di lagu “Aku Ingin”, disusul nomor energi bertajuk “Freedom Jazz Dance”. Kemeriahan penutupan BRI Jazz Gunung Bromo 2026 mencapai puncaknya saat lagu “Sedalam Cintamu” serta tembang legendaris “Ekspresi” dibawakan secara eksplosif oleh seluruh kolaborator.

    ​Di balik kemeriahan penutupan tersebut, musisi senior Indra Lesmana menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya keberlanjutan dan regenerasi dalam ekosistem musik jazz secara menyeluruh. Menurutnya, keberlanjutan musik tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memegang instrumen di atas panggung.

    MPM-RAIHAN

    ​”Satu ekosistem musik itu terdapat beberapa elemen yang saling mendukung. Regenerasi musik jazz tidak hanya berlaku pada pemainnya saja, tetapi juga penonton yang menikmati hingga tim produksi yang bertugas di backstage,” tegas Indra Lesmana.

    ​Indra memberikan apresiasi tinggi kepada para penonton yang datang memboyong keluarga dan anak-anak mereka ke perhelatan ini. Menurutnya, mengenalkan musik jazz kepada generasi muda sejak dini merupakan langkah penting agar penikmat musik jazz tidak pernah putus atau punah di masa depan.

    ​Guna memperluas jangkauan edukasi musik jazz tersebut, Indra mengaku aktif adaptif memanfaatkan platform digital. Untuk mengenalkan musik jazz khususnya pada generasi muda, ia memilih memanfaatkan media sosial seperti TikTok yang dinilainya jauh lebih cepat dan efektif dalam menyebarkan karya serta memperkenalkan lagu-lagu jazz ke pendengar baru.

    ​Di sisi lain, Indra menyoroti tantangan regenerasi pada tim produksi backstage. Ia mengakui bahwa saat ini industri pertunjukan cukup kesulitan mencari tenaga tim produksi profesional akibat maraknya berbagai festival musik yang digelar, sementara sumber daya manusia yang siap bertugas masih sangat terbatas.

    ​Di usianya yang terus berkarya, musisi gaek ini juga mengungkapkan salah satu pencapaian besar dalam perjalanan musiknya yang hingga kini masih terus ia kejar dan impikan, yakni mewujudkan sebuah karya komposisi simfoni.

    ​Melalui pesan regenerasi ekosistem yang kuat, pendekatan modern lewat media sosial, serta deretan penampilan yang memukau, penutupan BRI Jazz Gunung Bromo 2026 berhasil memberikan kesan mendalam sekaligus pengalaman musik yang tak terlupakan bagi para pengunjung. (nda)

  • Gelar RedTalks di Malang, PDI-P Jatim Ajak Diskusi Anak Muda Bahas Beragam Isu Krusial

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar diskusi publik bertajuk RedTalks di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7). Acara yang menghadirkan narasumber dari beragam latar belakang, seperti akademisi, seniman, hingga politisi ini berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari kalangan anak muda dan aktivis di Malang Raya.

    Sejumlah narasumber diantaranya seperti pengamat politik Rocky Gerung, budayawan Dwi Cahyono, akademisi Universitas Airlangga Suko Widodo, komika Dewangga, hingga komedian Abdel Achrian. Kehadiran para tokoh lintas latar belakang ini, khususnya ulasan dari Rocky Gerung dengan gaya khasnya, menjadi magnet utama yang memadati ruang acara hingga meluber keluar ruangan.

    Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono mengaku terkesan atas membludaknya peserta yang hadir di luar dugaan tersebut. Menurutnya, tingginya partisipasi generasi muda menunjukkan bahwa isu-isu kebangsaan dan ideologi sebenarnya masih memiliki tempat di hati anak muda, asalkan dikemas dengan ruang dialog yang terbuka.

    “Antusiasme anak-anak muda khususnya di Malang Raya ini luar biasa. Kursi terisi penuh dan sampai ada yang berdiri, bahkan di luar. Kami mohon maaf atas keterbatasan tempat, tetapi ini menjadi tantangan sekaligus PR besar bagi kami di PDI Perjuangan Jawa Timur,” terang Deni.

    Ia menegaskan, pemikiran dan kritik yang disampaikan oleh para narasumber, termasuk relevansi ajaran Bung Karno mengenai Marhaenisme di masa kini, harus diterjemahkan menjadi bahan diskusi lanjutan yang lebih membumi. Beberapa isu krusial pun turut dibedah dan didiskusikan, mulai dari kecemasan generasi muda terhadap masa depan lapangan pekerjaan hingga pergeseran lanskap sosial ke dunia digital.

    Menanggapi hal tersebut, Deni menyebut pihaknya di PDI Perjuangan berkomitmen untuk mengubah citra partai politik yang selama ini kerap diidentikkan dengan kesan kaku dan tertutup. Bahkan pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda untuk berpartisipasi dan memberikan masukan, walaupun tanpa harus bergabung dalam struktur formal partai atau menjadi calon legislatif.

    “Salah satu tantangannya adalah bagaimana menciptakan atau mengubah imej partai politik agar tidak terkesan tertutup dan antipati bagi anak-anak muda. Kami membuktikan PDI Perjuangan membuka ruang itu. Tidak harus menjadi struktur partai, tidak harus menjadi caleg, tapi kami membuka ruang-ruang diskusi agar masukan dari anak-anak muda bisa ditampung dan dijadikan program perjuangan,” tegasnya.

    Menyoroti rendahnya ketertarikan generasi muda terhadap politik praktis yang kerap terjebak dalam pragmatisme uang, Deni pun menyebut hal ini menjadi tantangan dan tugas utama partai politik. Pihaknya di PDI Perjuangan Jatim bertekad untuk mengambil pendekatan aktif dengan mendatangi langsung komunitas-komunitas anak muda.

    “Kami ingin membuat politik itu menjadi hal yang lebih asyik, hal yang lebih enak untuk diterima dan diperbincangkan. Kalau anak muda tidak terlibat, baik secara aktif maupun pasif dalam artian mengetahui politik, maka dunianya juga tidak bisa ditentukan arahnya,” pungkas Deni. (ian/jon)

  • Usung Karya Komposer Indonesia, Kevin Yosua Big 6 ft. Nesia Ardi Pukau Panggung Before Sunset BRI Jazz Gunung Bromo 2026

    Malang Posco Media, Bromo – Penampilan memukau disuguhkan oleh Kevin Yosua Big 6 bersama vokalis Nesia Ardi dalam sesi Before Sunset pada perhelatan BRI Jazz Gunung Bromo 2026 di Amphiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Mengangkat misi khusus, penampilan kolaboratif ini mendedikasikan panggungnya untuk merayakan karya-karya legendaris dari para komposer hebat Tanah Air di bawah temaram langit sore Bromo.

    Bassist sekaligus pimpinan kelompok, Kevin Yosua, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan karya musik luar biasa yang sejajar dan tidak kalah keren jika dibandingkan dengan karya musisi internasional, termasuk Amerika Serikat yang dikenal sebagai kiblat musik jazz. Misi inilah yang menjadi napas utama dari seluruh nomor lagu yang mereka sajikan di panggung berlatar pemandangan alam terbuka tersebut.

    Penampilan Kevin Yosua Big 6 ft. Nesia Ardi di sesi Before Sunset BRI Jazz Gunung Bromo 2026 sukses memukau penonton lewat aransemen jazz dari lagu-lagu legendaris komposer Tanah Air. Mulai dari ‘Sabda Alam’, ‘Sepanjang Jalan Kenangan’, hingga ‘Halo Halo Bandung’ dibawakan elegan berlatar indah senja Bromo! (Reihan/MPM)

    “Kita ingin menunjukkan bahwa karya-karya komposer Indonesia itu sangat luar biasa dan punya kelas tersendiri. Lagu-lagu ciptaan musisi Indonesia sama sekali tidak kalah keren dibandingkan lagu-lagu standar jazz dari Amerika atau negara luar lainnya,” ujar Kevin Yosua.

    Senada dengan Kevin, Nesia Ardi yang tampil anggun lewat karakter vokal khasnya mengaku sangat bangga dapat membawakan tembang-tembang legendaris Indonesia dengan balutan aransemen jazz yang segar. Menurutnya, membawakan karya legendaris bangsa di panggung megah seperti Jazz Gunung Bromo memberikan kebanggaan dan pengalaman yang sangat berkesan.

    “Membawakan lagu-lagu karya komposer Indonesia di panggung seindah Bromo memberikan rasa bangga yang luar biasa. Harapannya, generasi muda juga bisa semakin mengapresiasi keindahan lagu-lagu Indonesia yang sudah dibalut dengan sentuhan jazz,” puji Nesia Ardi.

    Dalam penampilannya di sesi Before Sunset, Kevin Yosua Big 6 ft. Nesia Ardi memanjakan para penikmat musik dengan deretan lagu klasik dan lagu daerah populer Indonesia yang telah diracik ulang. Deretan lagu yang dibawakan antara lain “Sabda Alam”, “Selendang Sutera”, “Restumu”, “Aryati”, “Layang-Layang”, “Persembahanku”, “Di Tepinya Sungai Serayu”, “Sepanjang Jalan Kenangan”, hingga ditutup dengan penuh semangat lewat lagu perjuangan “Halo Halo Bandung”.

    Harmoni musik jazz yang berpadu dengan lirik-lirik legendaris Indonesia tersebut berhasil menghangatkan suasana di tengah dinginnya udara senja pegunungan Bromo, sekaligus mempertegas bahwa karya musik nasional mampu berdiri sejajar di panggung jazz berkelas internasional. (nda)

  • Tutup Hari Pertama BRI Jazz Gunung Bromo 2026, Isyana Sarasvati Hadirkan Konsep Akustik hingga Lahap Rawon Warm Up

    Malang Posco Media, Bromo – Penyanyi serba bisa yang telah mengantongi 14 piala AMI Awards, Isyana Sarasvati, tampil memukau sebagai penutup hari pertama gelaran BRI Jazz Gunung Bromo 2026 di Jiwa Jawa Resort Bromo, Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jumat (24/7). Di tengah dinginnya udara malam pegunungan Bromo, Isyana sukses menghangatkan suasana lewat aransemen musik yang sangat spesial dan berbeda dari biasanya.

    Jika biasanya ia tampil gahar bersama band lengkap yang identik dengan musik berdistorsi tebal, khusus untuk panggung Jazz Gunung Bromo tahun ini Isyana menyajikan konsep yang jauh lebih intim, yakni dengan sentuhan aransemen akustik dan balutan chamber strings.

    “Malam ini jadi malam yang spesial karena kita membawa format yang tidak biasa. Biasanya Isyana bersama band penuh distorsi, tapi hari ini kita bawakan dengan konsep akustik dan chamber strings,” ungkap Isyana dalam wawancara usai penampilannya.

    Membawakan deretan lagu hits seperti LEXICON, SIKAP DUNIAWI, MAD, TETAP DALAM JIWA, UNDER GOD’S PLAN, MY MYSTERY, ADA ADA AJA, IL SOGNO, hingga ditutup dengan UNLOCK THE KEY, Isyana menyebut penampilannya kali ini mencerminkan fase musik yang tengah ia jalani saat ini. Ia merasa berada di tahap yang sangat eksploratif, jujur, serta merdeka dalam berkarya.

    Uniknya, di balik penampilan energetik dan magisnya di atas panggung, Isyana mengaku punya ‘resep rahasia’ tersendiri untuk menaklukkan suhu ekstrem Bromo sebelum naik panggung.

    “Pas banget di udara yang sangat dingin ini, aku barusan menyantap rawon yang hangat… sampai dua porsi!” selorohnya sambil tertawa gembira.

    Kombinasi sajian musik yang magis, aransemen yang terkonsep matang, serta kehangatan interaksi Isyana sukses meninggalkan kesan mendalam bagi para penikmat musik jazz yang hadir menutup malam pertama BRI Jazz Gunung Bromo 2026. (nda)

  • Arus Peti Kemas Terminal Teluk Lamong Tumbuh 13,3 Persen

    MALANG POSCO MEDIA, SURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Group mencatat pertumbuhan positif pada semester I 2026. Arus peti kemas yang ditangani mencapai 1.474.492 TEUs atau meningkat 13,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 1.301.402 TEUs.

    Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David Pandapotan Sirait mengatakan, capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya peran TTL Group dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional sekaligus menangkap peluang pertumbuhan sektor logistik Indonesia.

    “Capaian ini menunjukkan semakin kuatnya peran TTL Group dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional sekaligus menangkap momentum pertumbuhan sektor logistik Indonesia,” kata David dalam keterangannya di Surabaya, Rabu (22/7).

    Menurutnya, pertumbuhan kinerja terutama ditopang meningkatnya arus peti kemas internasional yang hampir dua kali lipat dibandingkan semester I 2025. Peningkatan itu merupakan hasil strategi ekspansi layanan internasional yang dijalankan Terminal Peti Kemas (TPK) Teluk Lamong.

    Strategi tersebut berdampak pada meningkatnya intensitas kunjungan kapal internasional (vessel call) menjadi 255 kunjungan pada semester I 2026, naik sekitar 60 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 160 kunjungan.

    Bertambahnya layanan pelayaran internasional dinilai semakin memperkuat konektivitas jaringan logistik global, meningkatkan daya saing terminal, sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa.

    Selain TPK Teluk Lamong, kinerja positif juga dibukukan TPK Nilam yang mencatat pertumbuhan throughput sebesar 21,07 persen dibandingkan semester I 2025.

    Peningkatan tersebut didukung implementasi program Express Anchorage Zone Service (EAZI) melalui sinergi PT Terminal Teluk Lamong dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak dalam pengelolaan Zona Labuh 2 Surabaya.

    Program tersebut berhasil meningkatkan efisiensi pelayanan kapal yang tercermin dari kenaikan kunjungan kapal di TPK Nilam menjadi 399 vessel call, dibandingkan 383 kunjungan pada periode yang sama tahun lalu.

    “Peningkatan aktivitas kapal itu turut mendorong pertumbuhan arus peti kemas di TPK Nilam,” ujar David.

    Memasuki semester II 2026, PT TTL Group berkomitmen memperkuat produktivitas melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan jaringan konektivitas maritim.

    Salah satu program prioritas adalah melanjutkan implementasi Express Anchorage Zone Service (EAZI) di TPK Berlian, setelah dinilai berhasil meningkatkan efisiensi pelayanan kapal dan mendorong pertumbuhan kinerja di TPK Nilam.

    David optimistis pengembangan layanan tersebut akan mempercepat proses pelayanan kapal, meningkatkan produktivitas operasional, sekaligus memperkuat daya saing Terminal Teluk Lamong sebagai salah satu gerbang logistik nasional. (ntr/aim)

  • 2.000 Personel Siaga Sambut Muktamar NU ke-35

    MALANG POSCO MEDIA, JOMBANG – Panitia lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Memasuki H-35, sebanyak 2.000 personel dikerahkan dalam Apel Siaga di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said, Rabu (22/7).

    Apel tersebut dihadiri Ketua Panitia Pelaksana (Organizing Committee) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Personel yang disiagakan berasal dari berbagai unsur, mulai petugas akomodasi, Liaison Officer (LO), tim parkir, pengamanan internal, Banser, MWC NU, hingga GASMI.

    Ketua Umum Yayasan Ponpes Bahrul Ulum KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq mengatakan, apel siaga digelar untuk memperkuat koordinasi seluruh panitia agar memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing.

    “Kami menyiagakan sekitar 2.000 panitia lokal. Melalui apel ini, kami ingin memastikan koordinasi antarfungsi berjalan lancar dan setiap bidang paham betul akan tugasnya,” ujarnya.

    Menurut Gus Rozaq, kesiapan sarana dan prasarana saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Panitia kini memprioritaskan penyelesaian kawasan bazar serta area parkir seluas tiga hektare di sisi timur kompleks pesantren.

    Untuk mengantisipasi kedatangan sekitar 200 ribu pengunjung, panitia juga menyiapkan dapur umum seluas 2.000 meter persegi dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

    “Peserta resmi tetap memperoleh layanan katering tiga kali sehari. Namun bagi rombongan penggembira, kami juga berikhtiar menyediakan pemenuhan kebutuhan dasar seperti minuman hangat dan sarapan pagi,” katanya.

    Ia menegaskan, seluruh urusan teknis seperti registrasi peserta dan mekanisme pencalonan pengurus menjadi kewenangan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sementara panitia lokal berfokus pada penyediaan fasilitas pendukung, mulai penginapan, MCK, transportasi hingga layanan kesehatan.

    Berdasarkan data sementara dari PBNU, Muktamar ke-35 NU diperkirakan diikuti sekitar 3.300 peserta resmi yang merupakan utusan PCNU dan PWNU dari seluruh Indonesia, serta delegasi PCINU dari sejumlah negara, antara lain Mesir, Maroko, Suriah, Arab Saudi, hingga Nigeria.

    “Akomodasi untuk tamu internasional juga sudah kami siapkan. Untuk kepastian jadwal kedatangan dan data registrasi akhir, kami terus berkoordinasi dengan PBNU,” pungkas Gus Rozaq. (bgs/aim)

  • Kasus HIV/AIDS Tertinggi Nasional, DPRD Jatim Minta Penanganan Diperkuat

    MALANG POSCO MEDIA, SURABAYA – Tingginya kasus HIV/AIDS di Jawa Timur mendapat perhatian DPRD Jatim. Pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota didorong memperkuat penanganan secara komprehensif karena persoalan tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut aspek sosial, pendidikan, hingga ketahanan keluarga.

    Anggota DPRD Jawa Timur Lilik Hendarwati mengatakan, tren peningkatan kasus HIV di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Sidoarjo, harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.

    “Meningkatnya kasus HIV di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk Sidoarjo, harus menjadi perhatian serius semua pihak. Ini bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan sosial, pendidikan, dan ketahanan keluarga,” ujarnya di Surabaya, Rabu (22/7).

    Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Jawa Timur tahun 2025, jumlah orang yang hidup dengan HIV/AIDS di provinsi tersebut mencapai 65.238 orang. Sementara sepanjang Januari hingga Maret 2025 tercatat 2.599 kasus baru, menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah kasus tertinggi secara nasional.

    Menurut Lilik, kondisi itu menjadi sinyal perlunya langkah penanganan yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan melibatkan lintas sektor agar laju penularan dapat ditekan.

    Fraksi PKS DPRD Jatim, lanjutnya, mengusulkan tiga langkah strategis. Pertama, memperkuat edukasi dan literasi masyarakat mengenai pencegahan HIV, terutama bagi kalangan remaja dan usia produktif yang dinilai rentan terhadap penularan.

    Kedua, memperluas akses layanan skrining, konseling, serta pengobatan sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa rasa takut maupun stigma.

    Ketiga, memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan keluarga untuk membangun perilaku hidup sehat sekaligus mencegah perilaku berisiko.

    “Data yang dipublikasikan menunjukkan adanya tren peningkatan temuan kasus sehingga diperlukan langkah yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan, tetapi harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat,” katanya.

    Lilik menambahkan, penanganan HIV/AIDS harus dilakukan secara seimbang. Selain memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi, penguatan nilai keluarga, dan pembinaan karakter generasi muda, pemerintah juga harus memastikan orang yang hidup dengan HIV memperoleh layanan kesehatan yang layak tanpa diskriminasi.

    “Stigma justru dapat menghambat deteksi dini dan pengobatan. Karena itu, masyarakat yang hidup dengan HIV harus mendapatkan layanan kesehatan yang layak tanpa diskriminasi,” tegasnya.

    Ia berharap tingginya angka kasus HIV/AIDS di Jawa Timur menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam pencegahan, deteksi dini, pengobatan, serta membangun ketahanan keluarga sebagai benteng utama melindungi generasi mendatang. (ntr/aim)