Category: Entertainment

  • Peran Baru Simon Pegg di LOTR: The Rings of Power Season 3 Terungkap!

    MALANGPOSCOMEDIA – Serial “The Lord of the Rings (LOTR): The Rings of Power” bersiap merilis musim ketiga dan menggandeng aktor Simon Pegg akan mengisi suara Balrog.

    Menurut laporan Variety, pada Jumat (24/7), dalam presentasi di acara San Diego Comic-Con bahwa serial “The Lord of the Rings: The Rings of Power” musim ketiga diumumkan menggandeng Simon Pegg yang akan mengisi suara Balrog, monster raksasa dari magma yang akan membantu Sauron menempa Cincin Utama (One Ring).

    Selain itu, Amazon Studios juga merilis tampilan perdana musim ketiga “The Lord of the Rings: The Rings of Power”, serial fantasi yang diadaptasi dari dunia Middle-earth karya J.R.R. Tolkien.

    Berdasarkan sinopsis resminya serial “The Lord of the Rings: The Rings of Power” musim ketiga itu akan menceritakan “puncak Perang antara Kaum Elf dan Sauron, ketika sang Penguasa Kegelapan itu berupaya menempa Cincin Utama (One Ring) yang akan memberinya keunggulan untuk memenangkan perang, menaklukkan seluruh bangsa sesuai kehendaknya, dan akhirnya menguasai seluruh Middle-earth.”

    Serial “The Rings of Power” musim 3 diproduksi oleh duo showrunner J.D. Payne dan Patrick McKay, yang juga bertindak sebagai produser eksekutif bersama Lindsey Weber, Justin Doble, Kate Hazell, serta sutradara Charlotte Brändström. Brändström akan didampingi oleh sutradara Sanaa Hamri dan Stefan Schwartz, yang masing-masing menangani beberapa episode pada musim terbaru.

    Adapun pemeran serial “The Lord of the Rings: The Rings of Power” meliputi Charlie Vickers, Morfydd Clark, Robert Aramayo, Ismael Cruz Córdova, Charles Edwards, Robert Strange, dan Markella Kavenagh

    Sementara itu, jajaran pemain yang baru bergabung untuk musim ketiga mencakup Jamie Campbell Bower, Eddie Marsan, Andrew Richardson, Zubin Varla, dan Adam Young.

    Serial ini berlatar ribuan tahun sebelum peristiwa dalam “The Lord of the Rings” dan “The Hobbit”, serta mengisahkan proses penempaan Cincin-Cincin Kekuasaan (Rings of Power) sekaligus kembalinya antagonis utama Sauron ke Middle-earth. (ntr/jon)

  • Tutup BRI Jazz Gunung Bromo 2026, Indra Lesmana Titip Pesan untuk Regenerasi Ekosistem Musik Jazz di Tanah Air

    Malang Posco Media, Bromo – Perhelatan BRI Jazz Gunung Bromo 2026 resmi ditutup dengan penampilan super atraktif dari Indra Lesmana LLW yang berkolaborasi dengan Eva Celia dan Teza Sumendra. Sebagai pamungkas festival di panggung Amphiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, panggung kolaborasi lintas generasi ini berhasil menghipnotis seluruh penonton yang hadir di tengah dinginnya udara pegunungan.

    ​Sajian musik berkelas dibawakan secara apik melalui deretan setlist hits mereka. Penampilan dibuka dengan lagu “Reborn” dan “Stretch n Pause” bersama Kevin Yosua, sebelum kehadiran Eva Celia yang membawakan “Dirimu Kasih” dan “Electric”. Suasana semakin hangat saat Teza Sumendra naik ke atas panggung menyanyikan “Daytime Alibi” dan “Nostalgia”.

    MPM-RAIHAN

    ​Kolaborasi semakin solid ketika Eva Celia dan Teza Sumendra berduet dalam lagu “Love Life Wisdom”. Tak hanya itu, Indra Lesmana juga memanjakan penonton lewat vokal solonya di lagu “Aku Ingin”, disusul nomor energi bertajuk “Freedom Jazz Dance”. Kemeriahan penutupan BRI Jazz Gunung Bromo 2026 mencapai puncaknya saat lagu “Sedalam Cintamu” serta tembang legendaris “Ekspresi” dibawakan secara eksplosif oleh seluruh kolaborator.

    ​Di balik kemeriahan penutupan tersebut, musisi senior Indra Lesmana menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya keberlanjutan dan regenerasi dalam ekosistem musik jazz secara menyeluruh. Menurutnya, keberlanjutan musik tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memegang instrumen di atas panggung.

    MPM-RAIHAN

    ​”Satu ekosistem musik itu terdapat beberapa elemen yang saling mendukung. Regenerasi musik jazz tidak hanya berlaku pada pemainnya saja, tetapi juga penonton yang menikmati hingga tim produksi yang bertugas di backstage,” tegas Indra Lesmana.

    ​Indra memberikan apresiasi tinggi kepada para penonton yang datang memboyong keluarga dan anak-anak mereka ke perhelatan ini. Menurutnya, mengenalkan musik jazz kepada generasi muda sejak dini merupakan langkah penting agar penikmat musik jazz tidak pernah putus atau punah di masa depan.

    ​Guna memperluas jangkauan edukasi musik jazz tersebut, Indra mengaku aktif adaptif memanfaatkan platform digital. Untuk mengenalkan musik jazz khususnya pada generasi muda, ia memilih memanfaatkan media sosial seperti TikTok yang dinilainya jauh lebih cepat dan efektif dalam menyebarkan karya serta memperkenalkan lagu-lagu jazz ke pendengar baru.

    ​Di sisi lain, Indra menyoroti tantangan regenerasi pada tim produksi backstage. Ia mengakui bahwa saat ini industri pertunjukan cukup kesulitan mencari tenaga tim produksi profesional akibat maraknya berbagai festival musik yang digelar, sementara sumber daya manusia yang siap bertugas masih sangat terbatas.

    ​Di usianya yang terus berkarya, musisi gaek ini juga mengungkapkan salah satu pencapaian besar dalam perjalanan musiknya yang hingga kini masih terus ia kejar dan impikan, yakni mewujudkan sebuah karya komposisi simfoni.

    ​Melalui pesan regenerasi ekosistem yang kuat, pendekatan modern lewat media sosial, serta deretan penampilan yang memukau, penutupan BRI Jazz Gunung Bromo 2026 berhasil memberikan kesan mendalam sekaligus pengalaman musik yang tak terlupakan bagi para pengunjung. (nda)

  • Usung Karya Komposer Indonesia, Kevin Yosua Big 6 ft. Nesia Ardi Pukau Panggung Before Sunset BRI Jazz Gunung Bromo 2026

    Malang Posco Media, Bromo – Penampilan memukau disuguhkan oleh Kevin Yosua Big 6 bersama vokalis Nesia Ardi dalam sesi Before Sunset pada perhelatan BRI Jazz Gunung Bromo 2026 di Amphiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Mengangkat misi khusus, penampilan kolaboratif ini mendedikasikan panggungnya untuk merayakan karya-karya legendaris dari para komposer hebat Tanah Air di bawah temaram langit sore Bromo.

    Bassist sekaligus pimpinan kelompok, Kevin Yosua, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan karya musik luar biasa yang sejajar dan tidak kalah keren jika dibandingkan dengan karya musisi internasional, termasuk Amerika Serikat yang dikenal sebagai kiblat musik jazz. Misi inilah yang menjadi napas utama dari seluruh nomor lagu yang mereka sajikan di panggung berlatar pemandangan alam terbuka tersebut.

    Penampilan Kevin Yosua Big 6 ft. Nesia Ardi di sesi Before Sunset BRI Jazz Gunung Bromo 2026 sukses memukau penonton lewat aransemen jazz dari lagu-lagu legendaris komposer Tanah Air. Mulai dari ‘Sabda Alam’, ‘Sepanjang Jalan Kenangan’, hingga ‘Halo Halo Bandung’ dibawakan elegan berlatar indah senja Bromo! (Reihan/MPM)

    “Kita ingin menunjukkan bahwa karya-karya komposer Indonesia itu sangat luar biasa dan punya kelas tersendiri. Lagu-lagu ciptaan musisi Indonesia sama sekali tidak kalah keren dibandingkan lagu-lagu standar jazz dari Amerika atau negara luar lainnya,” ujar Kevin Yosua.

    Senada dengan Kevin, Nesia Ardi yang tampil anggun lewat karakter vokal khasnya mengaku sangat bangga dapat membawakan tembang-tembang legendaris Indonesia dengan balutan aransemen jazz yang segar. Menurutnya, membawakan karya legendaris bangsa di panggung megah seperti Jazz Gunung Bromo memberikan kebanggaan dan pengalaman yang sangat berkesan.

    “Membawakan lagu-lagu karya komposer Indonesia di panggung seindah Bromo memberikan rasa bangga yang luar biasa. Harapannya, generasi muda juga bisa semakin mengapresiasi keindahan lagu-lagu Indonesia yang sudah dibalut dengan sentuhan jazz,” puji Nesia Ardi.

    Dalam penampilannya di sesi Before Sunset, Kevin Yosua Big 6 ft. Nesia Ardi memanjakan para penikmat musik dengan deretan lagu klasik dan lagu daerah populer Indonesia yang telah diracik ulang. Deretan lagu yang dibawakan antara lain “Sabda Alam”, “Selendang Sutera”, “Restumu”, “Aryati”, “Layang-Layang”, “Persembahanku”, “Di Tepinya Sungai Serayu”, “Sepanjang Jalan Kenangan”, hingga ditutup dengan penuh semangat lewat lagu perjuangan “Halo Halo Bandung”.

    Harmoni musik jazz yang berpadu dengan lirik-lirik legendaris Indonesia tersebut berhasil menghangatkan suasana di tengah dinginnya udara senja pegunungan Bromo, sekaligus mempertegas bahwa karya musik nasional mampu berdiri sejajar di panggung jazz berkelas internasional. (nda)

  • Usung Tema Jazztination, Jazz Gunung Bromo 2026 Hadirkan Pameran Seni Rupa BROMOPEDIA: A Landscape of Signs

    Malang Posco Media, Bromo – Gelaran Jazz Gunung Bromo 2026 tidak hanya menyuguhkan alunan musik jazz di ketinggian, tetapi juga memanjakan para pengunjung dengan pengalaman seni dan budaya yang lebih luas. Mengusung tema Jazztination yang menggabungkan musik jazz dan destinasi wisata, perhelatan tahun ini memadukan keindahan alam Bromo dengan pertunjukan musik serta pameran seni rupa.

    Founder Jazz Gunung Indonesia, Sigit Pramono, menjelaskan bahwa Jazztination dihadirkan untuk menjadikan Jazz Gunung sebagai destinasi wisata pertunjukan yang komprehensif. Melalui konsep ini, pengunjung tidak hanya diajak menikmati pemandangan alam Bromo dan musik, tetapi juga diajak mengapresiasi seni dan budaya secara menyeluruh agar wawasan para penikmat musik semakin luas.

    Salah satu sajian utama dalam rangkaian kegiatan ini adalah pameran seni rupa bertajuk BROMOPEDIA: A Landscape of Signs yang diselenggarakan oleh Yayasan Senetra bekerja sama dengan Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Universitas Gadjah Mada, serta Kelompok Derik, Pasuruan. Pameran yang dikuratori oleh Dr. Mikke Susanto, M.A., ini menghadirkan 36 karya dari 28 seniman dan berlangsung di Jiwa Jawa Resort Bromo mulai 18 Juli hingga 31 Agustus 2026 secara gratis untuk umum.

    Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Pascasarjana ISI Yogyakarta, Dr. Muhammad Fajar Apriyanto, M.Sn., menyampaikan bahwa kolaborasi kedua ini menghadirkan beragam karya visual seperti foto, seni rupa, patung, hingga lukisan. Pameran ini mengangkat narasi Bromo yang berbicara lewat karya visual, seperti elemen debu hingga kawah Bromo, sekaligus sebagai upaya mendukung regenerasi seni visual bagi warga sekitar kawasan Bromo.

    Pameran BROMOPEDIA memandang Bromo sebagai “ensiklopedia hidup” yang kaya akan makna, sejarah, tradisi masyarakat Tengger, hingga persoalan ekologis. Pengalaman kuratorial pameran ini terbagi dalam tiga klaster makna utama, yaitu eksplorasi relasi manusia dengan alam dalam Makna Lingkungan (Ecological Meanings), sorotan terhadap tradisi dan perubahan sosial masyarakat dalam Makna Siklus Hidup Manusia (Human Life Cycles), serta penempatan Bromo sebagai simpul sejarah dan memori kebudayaan dalam Makna Jejaring Budaya (Cultural Nexus). Melalui integrasi musik dan seni visual ini, Jazz Gunung Bromo 2026 semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata seni dan budaya yang berkesan. (nda)

  • Tutup Hari Pertama BRI Jazz Gunung Bromo 2026, Isyana Sarasvati Hadirkan Konsep Akustik hingga Lahap Rawon Warm Up

    Malang Posco Media, Bromo – Penyanyi serba bisa yang telah mengantongi 14 piala AMI Awards, Isyana Sarasvati, tampil memukau sebagai penutup hari pertama gelaran BRI Jazz Gunung Bromo 2026 di Jiwa Jawa Resort Bromo, Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jumat (24/7). Di tengah dinginnya udara malam pegunungan Bromo, Isyana sukses menghangatkan suasana lewat aransemen musik yang sangat spesial dan berbeda dari biasanya.

    Jika biasanya ia tampil gahar bersama band lengkap yang identik dengan musik berdistorsi tebal, khusus untuk panggung Jazz Gunung Bromo tahun ini Isyana menyajikan konsep yang jauh lebih intim, yakni dengan sentuhan aransemen akustik dan balutan chamber strings.

    “Malam ini jadi malam yang spesial karena kita membawa format yang tidak biasa. Biasanya Isyana bersama band penuh distorsi, tapi hari ini kita bawakan dengan konsep akustik dan chamber strings,” ungkap Isyana dalam wawancara usai penampilannya.

    Membawakan deretan lagu hits seperti LEXICON, SIKAP DUNIAWI, MAD, TETAP DALAM JIWA, UNDER GOD’S PLAN, MY MYSTERY, ADA ADA AJA, IL SOGNO, hingga ditutup dengan UNLOCK THE KEY, Isyana menyebut penampilannya kali ini mencerminkan fase musik yang tengah ia jalani saat ini. Ia merasa berada di tahap yang sangat eksploratif, jujur, serta merdeka dalam berkarya.

    Uniknya, di balik penampilan energetik dan magisnya di atas panggung, Isyana mengaku punya ‘resep rahasia’ tersendiri untuk menaklukkan suhu ekstrem Bromo sebelum naik panggung.

    “Pas banget di udara yang sangat dingin ini, aku barusan menyantap rawon yang hangat… sampai dua porsi!” selorohnya sambil tertawa gembira.

    Kombinasi sajian musik yang magis, aransemen yang terkonsep matang, serta kehangatan interaksi Isyana sukses meninggalkan kesan mendalam bagi para penikmat musik jazz yang hadir menutup malam pertama BRI Jazz Gunung Bromo 2026. (nda)

  • Taklukkan Udara Dingin hingga Siapkan Setlist Khusus, Bilal Indrajaya Ketagihan Tampil di BRI Jazz Gunung Bromo 2026

    Malang Posco Media, Bromo – Penyanyi dan penulis lagu Bilal Indrajaya sukses memberikan penampilan memukau dalam gelaran BRI Jazz Gunung Bromo 2026 yang berlangsung di Amphiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jumat (24/7). Tampil untuk pertama kalinya di panggung kebanggaan masyarakat Bromo tersebut, Bilal mengaku sangat terkesan dengan suasana konser yang ramai namun tetap terasa hangat dan intimate.

    “Seru banget, ini first time saya tampil di Jazz Gunung Bromo. Pengalaman yang luar biasa dan semoga ini jadi yang pertama dari sekian banyak panggung Bromo berikutnya. Atmosfernya ramai tapi terasa sangat intimate, penontonnya tertib dan benar-benar datang untuk menikmati musik,” ujar Bilal usai penampilannya.

    Khusus untuk penampilannya kali ini, Bilal menyajikan formula musik yang segar dengan membawakan daftar lagu beraransemen berbeda dari versi album rekaman. Tak hanya itu, ia juga membawakan beberapa lagu yang jarang masuk dalam setlist regulernya, seperti lagu “Mustahil” dan “Kaos Kaki Merah”.

    Berdasarkan setlist resminya di panggung BRI Jazz Gunung Bromo 2026, Bilal membuka penampilannya dengan intro lagu “NPT”, “Dara”, hingga “Mustahil”. Rangkaian penampilan dilanjutkan dengan tembang “Kaos Kaki Merah”, “Akhir Pekan Yang Hilang”, “Ruang Kecil”, “Saujana”, “Kau”, “Biar”, serta hits “Niscaya”, sebelum akhirnya ditutup manis oleh outro “Selamanya”.

    Di balik kesuksesan aksinya, penyanyi bersuara khas ini tak menampik bahwa cuaca dingin pegunungan Bromo menjadi tantangan tersendiri, terutama saat harus memainkan instrumen musik.

    “Memainman instrumen seperti gitar di tempat sedingin ini ternyata cukup menantang, jari-jari rasanya sampai kaku dan agak sakit. Pegang mikrofon besi pun berasa dingin banget kaya dari kulkas,” kelakarnya.

    Untuk menyiasati suhu ekstrem tersebut, Bilal telah melakukan persiapan khusus sejak sebelum naik panggung. Selain mengenakan jaket tebal, ia juga menyiagakan inhaler serta rutin mengonsumsi vitamin.

    Antusiasme tinggi di panggung pertamanya ini membuat Bilal tak ragu untuk menyatakan kesiapannya kembali memeriahkan Jazz Gunung di tahun-tahun mendatang. Ia juga berharap gelaran musik tahunan ini dapat terus berlanjut secara berkelanjutan (sustainable), terutama dengan hadirnya wadah regenerasi musisi muda melalui Bromo Jazz Camp.

    “Semoga acara ini bisa sustain terus untuk tahun-tahun ke depan. Harapan saya sama seperti yang diilhamkan lewat Bromo Jazz Camp, yaitu agar regenerasi musisi jazz terus berjalan dan musisi muda selalu punya ruang untuk berkembang,” pungkasnya. (nda)

  • Perdana Tampil di Bromo, Plutato ft. Cait Lin Pukau Penonton di Before Sunset BRI Jazz Gunung Bromo 2026

    Malang Posco Media, Bromo – Eksperimen musik improvisatif yang segar memanjakan para pengunjung panggung Before Sunset BRI Jazz Gunung Bromo 2026, Jumat (24/7). Grup musik asal Taiwan, Plutato, sukses menyedot perhatian penonton lewat sajian musik easy listening yang dibawakan secara apik di Amphiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

    Membawakan deretan komposisi yang santai namun kaya aransemen, kehadiran Plutato kian memikat kala berduet dengan vokalis bernuansa soul dan R&B, Cait Lin (Caitlin Magee). Kolaborasi apik ini menghasilkan eksperimen improvisasi yang sangat menarik di tengah dinginnya udara pegunungan.

    Penampilan ini menjadi momen perdana bagi Plutato menyapa para penikmat musik di panggung Bromo. Personel utama Plutato, Will’z Chieng, tak sanggup menyembunyikan rasa bahagianya. Bahkan dengan ramah, ia menyempatkan diri menyapa penonton dengan mencoba berbicara menggunakan bahasa Indonesia di atas panggung.

    “Halo semua! Ini pertama kalinya kami tampil di Bromo. Sangat menyenangkan dan luar biasa bisa berdiri dan bermain musik di panggung yang sangat indah ini,” ungkap Will’z Chieng di tengah pertunjukannya.

    Di sela penampilannya, Will’z juga menceritakan keunikan di balik penamaan grup musik mereka yang terbilang unik dan jenaka.

    “Nama Plutato sendiri diambil dari gabungan kata Pluto dan Potato,” seloroh Will’z Chieng yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan hangat penonton.

    Sebelum aksi memukau dari Plutato ft. Cait Lin, panggung sore hari pertama ini diresmikan oleh penampilan talenta-talenta muda dari Bromo Jazz Camp. Program wadah edukasi dan apresiasi bagi generasi muda ini tampil menggebrak dan energik di awal acara.

    Founder Jazz Gunung, Sigit Pramono, menyampaikan rasa bangganya terhadap konsistensi Bromo Jazz Camp yang telah memasuki tahun ketiga sebagai ruang regenerasi musisi jazz Tanah Air.

    “Jazz Camp tahun ketiga ini memang ditujukan untuk regenerasi musisi jazz. Luar biasa, tampilannya bagus-bagus. Harapannya bisa terus bertambah dan musisi yang muda-muda ini selalu dapat kesempatan,” terang Sigit Pramono.

    Sajian kolaborasi Plutato, Cait Lin, dan Bromo Jazz Camp ini menjadi jembatan manis pembuka hari pertama BRI Jazz Gunung Bromo 2026 sebelum dilanjutkan oleh penampil utama lainnya seperti Bilal Indrajaya, Batavia Collective, Ring of Fire Project, hingga Isyana Sarasvati. (nda)

  • Siapkan Aransemen Baru, Bilal Indrajaya Siap Hangatkan Panggung BRI Jazz Gunung Bromo 2026

    Malang Posco Media, Malang – Penyanyi dan penulis lagu Bilal Indrajaya siap memberikan penampilan istimewa di panggung BRI Jazz Gunung Bromo 2026 yang digelar di Amphiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jumat (24/7). Tampil di hari pertama festival musik bergengsi ini, Bilal telah menyiapkan aransemen musik baru dan berbeda khusus untuk menghibur para penikmat musik di tengah dinginnya udara pegunungan.

    Sesuai jadwal, Bilal Indrajaya dijadwalkan naik pentas pada sore hari pukul 16.45 WIB, tepat sebelum jeda rehat. Penampilannya menjadi salah satu aksi yang paling dinantikan oleh para pengunjung yang memadati tribun terbuka.

    Terkait aksi panggungnya kali ini, Bilal mengaku sangat antusias dan telah melakukan persiapan khusus agar dapat menyajikan formula musik yang segar bagi para penonton di Amphiteater Jiwa Jawa.

    “Untuk panggung BRI Jazz Gunung Bromo 2026 ini, saya sengaja menyiapkan aransemen musik baru dan berbeda dari pertunjukan sebelum-sebelumnya. Manggung di tempat seikonik Bromo selalu memberikan kesan tersendiri, jadi saya ingin memberikan sesuatu yang spesial dan hangat untuk semua yang hadir sore ini,” ungkap Bilal Indrajaya menjelang penampilannya.

    Rangkaian hari pertama BRI Jazz Gunung Bromo 2026 sendiri diawali dengan talenta muda Bromo Jazz Camp, lalu disambung penampilan kolaborasi internasional Plutato bersama Cait Lin dari Taiwan. Setelah itu Bilal Indrajaya akan tampil perdana di event Jazz Gunung Bromo 2026 ini.

    Setelah sesi Bilal Indrajaya dan jeda rehat sore, panggung malam akan dihangatkan oleh Batavia Collective pada pukul 18.45 WIB. Penampilan dilanjutkan oleh kolaborasi Ring of Fire Project bersama drumer asal Italia Simone Prattico dan pianis Sri Hanuraga pada pukul 20.20 WIB, sebelum akhirnya ditutup oleh aksi Isyana Sarasvati pada pukul 21.35 WIB.

    Selain sajian musik, para pengunjung juga dapat menikmati beragam produk kriya dan kuliner lokal di kawasan bazaar UMKM Belanga Garden. Informasi serta pembelian tiket resmi untuk hari kedua masih dapat diakses melalui seketiket.com dan aplikasi BRImo. (nda)

  • Jennie Rilis Single Baru “Less Than A Lover”, Ini Tanggalnya

    Malang Posco Media – Penyanyi Jennie BLACKPINK merilis sebuah poster sebagai bocoran bagi single baru miliknya berjudul “Less Than A Lover”.

     Soompi pada Selasa waktu setempat mewartakan Jennie diketahui menyutradarai, menulis dan menciptakan musik untuk single tersebut.

    Jennie mengatakan bahwa lagu tersebut akan dirilis pada 24 Juli pukul 12 malam waktu Korea Selatan.

    Postingan Jennie dalam laman instagramnya pun lantas dibanjiri 11 ribuan lebih komentar, 1,7 juta suka serta 95 ribu lebih fans mengunggah ulang sebuah potret minimalis yakni adegan ia dengan seorang pria yang dibingkai dari frame mobil berwarna biru klasik.

    Sebelumnya, Jennie melakukan comeback solo terbarunya dengan single “Mantra” pada 11 Oktober 2024.

    Single ini merupakan lagu dengan genre pop dance yang enerjik dan menjadi anthem pemberdayaan perempuan dengan menyampaikan pesan positif melalui liriknya.

    Lirik tersebut untuk mendukung agar setiap orang bersinar dengan caranya masing-masing. (ntr/nug)

  • Cuplikan Film Avengers Dirilis, Doomsday Tampilkan Wajah Lama di Marvel

    Malang Posco Media – Cuplikan (trailer) resmi film “Avengers: Doomsday” dirilis untuk umum dengan menampilkan sejumlah wajah lama di semesta Marvel.

    Siaran Variety pada Senin (20/7) mewartakan cuplikan tersebut memperlihatkan bersatunya para pahlawan super untuk menghadapi ancaman besar dari Doctor Doom yang diperankan oleh Robert Downey Jr., sebelumnya dikenal luas sebagai pemeran Tony Stark atau Iron Man.

    Peran Downey Jr. belum dijelaskan secara mendetail, namun siaran tersebut mencatat kemungkinan tokoh Doom sebagai penjahat utama.

    Tokoh itu sebelumnya muncul dengan wajah tersembunyi oleh topeng dalam adegan pasca-kredit film “The Fantastic Four: First Steps”.

    Selain Robert Downey Jr., cuplikan tersebut juga menampilkan kembalinya Chris Hemsworth sebagai Thor yang diperlihatkan berhadapan langsung dengan Doom dan Captain America versi Chris Evans, menandai reuni para aktor ke dalam Marvel Cinematic Universe setelah film “Avengers: Endgame”.

    Sejumlah karakter dari waralaba “X-Men” dari 21st Century Fox turut bergabung dalam alur cerita film itu.

    Karakter-karakter yang diperlihatkan cuplikan tersebut meliputi Professor Xavier yang diperankan oleh Patrick Stewart, Magneto oleh Ian McKellen, Mystique oleh Rebecca Romijn, Cyclops oleh James Marsden, serta Gambit versi Channing Tatum yang sebelumnya tampil dalam “Deadpool & Wolverine”.

    Tim dari film “The Fantastic Four: First Steps” dan “Thunderbolts*” juga tampak membantu kelompok Avengers dalam menyelamatkan multisemesta. Jajaran pemeran yang diperlihatkan mencakup Anthony Mackie, Danny Ramirez, Sebastian Stan, Paul Rudd, Tom Hiddleston, Letitia Wright, Winston Duke, Simu Liu, dan Tenoch Huerta.

    Film “Avengers: Doomsday” dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 Desember 2026, yang kemudian akan dilanjutkan oleh film “Avengers: Secret Wars” pada tahun berikutnya.

    Kursi sutradara untuk kedua film tersebut kembali diisi oleh Russo Bersaudara (Anthony Russo dan Joe Russo), yang sebelumnya menggarap “Infinity War” dan “Endgame”.

    Sebelum merilis trailer resmi itu, Disney telah merilis empat cuplikan singkat (teaser) untuk mengiringi penayangan film “Avatar: Fire and Ash” pada akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026.

    Cuplikan singkat pertama menampilkan kembalinya Steve Rogers (Chris Evans) yang telah memiliki seorang anak; Cuplikan singkat kedua menampilkan Thor (Chris Hemsworth) bersama putri angkatnya, Love; Cuplikan singkat ketiga menampilkan Profesor X (Patrick Stewart), Magneto (Ian McKellen), dan Cyclops (James Marsden); Cuplikan singkat keempat menampilkan pertemuan antara Black Panther (Letitia Wright), Namor (Tenoch Huerta), M’Baku (Winston Duke), dan The Thing (Ebon Moss-Bachrach) di Wakanda. (ntr/nug)