Belajar Langsung ke Ekosistem Startup Malang, SMK Telkom Purwokerto Gandeng Indiekraf Bekali 330 Siswa Jadi Technopreneur

Written by

in

MALANG POSCO MEDIA, MALANG –  330 siswa kelas XII SMK Telkom Purwokerto mengikuti program pembelajaran berbasis industri bertajuk STEMATEL INSIGHT (Industry Study for Inspiring Generation and Career Path) di Malang Creative Center (MCC), Rabu (29/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi konsep School of Global Technopreneur yang kini diusung sekolah tersebut untuk membekali siswa dengan pengalaman nyata di dunia industri kreatif berbasis teknologi.

Kepala SMK Telkom Purwokerto Aris Puji Santoso mengatakan, kunjungan tersebut merupakan implementasi dari pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), yang menjadi salah satu pilar kurikulum baru sekolah.

“Kami mengimplementasikan pengalaman industri sebagai bagian dari pembelajaran. Salah satu materi dalam School of Global Technopreneur adalah project-based learning yang mengenalkan siswa kepada industri, khususnya industri technopreneur. Karena itu kami membawa mereka ke Malang Creative Center (MCC) agar bisa bertemu langsung dengan para pelaku startup,” ujar Aris.

Ia menjelaskan, MCC dipilih karena menjadi pusat berkumpulnya startup dan pelaku ekonomi kreatif berbasis teknologi di Kota Malang. Melalui kunjungan tersebut, para siswa diharapkan memahami budaya kerja, manajemen, hingga proses pengembangan sebuah startup secara langsung.

“Kalau hanya menghadirkan guru tamu, siswa hanya mendengar cerita. Tetapi ketika datang langsung ke sini mereka bisa melihat aktivitasnya, mendapatkan coaching, melihat lingkungan kerja startup, hingga memahami bagaimana sebuah proyek dikerjakan. Goal-nya mereka membawa pulang blueprint bagaimana startup itu dibangun,” jelasnya.

Aris menambahkan, setelah kegiatan berakhir seluruh siswa diwajibkan menyusun resume materi, membuat video dokumentasi aktivitas, kemudian mempresentasikan hasil pembelajaran tersebut di kelas masing-masing sebagai bentuk evaluasi.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari capstone project siswa kelas XII. Mereka nanti membuat resume, video recap, kemudian dipresentasikan di depan kelas agar pengalaman yang diperoleh benar-benar dipahami,” katanya.

Sementara itu, Direktur Indiekraf Indonesia M. Ziaelfikar Albaba mengatakan, pihaknya dipercaya menjadi mitra industri dalam kegiatan tersebut dengan menghadirkan pengalaman belajar berbasis kasus nyata (real case) yang dihadapi perusahaan rintisan.

“Kami membawa siswa ke MCC karena tempat ini merupakan hub bagi startup dan pelaku ekonomi kreatif di Malang. Di sini mereka bisa melihat langsung bagaimana industri berjalan, bukan sekadar mempelajari teori,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Indiekraf yang merupakan komunitas kreatif dan berbasis di Malang ini, menghadirkan lima mentor dari berbagai perusahaan mitra industri. Mereka diberikan ruang untuk mendampingi para siswa melalui sesi berbagi pengalaman (sharing session) dan workshop praktik.

Sebanyak 330 peserta dibagi ke dalam empat jalur pembelajaran sesuai minat masing-masing, yakni Artificial Intelligence (AI), Digital Marketing, Game Developer, dan Startup Business.

“Pada kelas AI siswa belajar memanfaatkan kecerdasan buatan untuk content creation dan meningkatkan produktivitas. Ada juga kelas digital marketing, game developer, hingga startup bagi siswa yang tertarik membangun bisnis berbasis teknologi,” jelas Ziaelfikar.

Ia menambahkan, kolaborasi antara Indiekraf Indonesia dan SMK Telkom Purwokerto tidak berhenti pada kegiatan sehari tersebut. Kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan berbagai program berkelanjutan.

Ke depan, kerja sama akan diwujudkan melalui kelas industri, program magang, guru tamu, hingga berbagai kegiatan kolaboratif lainnya yang bertujuan memperkuat kompetensi siswa sebelum terjun ke dunia kerja.

“Kami berharap ekosistem kreatif yang berkembang di Malang dapat menginspirasi Purwokerto. Harapannya nanti muncul ekosistem serupa, bahkan mungkin suatu saat berdiri Purwokerto Creative Center sebagai wadah berkembangnya startup dan ekonomi kreatif di daerah tersebut,” pungkasnya. (rex/aim)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *