Category: Pendidikan

  • Mahasiswa FTAB UB Latih Warga Ketawanggede Buat Lilin Aromaterapi Berbasis Minyak Jelantah

    MALANGPOSCOMEDIA – Mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) dan Kampung Lingkar Kampus (KLK) yang sebelumnya dilaksanakan pemaparan materi di Kelurahan Ketawanggede.

    Namun, karena antusias warga diselenggarakannya pelatihan di salah satu rumah warga RW 3 Kelurahan Ketawanggede yang mengangkat tema pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang pemanfaatannya menjadi produk bernilai ekonomi.

    Program 3M dan KLK ini, di bawah bimbingan dan arahan akademis dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem, yaitu Nur Lailatul Rahmah, S.Si., M.Si., Ph.D., sebagai Ketua DPL serta Dr. Retno Damayanti, STP., M.P., dan Tunjung Mahatmanto, STP., M.Si., Ph.D. sebagai anggota DPL.

    Kegiatan ini menyasar masyarakat Kelurahan Ketawanggede dan bertujuan memberikan edukasi mengenai dampak pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan, sekaligus membekali warga dengan keterampilan mengolah limbah tersebut menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

    Praktik pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi di Kelurahan Ketawanggede.

    Melalui kegiatan ini, FTAB UB mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular dengan mengubah limbah rumah tangga menjadi produk yang lebih bermanfaat. Program ini sejalan dengan tujuan pengabdian yang tercantum dalam Program Kampung Lingkar Kampus, yaitu memberdayakan masyarakat melalui inovasi yang dapat diterapkan secara langsung.

    Dalam kegiatan tersebut, tim mahasiswa memberikan pendampingan dimulai dari pre treatment yakni penjernihan hingga proses pembuatan lilin aromaterapi kepada peserta. Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, peserta juga memperoleh bahan praktik, serta hasil lilin aromaterapi yang telah dibuat sehingga dapat menjadi referensi untuk diterapkan kembali secara mandiri di lingkungan masing-masing.

    Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Ketawanggede mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai mampu memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga.

    “Pelatihan ini memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun keluarga,” ujarnya.

    Produk lilin aromaterapi oleh warga Kelurahan Ketawanggede.

    Sementara itu, perwakilan mahasiswa kelompok 25 program 3M dan KLK FTAB Universitas Brawijaya menyampaikan bahwa pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi merupakan salah satu contoh penerapan teknologi sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat dengan memanfaatkan bahan yang selama ini sering dianggap sebagai limbah.

    “Kami ingin menunjukkan bahwa limbah rumah tangga masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat. Harapannya, masyarakat tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk yang bernilai dan bahkan berpotensi menjadi peluang usaha,” ungkap Gizza selaku pemberi materi.

    Keunikan kegiatan ini terletak pada seluruh peserta yang terlibat secara langsung dalam proses pembuatan lilin aromaterapi sehingga memperoleh pengalaman praktik, bukan hanya penyampaian materi. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya memahami konsep pengelolaan limbah minyak jelantah, tetapi juga mampu menghasilkan produk secara mandiri sebagai langkah awal menuju pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan. (*/bua)

  • Wujudkan Dapur Sehat, Mahasiswa FTAB UB Edukasi Ibu-ibu PKK Ketawanggede Terapkan Keamanan Pangan Rumah Tangga

    MALANG POSCO MEDIA – Mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) dan Kampung Lingkar Kampus (KLK) pada Senin (22/06/2026).

    Kegiatan yang diselenggarakan di Kantor Kelurahan Ketawanggede, Jl. Gajayana No. 17b, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang,  Jawa Timur 65144, ini mengangkat tema keamanan pangan sederhana, mencakup personal hygiene, kontaminasi silang (cross contamination), hingga penerapan HACCP sederhana dengan studi kasus pengolahan ayam goreng dan sayur bayam, sebagai upaya meningkatkan kesadaran ibu-ibu rumah tangga terhadap praktik pengolahan pangan yang aman dan sehat.

    Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya penerapan keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian pangan yang aman.

    Melalui edukasi ini, peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan baik dalam rumah tangga maupun pada kegiatan usaha pangan skala kecil sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih aman dan berkualitas.

    Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh tim mahasiswa Kelompok 25 Program 3M FTAB UB, yaitu Serli Ismawati, Wayan Aurea, dan Zevania Pricilla, secara bertahap mulai dari pentingnya personal hygiene sebelum dan selama mengolah pangan, potensi risiko kontaminasi silang antar bahan dan peralatan masak, hingga penerapan titik kendali kritis pada pengolahan ayam goreng dan sayur bayam.

    Kegiatan berlangsung di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Retno Damayanti, STP., M.P dan diikuti dengan antusias oleh peserta melalui sesi diskusi serta tanya jawab interaktif.

    Mahasiswa FTAB UB bersama Esti Karuniawati, S.T., M.T. selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Ketawanggede

    Esti Karuniawati, S.T., M.T. selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Ketawanggede mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai mampu memberikan wawasan baru mengenai praktik keamanan pangan di rumah tangga.

    “Sosialisasi ini memberikan pengetahuan sekaligus kebiasaan baik yang dapat langsung diterapkan oleh ibu-ibu di rumah. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat terus dipraktekkan dan memberikan manfaat bagi kesehatan keluarga,” ujarnya.

    Sementara itu, Serli selaku pemberi materi personal hygiene menyampaikan bahwa kebersihan diri merupakan langkah paling dasar namun sering diabaikan dalam menjaga keamanan pangan rumah tangga.

    “Banyak yang belum sadar kalau kebiasaan sederhana, seperti mencuci tangan dengan benar sebelum mengolah makanan atau menjaga kebersihan kuku dan pakaian saat memasak, itu sangat berpengaruh terhadap keamanan pangan yang dihasilkan. Kalau personal hygiene-nya sudah baik, risiko kontaminasi ke makanan bisa ditekan sejak awal,” ungkap Serli.

    Keunikan kegiatan ini terletak pada penyampaian materi yang disertai contoh kasus nyata dari kebiasaan sehari-hari peserta, sehingga materi lebih mudah dipahami dan langsung relevan dengan praktik pengolahan pangan di rumah masing-masing.

    Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya memahami konsep keamanan pangan secara teori, tetapi juga mampu mengenali dan mencegah risiko bahaya pangan secara mandiri sebagai langkah awal menuju pola konsumsi rumah tangga yang lebih aman dan sehat.

    FTAB Universitas Brawijaya melalui kegiatan 3M dan KLK, terus berkomitmen menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan praktik keamanan pangan, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya pencegahan risiko penyakit akibat pangan, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan edukasi kepada masyarakat. (*/bua)

  • Perkuat Akuntabilitas Lewat Monitoring SPIP

    MIN 2 Kota Malang

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – MIN 2 Kota Malang perkuat tata kelola Zona Integritas (ZI) dengan menggelar monitoring  Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) untuk transparansi administrasi madrasah, Selasa, (21/7) kemarin.

    Tim Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang melakukan pemeriksaan dokumen administrasi, sistem kerja, hingga pelaksanaan program untuk mengetahui tingkat kepatuhan sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperbaiki.

    Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kemenag Kota Malang Dr. Febrian Taufik Sholeh, M.T., M.Pd.I., menyampaiakn audit SPIP meliputi pengelolaan anggaran yang bersumber dari DIPA maupun dana komite, kebutuhan pegawai, pengelolaan SDM, serta kinerja kelembagaan.

    “Audit ini menjadi instrumen untuk memastikan tata kelola madrasah berjalan sesuai aturan. Hasilnya juga menjadi bahan evaluasi agar kualitas pengelolaan terus meningkat,” ujarnya.

    Menurut Taufik, monitoring rutin setiap tahun memudahkan Kemenag membandingkan perkembangan setiap madrasah, mulai dari tata kelola, peningkatan sarana prasarana, hingga capaian prestasi.

    Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kota Malang Abdul Mughni, S.Ag., M.Pd., menjelaskan SPIP tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan, tetapi juga pendampingan agar setiap inovasi madrasah tetap selaras dengan kebijakan Kementerian Agama dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

    “Madrasah tetap bisa berinovasi, tetapi seluruh prosesnya harus berada dalam koridor regulasi sehingga program yang dijalankan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

    Kepala MIN 2 Kota Malang Nanang Sukmawan, S.Pd., M.Pd.I., mengaku hasil monitoring memberikan banyak masukan, terutama terkait penguatan administrasi BMN dan aset yang bersumber dari dana komite. Menurutnya, kedua jenis aset tersebut harus dipisahkan pencatatannya agar pelaporan lebih tertib, transparan, dan mudah dipertanggungjawabkan. “Hasil monitoring menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus memperbaiki sistem administrasi dan pelaporan. Dengan tata kelola yang semakin baik, kami berharap kualitas pelayanan pendidikan di MIN 2 Kota Malang juga terus meningkat,” pungkasnya.(hud/lim)

  • Riset Podcast Perempuan, Raih Doctor Cumlaude

    Dosen FISIP UNITRI

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Kabar membanggakan datang dari Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang. Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Dr. Sulih Indra Dewi, S.Sos., M.A, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Sosial bidang Ilmu Komunikasi di Universitas Airlangga (UNAIR) dengan predikat Cumlaude.

    Dalam Sidang Promosi Doktor yang digelar pada 16 Juli 2026, Dr. Sulih dinyatakan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91 setelah menuntaskan studi kurang dari empat tahun. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi FISIP UNITRI sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.

    Menurut Dr. Sulih, penelitian tersebut berangkat dari kegelisahannya terhadap masih dominannya perspektif patriarki dalam media massa. Dari hasil penelitiannya, ia memperkenalkan konsep baru yang diberi nama Digital Post-Colonial Feminism Counter-Hegemony.

    “Awalnya saya melihat podcast sebagai ruang alternatif melawan dominasi media. Namun, praktik podcast perempuan di Indonesia ternyata memiliki dinamika yang dipengaruhi sejarah kolonial, budaya, hingga relasi kuasa yang masih terasa sampai sekarang,” ujarnya kepada Malang Posco Media, Kamis, (23/7) kemarin.

    Disertasinya berjudul Suara Perempuan di Era Podcast: Digital Counter-Hegemony pada Praktik Podcast Perempuan di Indonesia. Penelitian tersebut mengulas bagaimana podcast berkembang menjadi media alternatif bagi perempuan. Baginya podcast untuk menyampaikan pengalaman, membangun identitas, serta menyuarakan pandangan yang selama ini kurang mendapat ruang di media arus utama.

    “Media audio seperti podcast memberi kebebasan bagi perempuan untuk mengekspresikan gagasan tanpa dibatasi penampilan fisik,” imbuh Dr. Sulih yang juga mantan penyiar radio dan produser podcast ini.

    Selain aktif sebagai dosen dan Kepala UPT Kerjasama dan Kantor Urusan Internasional UNITRI, Dr. Sulih juga menjalani research visit di University of Warsaw, Polandia, serta berkolaborasi dengan akademisi dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Malang.

    Ia mengaku tantangan terbesar selama studi bukan hanya persoalan akademik, melainkan bagaimana membagi waktu sebagai dosen, istri, dan ibu. Harapannya, kontribusinya dalam pengembangan pendidikan, penelitian, serta kerja sama internasional UNITRI, temuan ilmiahnya bisa menjadi referensi baru dalam kajian komunikasi digital, media alternatif, dan isu kesetaraan gender di Indonesia. “Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Hasilnya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, mahasiswa, dan masyarakat,” pungkasnya.(hud/lim)

  • UMM Dorong Strategi Komunikasi Berdampak

    Tuan Rumah Forum Humas PTS LLDIKTI VII

    MALANG POSCO MEDIA – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil peran strategis sebagai tuan rumah Forum Penguatan Humas Perguruan Tinggi Swasta (PTS) LLDIKTI Wilayah VII. Mengusung tema “Strategi Kehumasan untuk Mewujudkan Diktisaintek Berdampak”, agenda berskala regional ini sukses digelar di Ruang Sidang Senat (RSS) Kampus Putih pada, Rabu (22/7) guna merespons cepatnya arus informasi digital dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi.

    Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., mengapresiasi ekosistem akademik Kampus Putih yang sangat mendukung terlaksananya kolaborasi antar-kampus ini. Ia menyoroti bahwa humas merupakan elemen krusial dalam pemasaran pendidikan yang wajib diperkuat oleh kemampuan public relations mumpuni demi menciptakan reputasi institusi yang berdampak positif bagi masyarakat.

    “Di lingkungan PTS wilayah tujuh ini, seluruh kampus harus selalu solid dan tangguh. Jadikan setiap dinamika perubahan sebagai kekuatan untuk membentuk kehumasan yang produktif dan menjadi agen perubahan bernilai tambah bagi masyarakat luas,” tegasnya.

    Dari perspektif transformasi digital, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Kemdiktisaintek Doddy Zulkifli Indra Atmaja, S.I.Kom., M.Si., menekankan pentingnya pergeseran paradigma komunikasi publik. Institusi pendidikan dituntut untuk menghentikan publikasi yang sekadar bersifat seremonial dan beralih pada narasi penceritaan yang menonjolkan dampak nyata sebuah program bagi khalayak melalui komunikasi dua arah.

    “Humas di era sekarang tidak hanya dituntut untuk menghasilkan tumpukan rilis publikasi sebanyak-banyaknya, melainkan harus bisa memastikan bahwa pesan tersebut dipahami, mampu mengubah persepsi, dan benar-benar melahirkan kepercayaan yang berdampak,” urai Doddy.

    Pandangan tersebut diperkuat oleh Kepala Humas UMM Periode 2022-2025, Dr. M. Isnaini, M.Pd., yang menegaskan bahwa ujung tombak keberhasilan komunikasi eksternal bermula dari atmosfer kerja internal yang sehat. Pimpinan humas dituntut mampu merangkul tim lintas generasi untuk mengakomodasi ide kreatif media sosial dan bersikap responsif terhadap manajemen krisis.

    “Humas Kampus Putih adalah tameng sekaligus wajah terdepan dari sebuah kampus, maka ciptakanlah suasana kerja yang suportif dan humanis agar pesan yang keluar ke ruang publik tetap menyejukkan, terkendali, serta selaras dengan kebutuhan zaman,” paparnya.

    Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., turut merefleksikan makna esensial dari sebuah komunikasi publik perguruan tinggi. Ia menuturkan bahwa akar dari segala kesalahpahaman informasi sering kali bersumber dari ketidakselarasan frekuensi, sehingga penguatan etika kehumasan menjadi senjata utama bagi kampus untuk menyampaikan keunggulannya secara elegan di tengah gempuran informasi masa kini.

    “Menyampaikan sebuah kebenaran atau keunggulan perguruan tinggi itu harus dibarengi dengan strategi komunikasi dan etika yang tepat, sehingga pesan kebaikan tersebut tidak menjadi pahit dan pada akhirnya bisa diterima utuh oleh masyarakat,” pungkasnya. Sinergi yang terbangun melalui forum regional ini diharapkan tidak sekadar berhenti sebagai ajang diskusi seremonial, tetapi benar-benar terwujud dalam budaya kerja keseharian. Ke depan, praktisi humas perguruan tinggi dituntut untuk terus berinovasi menjadi garda terdepan dalam merawat reputasi institusi, membangun kepercayaan publik yang autentik, serta memberikan kontribusi dan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan bangsa.(lim)

  • UIN Malang Hadirkan S2 Hukum Ekonomi Syariah, Perkuat Pendidikan Pascasarjana di Bidang Muamalah

    MALANG POSCO MEDIA – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali memperkuat kiprahnya dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam. Melalui Fakultas Syariah, UIN Malang resmi memperoleh izin operasional Program Studi Magister (S2) Hukum Ekonomi Syariah (HES)/Muamalah yang akan mulai menerima mahasiswa pada Tahun Akademik 2026/2027.

    Kehadiran program studi baru ini menjadi langkah strategis UIN Malang dalam memperkuat pendidikan pascasarjana di bidang hukum ekonomi syariah sekaligus menjawab meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten di sektor industri halal, keuangan syariah, dan regulasi ekonomi Islam.

    Program Magister Hukum Ekonomi Syariah dibuka setelah melalui asesmen lapangan yang komprehensif serta memenuhi seluruh persyaratan akademik, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, kurikulum, hingga sarana dan prasarana pembelajaran. Fakultas Syariah memastikan seluruh ekosistem akademik telah siap menyelenggarakan pendidikan magister dengan standar mutu yang tinggi.

    Dekan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., menyampaikan rasa syukur atas terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) yang menjadi dasar izin operasional Program Magister Hukum Ekonomi Syariah.

    “Alhamdulillah, terbitnya KMA tentang izin operasional Program Magister Hukum Ekonomi Syariah menjadi kabar yang sangat membahagiakan bagi Fakultas Syariah UIN Malang. Ini merupakan peluang besar, khususnya bagi para alumni S1 Hukum Ekonomi Syariah yang selama ini harus melanjutkan studi ke perguruan tinggi lain karena UIN Malang belum memiliki program magister yang linier,” ujarnya.

    Menurut Prof. Umi, Program Studi S1 Hukum Ekonomi Syariah selama ini berkembang sangat baik dan memiliki banyak lulusan yang berminat melanjutkan studi. Namun, belum tersedianya program magister yang linier di UIN Malang membuat sebagian besar alumni harus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi lain.

    “Dengan hadirnya S2 HES, para alumni kini memiliki kesempatan melanjutkan studi secara linier di almamater sendiri. Ini menjadi peluang emas untuk meningkatkan kompetensi akademik sekaligus memperkuat keilmuan di bidang hukum ekonomi syariah,” katanya.

    Program Magister Hukum Ekonomi Syariah tidak hanya diperuntukkan bagi alumni UIN Malang, tetapi juga terbuka bagi lulusan Fakultas Syariah dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), perguruan tinggi swasta, maupun lulusan Fakultas Hukum yang ingin memperdalam kajian hukum ekonomi syariah.

    Saat ini, Fakultas Syariah bersama Pascasarjana UIN Malang terus mematangkan berbagai aspek penyelenggaraan program, mulai dari penyusunan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri, penataan tata kelola program studi, hingga penugasan dosen pengampu mata kuliah.

    “Dalam waktu dekat kami akan menuntaskan pematangan kurikulum, penataan pengelola program studi, penyusunan distribusi mata kuliah, hingga penugasan dosen pengampu. Kami ingin memastikan Program Magister Hukum Ekonomi Syariah hadir dengan kualitas akademik terbaik sejak angkatan pertama,” jelasnya.

    Dari sisi akademik, Program Magister Hukum Ekonomi Syariah diperkuat oleh sedikitnya empat guru besar serta sejumlah doktor yang memiliki kepakaran di bidang hukum ekonomi syariah, hukum bisnis, dan regulasi keuangan syariah. Dukungan sumber daya manusia tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi praktis dalam menjawab dinamika perkembangan industri ekonomi syariah.

    Prof. Umi berharap kehadiran program studi baru ini semakin memperkuat posisi UIN Malang sebagai pusat pengembangan keilmuan hukum ekonomi syariah di Indonesia.

    “Saya berharap sinergi antara Fakultas Syariah, Pascasarjana, bagian akademik universitas, Program Studi S1 Hukum Ekonomi Syariah, IKAFASYA, serta seluruh pimpinan UIN Malang mampu menjadikan Program Magister Hukum Ekonomi Syariah sebagai pilihan utama, khususnya bagi alumni HES UIN Malang maupun lulusan PTKIN di seluruh Indonesia. Insya Allah program ini akan memberikan kontribusi besar bagi pengembangan keilmuan dan praktik hukum ekonomi syariah di Indonesia,” pungkasnya. (adv/bua)

  • Perkuat Jejaring Global, 27 Mahasiswa UNAIR Ikuti KKN Internasional BBK di Shijiazhuang – China.

    MALANG POSCO MEDIA – Universitas Airlangga (UNAIR) terus menancapkan taringnya di kancah internasional. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Belajar Bersama Komunitas (BBK) dan Kampus Merdeka, sebanyak 27 mahasiswa UNAIR diterjunkan ke Shijiazhuang Tiedao University (STDU), Provinsi Hebei, Tiongkok, untuk menjalani program pengabdian dan akademik selama empat bulan sejak Juli 2026.

    ​Kolaborasi strategis antara UNAIR dan STDU ini berfokus pada tiga pilar utama, yakni pertukaran budaya, riset teknologi, serta pengabdian masyarakat yang berbasis pada Sustainable Development Goals (SDGs).

    UNAIR
    Mahasiswa UNAIR diterjunkan ke Shijiazhuang Tiedao University (STDU), Provinsi Hebei, Tiongkok, untuk menjalani program pengabdian dan akademik.

    ​Selama di Negeri Tirai Bambu, para mahasiswa disuguhkan dengan berbagai aktivitas komprehensif. Salah satunya adalah kelas Chinese Tie Dye, sebuah seni pewarnaan kain tradisional Tiongkok yang mengajarkan filosofi ketelitian, kesabaran, dan nilai keberlanjutan.

    Selain itu, mereka juga berkesempatan mengunjungi laboratorium canggih High Speed Laboratory di STDU guna mempelajari langsung kecanggihan sistem kereta api cepat China, yang selaras dengan pencapaian SDGs 9 terkait Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

    ​Dekan International of Education College Shijiazuan Tiedao University, Prof. Hu Zhinan, menyambut hangat kehadiran delegasi UNAIR. Ia mengapresiasi tinggi semangat dan kontribusi mahasiswa Indonesia dalam kegiatan akademik maupun sosial. Menurutnya, STDU bersama Pemerintah China sangat terbuka bagi mahasiswa asing, termasuk dari Indonesia.

    “Kami sangat mengapresiasi kontribusi mahasiswa UNAIR. Diskusi tentang transportasi berkelanjutan dan lingkungan sangat relevan dengan visi STDU. Kami berharap kerja sama ini bisa berlanjut ke riset bersama serta pertukaran dosen dan mahasiswa,” ujar Prof. Hu Zhinan.

    ​Lebih lanjut, Prof. Hu Zhinan memaparkan bahwa STDU memiliki berbagai program studi unggulan yang siap menampung mahasiswa internasional. Untuk program Sarjana (S1), tersedia jurusan teknik sipil, teknik elektro, teknik mekatronika, ilmu komputer, teknologi informasi, administrasi bisnis, manajemen dan ekonomi, serta bahasa mandarin.

    Prof. Hu Zhinan, Dekan International of Education College Shijiazhuang Tiedao University

    Sementara untuk program Magister (S2), terdapat jurusan teknik sipil, teknik elektro, dan administrasi bisnis. Sedangkan untuk program Doktoral (S3), STDU menawarkan program unggulan seperti teknik sipil, teknik lalu lintas dan transportasi, teknik mesin, teknik mekatronika, serta sains dan rekayasa manajemen.

    Senada dengan Dekan, Direktur International Student Education Department STDU, Dr. Li Jiangfeng menyatakan bahwa pihaknya sangat terbuka dengan mahasiswa dan sivitas akademika berbagai negara. Untuk mendukung hal tersebut, STDU bersama Pemerintah China sudah menyediakan berbagai skema beasiswa, mulai dari partial (sebagian) hingga fully funded (penuh).

    ​Selain menimba ilmu di STDU, para mahasiswa UNAIR juga melakukan kunjungan akademik ke Beijing Language and Culture University (BLCU), Tsinghua University, serta mengeksplorasi transformasi seni modern di 798 Art Museum di Beijing.

    ​Aksi nyata di lapangan juga ditunjukkan melalui community development berupa aksi bersih-bersih Sungai Hutuo bersama mahasiswa lokal demi mendukung SDGs 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak. Tak ketinggalan, edukasi mengenai pelestarian warisan budaya dan pengelolaan pariwisata berkelanjutan berbasis Green Campus juga dilakukan lewat kunjungan ke Tembok Besar China dan Kota Kuno Zhengding.

    Direktur International Student Education Department STDU, Dr. Li Jiangfeng

    ​Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Universitas Airlangga yang mendampingi mahasiswa ke China, Yutika Amelia Ph.D, menyatakan bahwa program ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk menjadi duta budaya sekaligus pembelajar global.

    ​”Kami berharap setiap langkah kecil di luar negeri ini berdampak nyata pada penguatan Green Campus dan pencapaian SDGs di Indonesia,” tutur Yutika.

    ​Rasa bangga juga diungkapkan oleh salah satu peserta KKN Internasional, Attalla Guni Ramadhan. Mahasiswa UNAIR ini mengaku bersyukur bisa mencicipi atmosfer akademik dan teknologi di China secara langsung. “Banyak ilmu baru tentang budaya, teknologi, dan cara mereka mengelola kampus yang bisa kami adaptasikan di UNAIR,” ungkapnya penuh antusias.

    Santy (tengah) selaku fasilitator kegiatan program KKN Internasional di China.

    Adapun Santy selaku fasilitator kegiatan menyatakan apresiasinya. “Terimakasih untuk Universitas Airlangga yang sudah mempercayakan program KKN Internasional di China kepada Santy, ini merupakan kepercayaan sekaligus bukti kualitas kami. Harapannya semoga dengan kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi dua negara dibidang budaya, pendidikan, penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

    ​Program KKN Internasional ini ditutup secara resmi dengan presentasi hasil pengabdian mahasiswa serta closing speech dari pihak STDU. Melalui momentum ini, 27 mahasiswa UNAIR diharapkan mampu menjadi jembatan kerja sama jangka panjang yang kokoh antara UNAIR dan STDU di bidang pendidikan, riset, dan pembangunan berkelanjutan. (*/bua)

  • Tim Dosen FTAB UB Dampingi CV Sumber Pangan Lestari Menuju Sertifikasi GMP dan HACCP Internasional

    MALANG POSCO MEDIA – Tim dosen dari Laboratorium Teknologi Pengolahan Pangan dan Biomasa, Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya melaksanakan kegiatan pendampingan di CV Sumber Pangan Lestari sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing industri pangan di pasar global.

    Kegiatan ini berfokus pada perbaikan proses produksi dan sistem manajemen sebagai persiapan menuju penerapan serta sertifikasi internasional Good Manufacturing Practices (GMP) dan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP).

    Pengamatan secara langsung kondisi fasilitas dan alur proses produksi di CV Sumber Pangan Lestari

    Kegiatan dipimpin oleh Prof. Dr. Widya Dwi Rukmi Putri, S.TP., M.P., selaku Kepala Laboratorium Teknologi Pengolahan Pangan dan Biomassa FTAB Universitas Brawijaya, bersama tim dosen dan tenaga ahli dari laboratorium tersebut.

    Pendampingan diawali dengan survei lapangan untuk mengamati secara langsung kondisi fasilitas dan alur proses produksi, kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama Bapak Ari Widodo beserta tim CV Sumber Pangan Lestari. Diskusi tersebut juga menghadirkan tim Laboratorium Teknologi Pengolahan Pangan dan Biomasa yang memiliki kompetensi di bidang sertifikasi HACCP, sehingga pembahasan dapat difokuskan pada strategi implementasi sistem keamanan pangan yang sesuai dengan standar internasional.

    Melalui kegiatan survei dan diskusi tersebut, tim memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi aktual perusahaan, mulai dari tata letak fasilitas, alur produksi, penerapan sanitasi dan higiene, sistem dokumentasi, hingga pengendalian mutu dan keamanan pangan.

    Hasil identifikasi ini menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi perbaikan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, sehingga implementasinya dapat dilakukan secara efektif, bertahap, dan berkelanjutan.

    Menurut Prof. Widya Dwi Rukmi penerapan GMP dan HACCP merupakan fondasi penting dalam membangun sistem manajemen keamanan pangan yang kuat. Dengan penerapan kedua standar tersebut, perusahaan tidak hanya mampu meningkatkan mutu dan keamanan produk, tetapi juga memperluas peluang memasuki pasar nasional maupun internasional yang menuntut jaminan keamanan pangan.

    “Harapan setelah pendampingan ini CV Sumber Pangan Lestari siap untuk tersertifikasi GMP dan HACCP mengingat layout, alur proses, serta keahlian tim manajemen mutu pangan sudah mulai disiapkan dengan baik terutama dengan adanya pendampingan dari tim ahli di Universitas Brawijaya,” ungkap Prof Widya Dwi Rukmi Putri.

    Pihak CV Sumber Pangan Lestari, melalui Bapak Ari Widodo beserta tim, menyambut baik kegiatan pendampingan ini. Diskusi yang berlangsung secara interaktif menghasilkan berbagai masukan teknis dan manajerial yang diharapkan dapat mempercepat kesiapan perusahaan dalam memenuhi persyaratan sertifikasi GMP dan HACCP sebagai bekal meningkatkan daya saing global.

    Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Universitas Brawijaya dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kapasitas industri.

    Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha diharapkan mampu menghasilkan industri pangan yang lebih kompetitif, berkelanjutan, dan siap bersaing di tingkat global melalui penerapan standar keamanan pangan internasional. (*/bua)

  • Kolaborasi Polinema-UNISMA, Perkuat Riset Energi Terbarukan

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang (Polinema) memperkuat kolaborasi dengan Fakultas Teknik Universitas Islam Malang (UNISMA) melalui kunjungan akademik yang digelar di laboratorium Polinema, akhir pekan kemarin. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan, riset terapan, hingga pengembangan teknologi energi terbarukan.

    Kunjungan tersebut juga diikuti dua peserta internasional, yakni Abderrahim Dadi dari Lorraine University, Prancis, serta Nadim A.A. Nasser Halima, mahasiswa magang internasional asal Palestina yang saat ini menjalani program di UNISMA. Kehadiran mereka memperkaya diskusi mengenai pengembangan energi bersih dan teknologi berkelanjutan.

    Sekretaris Jurusan Teknik Mesin Polinema Muhammad Fakhruddin, S.T., M.T., mengatakan sinergi antarkampus sangat penting untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan maupun masyarakat.

    “Kami berharap pertemuan ini menjadi awal kerja sama yang lebih erat, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya, Rabu, (22/7) kemarin.

    Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapat paparan mengenai berbagai inovasi Polinema di bidang energi terbarukan. Materi disampaikan Dr. Fengky Adie Perdana, S.Pd., M.Pd., bersama Ketua Program Studi Teknik Elektro Polinema.

    Paparan tersebut menjelaskan implementasi sistem Solar Photovoltaic (Solar PV) di lingkungan kampus, pengembangan sistem kelistrikan, hingga program pengabdian masyarakat melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

    Sementara itu, delegasi Fakultas Teknik UNISMA dipimpin Efendi S. Wirateruna, S.T., M.Sc., bersama sejumlah dosen. Efendi mengapresiasi sambutan hangat dari Polinema. “Dari pertemuan ini kami sepakat membuka peluang kolaborasi riset, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan inovasi energi bersih yang diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat dan dunia industri,” ujarnya.

    Rombongan kemudian meninjau Laboratorium PLTS serta sejumlah laboratorium pendukung. Mereka melihat secara langsung fasilitas pembelajaran, peralatan penelitian, dan penerapan teknologi energi terbarukan yang dimiliki Polinema.(hud/lim).

  • Universitas (UK) Cipta Wacana dan LLDIKTI Wilayah VII, Bersinergi Perkuat Tata Kelola Layanan Dosen

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG — Sebanyak 60 peserta dari berbagai perguruan tinggi swasta di Jawa Timur berkumpul di Universitas (UK) Cipta Wacana, Selasa (21/7), untuk mengikuti Klinik Mekanisme Pencairan Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Tahun 2026.

    Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII bekerja sama dengan Universitas (UK) Cipta Wacana tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola layanan dosen melalui penyamaan persepsi terhadap kebijakan dan mekanisme pencairan tunjangan profesi dosen.

    Acara dibuka oleh Rektor Universitas (UK) Cipta Wacana, Dr. Abd. Syakur, M.Pd., M.H., M.Ikom. Selanjutnya, Ketua LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dyah Sawitri, S.E., M.M., menyampaikan sambutan sekaligus materi utama mengenai kebijakan pencairan tunjangan profesi dosen dan tunjangan kehormatan.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi teknis berupa simulasi dan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Thohari, S.Kom., M.Kom. Melalui rangkaian materi tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi kebijakan serta tata kelola administrasi yang sesuai dengan ketentuan.

    Forum ini tidak hanya menjadi media penyampaian regulasi, tetapi juga ruang diskusi antarlembaga untuk menyamakan pemahaman terhadap berbagai aspek administratif yang berkaitan dengan layanan dosen. Melalui dialog yang interaktif, peserta dapat mengklarifikasi berbagai persoalan yang selama ini dihadapi dalam proses pengusulan maupun pencairan tunjangan profesi.

    Kesamaan persepsi tersebut diharapkan mampu memperkuat implementasi kebijakan di masing-masing perguruan tinggi sehingga layanan kepada dosen dapat berlangsung lebih tertib, transparan, dan akuntabel.

    Rektor Universitas (UK) Cipta Wacana, Dr. Abd. Syakur, M.Pd., M.H., M.Ikom., menilai bahwa penguatan tata kelola merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Menurutnya, keberhasilan implementasi kebijakan tidak hanya ditentukan oleh kualitas regulasi, tetapi juga oleh kesamaan pemahaman seluruh perguruan tinggi dalam menerapkannya.

    “Regulasi yang baik tidak cukup hanya dipahami secara administratif, tetapi juga harus diterjemahkan menjadi layanan yang memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi dosen. Karena itu, forum ini penting untuk membangun kesamaan pemahaman agar kebijakan dapat dijalankan secara tertib, akuntabel, dan tetap berpihak pada penguatan profesi dosen,” ujar Abd. Syakur kepada Malang Posco Media, Selasa (21/7)

    Ia menambahkan, sinergi antara LLDIKTI Wilayah VII dan perguruan tinggi merupakan modal penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan kebijakan nasional. Kolaborasi seperti ini tidak hanya memperkuat kualitas tata kelola, tetapi juga meningkatkan kapasitas institusi dalam menghadirkan layanan akademik yang semakin profesional.

    “Kualitas perguruan tinggi tidak hanya terlihat dari capaian akademiknya, tetapi juga dari cara institusi mengelola kepercayaan, melayani dosen, dan menjaga setiap proses tetap transparan. Bagi kami, sinergi seperti ini adalah ruang belajar bersama untuk memastikan tata kelola benar-benar mendukung profesionalisme dan kesejahteraan dosen,” pungkasnya.

    Dalam beberapa tahun terakhir, Universitas (UK) Cipta Wacana terus memperkuat kapasitas kelembagaan melalui berbagai kolaborasi bersama kementerian, LLDIKTI, serta mitra nasional maupun internasional. Penguatan tersebut menjadi bagian dari strategi institusi dalam meningkatkan mutu tata kelola, kualitas akademik, dan jejaring kemitraan, sekaligus mempersiapkan proses transformasi menuju Universitas Singhasari Indonesia (UNSI) sebagai perguruan tinggi yang adaptif, unggul, dan berdaya saing global.(adv/lim)