Perkuat Jejaring Global, 27 Mahasiswa UNAIR Ikuti KKN Internasional BBK di Shijiazhuang – China.

MALANG POSCO MEDIA – Universitas Airlangga (UNAIR) terus menancapkan taringnya di kancah internasional. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Belajar Bersama Komunitas (BBK) dan Kampus Merdeka, sebanyak 27 mahasiswa UNAIR diterjunkan ke Shijiazhuang Tiedao University (STDU), Provinsi Hebei, Tiongkok, untuk menjalani program pengabdian dan akademik selama empat bulan sejak Juli 2026.

​Kolaborasi strategis antara UNAIR dan STDU ini berfokus pada tiga pilar utama, yakni pertukaran budaya, riset teknologi, serta pengabdian masyarakat yang berbasis pada Sustainable Development Goals (SDGs).

UNAIR
Mahasiswa UNAIR diterjunkan ke Shijiazhuang Tiedao University (STDU), Provinsi Hebei, Tiongkok, untuk menjalani program pengabdian dan akademik.

​Selama di Negeri Tirai Bambu, para mahasiswa disuguhkan dengan berbagai aktivitas komprehensif. Salah satunya adalah kelas Chinese Tie Dye, sebuah seni pewarnaan kain tradisional Tiongkok yang mengajarkan filosofi ketelitian, kesabaran, dan nilai keberlanjutan.

Selain itu, mereka juga berkesempatan mengunjungi laboratorium canggih High Speed Laboratory di STDU guna mempelajari langsung kecanggihan sistem kereta api cepat China, yang selaras dengan pencapaian SDGs 9 terkait Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

​Dekan International of Education College Shijiazuan Tiedao University, Prof. Hu Zhinan, menyambut hangat kehadiran delegasi UNAIR. Ia mengapresiasi tinggi semangat dan kontribusi mahasiswa Indonesia dalam kegiatan akademik maupun sosial. Menurutnya, STDU bersama Pemerintah China sangat terbuka bagi mahasiswa asing, termasuk dari Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi kontribusi mahasiswa UNAIR. Diskusi tentang transportasi berkelanjutan dan lingkungan sangat relevan dengan visi STDU. Kami berharap kerja sama ini bisa berlanjut ke riset bersama serta pertukaran dosen dan mahasiswa,” ujar Prof. Hu Zhinan.

​Lebih lanjut, Prof. Hu Zhinan memaparkan bahwa STDU memiliki berbagai program studi unggulan yang siap menampung mahasiswa internasional. Untuk program Sarjana (S1), tersedia jurusan teknik sipil, teknik elektro, teknik mekatronika, ilmu komputer, teknologi informasi, administrasi bisnis, manajemen dan ekonomi, serta bahasa mandarin.

Prof. Hu Zhinan, Dekan International of Education College Shijiazhuang Tiedao University

Sementara untuk program Magister (S2), terdapat jurusan teknik sipil, teknik elektro, dan administrasi bisnis. Sedangkan untuk program Doktoral (S3), STDU menawarkan program unggulan seperti teknik sipil, teknik lalu lintas dan transportasi, teknik mesin, teknik mekatronika, serta sains dan rekayasa manajemen.

Senada dengan Dekan, Direktur International Student Education Department STDU, Dr. Li Jiangfeng menyatakan bahwa pihaknya sangat terbuka dengan mahasiswa dan sivitas akademika berbagai negara. Untuk mendukung hal tersebut, STDU bersama Pemerintah China sudah menyediakan berbagai skema beasiswa, mulai dari partial (sebagian) hingga fully funded (penuh).

​Selain menimba ilmu di STDU, para mahasiswa UNAIR juga melakukan kunjungan akademik ke Beijing Language and Culture University (BLCU), Tsinghua University, serta mengeksplorasi transformasi seni modern di 798 Art Museum di Beijing.

​Aksi nyata di lapangan juga ditunjukkan melalui community development berupa aksi bersih-bersih Sungai Hutuo bersama mahasiswa lokal demi mendukung SDGs 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak. Tak ketinggalan, edukasi mengenai pelestarian warisan budaya dan pengelolaan pariwisata berkelanjutan berbasis Green Campus juga dilakukan lewat kunjungan ke Tembok Besar China dan Kota Kuno Zhengding.

Direktur International Student Education Department STDU, Dr. Li Jiangfeng

​Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Universitas Airlangga yang mendampingi mahasiswa ke China, Yutika Amelia Ph.D, menyatakan bahwa program ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk menjadi duta budaya sekaligus pembelajar global.

​”Kami berharap setiap langkah kecil di luar negeri ini berdampak nyata pada penguatan Green Campus dan pencapaian SDGs di Indonesia,” tutur Yutika.

​Rasa bangga juga diungkapkan oleh salah satu peserta KKN Internasional, Attalla Guni Ramadhan. Mahasiswa UNAIR ini mengaku bersyukur bisa mencicipi atmosfer akademik dan teknologi di China secara langsung. “Banyak ilmu baru tentang budaya, teknologi, dan cara mereka mengelola kampus yang bisa kami adaptasikan di UNAIR,” ungkapnya penuh antusias.

Santy (tengah) selaku fasilitator kegiatan program KKN Internasional di China.

Adapun Santy selaku fasilitator kegiatan menyatakan apresiasinya. “Terimakasih untuk Universitas Airlangga yang sudah mempercayakan program KKN Internasional di China kepada Santy, ini merupakan kepercayaan sekaligus bukti kualitas kami. Harapannya semoga dengan kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi dua negara dibidang budaya, pendidikan, penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

​Program KKN Internasional ini ditutup secara resmi dengan presentasi hasil pengabdian mahasiswa serta closing speech dari pihak STDU. Melalui momentum ini, 27 mahasiswa UNAIR diharapkan mampu menjadi jembatan kerja sama jangka panjang yang kokoh antara UNAIR dan STDU di bidang pendidikan, riset, dan pembangunan berkelanjutan. (*/bua)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *