Orangtua Padati SDN Kauman 1 Malang di Hari Pertama MPLS, 80 Persen Siswa Baru Diantar Ayah

Written by

in

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Suasana hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri Kauman 1 Malang, Senin (13/7) pagi, dipenuhi antusiasme para orang tua. Sejak pagi, halaman sekolah ramai dipadati wali murid yang mengantar putra-putrinya, terutama siswa kelas 1 yang baru memulai jenjang pendidikan dasar.

Kepala SD Negeri Kauman 1 Malang, Sentot Hariyanto, mengatakan sekolah memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mengantarkan anak hingga ke ruang kelas pada hari pertama. Kebijakan tersebut sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Malang, yakni Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (Gamas).

“Tahun ini kami menerima 84 murid baru. Hampir 80 persen siswa baru tadi diantar ayahnya. Kami membolehkan orang tua masuk sampai ke kelas agar mengetahui tempat duduk anaknya dan membuat mereka lebih nyaman pada hari pertama sekolah,” ujar Hari, sapaan akrabnya.

Usai penyambutan, para siswa langsung mengikuti rangkaian kegiatan MPLS yang diawali dengan pengenalan berbagai kegiatan ekstrakurikuler (ekskul). SD Negeri Kauman 1 memiliki 11 pilihan ekskul yang diperkenalkan melalui penampilan sejumlah perwakilan, seperti tari dan karate.

Menurut Hari, pengenalan ekskul sejak awal diharapkan dapat membantu siswa menemukan minat dan bakatnya. Sekolah pun menargetkan setiap siswa mampu meraih sedikitnya satu prestasi selama menempuh pendidikan di SD Negeri Kauman 1.

“Kami ingin siswa mengenal seluruh kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah. Harapannya, setiap anak memiliki ruang untuk berkembang dan minimal memiliki satu prestasi selama bersekolah di sini,” katanya.

Selama sepekan pelaksanaan MPLS, sekolah juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi untuk memberikan pembekalan kepada siswa. Di antaranya dari kepolisian yang memberikan edukasi mengenai bahaya dan pencegahan perundungan (bullying), Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang tentang penyalahgunaan narkoba, serta TNI yang memberikan pelatihan baris-berbaris guna menanamkan disiplin sejak dini.

Meski mendorong lahirnya berbagai prestasi, Hari menegaskan fokus utama sekolah tetap pada pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, disiplin, ketertiban, percaya diri, dan kemandirian merupakan fondasi utama yang akan mendukung keberhasilan akademik maupun nonakademik.

“Jika karakter disiplin, tertib, percaya diri, dan mandiri sudah tertanam kuat dalam diri siswa, maka prestasi akademik maupun nonakademik akan mengikuti dengan sendirinya. Itu yang menjadi fokus utama kami dalam membentuk profil lulusan yang berkualitas,” pungkasnya. (fir/aim)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *