MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang harus bekerja lebih keras untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir hingga akhir tahun nanti. Hal tersebut menyusul realisasi capaian retribusi parkir selama setengah tahun ini yang masih perlu ditingkatkan.
Hingga pertengahan tahun ini, capaian retribusi parkir belum mencapai separuh dari target yang ditetapkan. Bahkan, angkanya belum menyentuh 40 persen. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Malang, Rahmat Hidayat, Kamis (2/7) kemarin.
“Per 30 Juni 2026, total realisasi retribusi parkir Rp 5.433.442.443, (dari) target Rp 15.000.000.000 atau sekitar 36,22 persen,” ungkap Rahmat kepada Malang Posco Media, kemarin.
Total realisasi retribusi parkir ini berasal dari dua sektor. Yakni parkir tepi jalan umum dan sektor parkir khusus. Secara rinci, selama setengah tahun ini, sektor parkir tepi jalan umum baru terealisasi Rp 2.773.018.637, atau capaiannya baru 32,62 persen dari target tahun ini sebesar Rp 8,5 Miliar.
Rahmat mengakui, dari tepi jalan umum ini masih perlu ditingkatkan karena titik parkir tepi jalan umum saja sebenarnya mencapai 815 titik se-Kota Malang. “Kedepan akan kami akan intensifkan pengawasannya,” tegas dia.
Selain meningkatkan pengawasan, Rahmat juga menyebut kedepannya akan ada upaya optimalisasi melalui skema pembayaran QRIS yang sebenarnya telah dirintis beberapa waktu lalu di sejumlah titik parkir tepi jalan umum.
“QRIS yang di tepi Jalan umum itu menunggu Ranperda Penyelenggaraan Parkir diundangkan dan termasuk imbal jasa. Karena QRIS nanti langsung masuk Rekening Kas Umum Daerah (RKUD),” tambah dia.
Sementara retribusi dari sektor parkir khusus mencatatkan capaian lebih baik, yakni Rp 2.660.423.806 atau 40,93 persen dari target tahun ini sebesar Rp 6,5 Miliar. Parkir khusus ini mencakup beberapa lokasi yang telah ditetapkan Dishub, dengan sebagian dikelola oleh masyarakat dan sebagian lagi dikelola oleh Dishub sendiri.
“Yang dikelola langsung oleh Dishub ada enam titik yaitu Stadion Gajayana, MCC, Blok Office, RSUD, Pasar Induk Gadang dan Gedung Parkir Kayutangan. Sedangkan yang dikelola oleh jukir ada 25 titik, antara lain seperti puskesmas, Pasar Blimbing, Pasar Bunga, Tarekot, Terminal Arjosari, Pasar Lesanpuro, Pasar Besar, Pasar Bunulrejo, dan lain lain,” sebut Rahmat. (ian/van)
Leave a Reply