DPRD Minta Maksimalkan BUMD Genjot Pendapatan

Written by

in

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Ketua DPRD Kota Batu, HM Didik Subianto, meminta eksekutif untuk tidak hanya bertumpu pada sektor pajak dan retribusi daerah dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dirinya mendesak agar optimalisasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi prioritas strategis yang digarap serius.

​Menurut Didik, potensi BUMD milik Pemkot Batu masih sangat besar dan belum tergarap secara maksimal untuk menyumbang dividen yang signifikan bagi kas daerah.

​”Kami di legislatif meminta eksekutif tidak hanya mengambil jalan pintas dengan mengutamakan penarikan pajak dan retribusi dari masyarakat. Sektor usaha daerah atau BUMD yang kita miliki harus dipacu agar bisa lebih produktif,” ujar Didik kepada Malang Posco Media.

​Politisi senior ini menekankan bahwa jika eksekutif terlalu fokus pada intensifikasi pajak dan retribusi, dikhawatirkan hal tersebut dapat memberikan beban tambahan bagi iklim usaha dan masyarakat pascapemulihan ekonomi. Sebaliknya, BUMD seharusnya hadir sebagai mesin pencetak profit yang mandiri dan profesional.

​Ia mencontohkan beberapa sektor potensial di Kota Batu, mulai dari pariwisata, pengelolaan air bersih, hingga pengelolaan aset daerah yang mestinya bisa dikelola di bawah payung BUMD secara komersial dan sehat.

​Ada dua poin krusial yang disoroti oleh Ketua DPRD terkait pengembangan BUMD ke depan deperti ​restrukturisasi manajemen dengan menempatkan jajaran direksi dan manajemen BUMD yang profesional, kompeten, dan memiliki visi bisnis yang kuat, bukan sekadar titipan jabatan.

“Hal itu bisa dilakukan dengan revitalisasi BUMD seperti BWR, diketahui setelah proses seleksi ulang di tahun 2026. Ini pada tahun 2027 BUMD bisa diproyeksikan bertransformasi total menjadi motor penggerak sektor UMKM, Agrobisnis dan Pariwisata yang tentunya belum dilaksanakan oleh pihak swasta,” terangnya.

Melalui BWR ​harus ada inovasi bisnis, artinya BUMD dituntut tidak monoton dalam menjalankan unit usahanya, melainkan harus mampu menangkap peluang pasar baru di Kota Batu yang dikenal sebagai kota wisata.

​”Jika BUMD dikelola dengan manajemen yang sehat dan inovatif, kontribusinya ke PAD akan melonjak. Dengan begitu, ketergantungan kita pada pajak dan retribusi daerah bisa diseimbangkan, dan pembangunan Kota Batu bisa berjalan lebih akseleratif,” pungkasnya. (eri/lim)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *