Tag: eri

  • Prasasti Sangguran Perkuat Narasi Kota Agro Kreatif Berbasis Budaya

    Tim KaTa Kreatif Verifikasi Lapangan Ekosistem Gastronomi Kota Batu

    MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Tim Penilai Nasional Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) Kementerian Ekonomi Kreatif melaksanakan uji petik lapangan di Kota Batu pada 29–31 Juli 2026 sebagai bagian dari proses verifikasi usulan Kota Batu menjadi Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia dengan subsektor unggulan gastronomi (kuliner). Verifikasi dilakukan melalui observasi langsung terhadap kekuatan ekosistem ekonomi kreatif.

    Mulai dari rantai pasok pertanian, pengolahan pangan, inovasi produk, pemasaran, hingga kolaborasi lintas subsektor yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif daerah. Seluruh hasil observasi lapangan akan menjadi dasar penyusunan Berita Acara Hasil Uji Petik (BAHUP) sebagai salah satu tahapan penetapan Kota Batu dalam jejaring Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia.

    Anggota Tim Penilai Nasional KaTa Kreatif Kirno, menjelaskan bahwa proses uji petik bukan merupakan ajang kompetisi antardaerah, melainkan proses verifikasi untuk memastikan bahwa data yang disampaikan pemerintah daerah benar-benar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

    “Yang kami lihat adalah apakah data yang disampaikan pemerintah daerah benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Kami menilai perkembangan masyarakat, keterhubungan ekosistem dari hulu hingga hilir, serta kolaborasi antarsubsektor. Nantinya hasil verifikasi menjadi dasar penetapan subsektor unggulan daerah,” ujarnya.

    Menurut Kirno, saat ini baru 86 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai bagian dari Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia. Apabila seluruh tahapan verifikasi dapat dipenuhi, Kota Batu berpeluang menjadi kabupaten/kota kreatif ke-87. Ia juga menjelaskan bahwa mekanisme KaTa Kreatif kini menggunakan skema self declare, sehingga daerah yang memiliki komitmen kuat dapat mengajukan diri tanpa harus menunggu penunjukan dari pemerintah pusat.

    Sekretaris Daerah Kota Batu Alfi Nurhidayat menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim Penilai Nasional dan optimistis Kota Batu layak ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Kreatif dengan subsektor unggulan gastronomi. “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Tim Penilai Nasional. Ini menjadi jawaban atas ikhtiar yang selama ini dibangun bersama seluruh unsur pentahelix. Kota Batu percaya diri mengusung subsektor kuliner karena memiliki ekosistem yang kuat dari hulu hingga hilir,” katanya.

    Menurut Alfi, hasil observasi lapangan justru menunjukkan bahwa potensi ekonomi kreatif yang berkembang di masyarakat lebih besar dibandingkan data yang telah dihimpun sebelumnya. “Apa yang ditemukan di lapangan justru lebih banyak daripada data yang kami miliki. Ini menunjukkan ekosistem ekonomi kreatif Kota Batu tumbuh secara alami, bukan dibuat-buat untuk kepentingan penilaian. Pelaku usaha, hotel, restoran, kafe, UMKM, hingga masyarakat saling berkompetisi secara sehat menghadirkan inovasi kuliner yang semakin memperkuat identitas Kota Batu,” ujarnya.

    Ketua Komisi Pelaksana Komite Ekonomi Kreatif Kota Batu M. Anwar menilai kekuatan gastronomi Kota Batu tidak hanya bertumpu pada hasil pertanian maupun inovasi produk kuliner, tetapi memiliki legitimasi sejarah yang kuat melalui Prasasti Sangguran, peninggalan penting yang menandai Batu sebagai wilayah Sima pada masa Jawa Kuna.

    “Selama ini gastronomi sering dipahami sebatas makanan dan minuman. Padahal, jika kita membaca Prasasti Sangguran sebagai sumber pengetahuan kebudayaan, kita menemukan fondasi yang jauh lebih dalam. Batu sejak dahulu merupakan wilayah Sima yang memiliki tata kelola ruang, pertanian, dan kehidupan masyarakat yang tertib serta berkelanjutan. Dari sanalah lahir tradisi mengolah hasil bumi sebagai bagian dari identitas masyarakat,” jelas Anwar.

    Menurutnya, nilai yang terkandung dalam Prasasti Sangguran memperlihatkan bahwa pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi bagian dari tata kehidupan masyarakat yang menghormati keseimbangan antara manusia, alam, dan ruang hidup.

    “Jejak itu masih hidup hingga sekarang melalui tradisi Selamatan Desa dengan Nasi Tumpeng sebagai ritual syukur atas hasil panen yang diwariskan lintas generasi. Artinya, gastronomi Batu memiliki kesinambungan sejarah. Mulai dari manuskrip budaya dalam Prasasti Sangguran hingga praktik budaya yang masih dijalankan masyarakat hari ini. Inilah kekuatan narasi yang membedakan Batu, bukan hanya sebagai kota wisata, tetapi sebagai kota yang memiliki peradaban gastronomi,” bebernya.

    Anwar menambahkan, penyelenggaraan Puja Manusuk Sima Prasasti Sangguran Kaping V Tahun 2026 pada 2 Agustus mendatang menjadi momentum penting untuk menghubungkan warisan sejarah dengan arah pembangunan ekonomi kreatif masa kini.

    “Tema ‘Menyapa Ulang Jejak Peradaban, Meneguhkan Identitas Batu sebagai Wilayah Sima dan Menghidupkan Batu sebagai Kota Agro Kreatif Gastronomi’ merupakan penegasan bahwa pembangunan Kota Batu harus berpijak pada identitasnya sendiri. Pertanian menjadi sumber bahan baku, budaya menjadi ruhnya, sedangkan gastronomi menjadi wajah yang mempertemukan sejarah, pariwisata, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

    Senada dengan itu, Koordinator Forum Lintas Komunitas Batu Creative Hub (BCH) Alan W. Hafiludin mengatakan bahwa kekuatan utama Kota Batu justru terletak pada kolaborasi lintas komunitas yang tumbuh secara organik.

    “Program KaTa Kreatif membuktikan bahwa membangun kota kreatif tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Yang paling menentukan adalah kemampuan seluruh ekosistem untuk berkolaborasi. Di Batu, komunitas, pelaku usaha, akademisi, media, pemerintah, hingga lembaga keuangan telah membangun ruang kolaborasi yang saling menguatkan,” ujarnya.

    Menurut Alan, proses uji petik menjadi kesempatan memperlihatkan bagaimana setiap subsektor saling terhubung membentuk rantai nilai ekonomi kreatif. “Ketika petani menghasilkan bahan baku, pelaku kuliner mengolahnya menjadi produk, desainer memperkuat identitas merek, media mempromosikannya, komunitas menggerakkan aktivitas kreatif, dan sektor pariwisata menghadirkan pengalaman kepada wisatawan, di situlah ekosistem ekonomi kreatif bekerja. Kolaborasi seperti inilah yang menjadi modal utama Batu menuju Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia,” katanya.

    Ia berharap pengakuan sebagai KaTa Kreatif nantinya menjadi awal penguatan ekosistem ekonomi kreatif yang semakin inklusif, berkelanjutan, dan berakar pada potensi lokal. Selama tiga hari pelaksanaan uji petik, Tim Penilai Nasional mengunjungi sejumlah lokus strategis yang menggambarkan rantai nilai gastronomi Kota Batu.

    Hari pertama diawali di Pasar Induk Among Tani untuk melihat aktivitas pusat kuliner dan distribusi bahan pangan, dilanjutkan ke Kampung Ekraf Rejoso yang memperlihatkan keterhubungan subsektor kriya dengan kuliner melalui produksi alat dapur tradisional. Kemudian ke Kampung Tempe Beji yang menampilkan kolaborasi kuliner, kriya, desain, dan budaya melalui olahan tempe serta batik motif tempe.

    Tim juga mengunjungi PLUT UMKM Kota Batu, melakukan audiensi bersama Wali Kota Batu, serta meninjau sentra kuliner di kawasan Alun-Alun Batu. Pada hari kedua, verifikasi berlanjut ke Punk Potatoes, Pabriek Apel, Wisata Dusun Kuliner, Ramayana, SLB EM, Flamboyan, Studio ATV, Forum Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), hingga Galeri Raos guna melihat integrasi inovasi produk, desain, media, seni, dan promosi ekonomi kreatif.

    Sementara pada hari ketiga, Tim Penilai Nasional bersama unsur akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, media, dan lembaga keuangan mengikuti Focus Group Discussion (FGD) di Balai Kota Among Tani untuk memaparkan hasil observasi lapangan, menyepakati subsektor unggulan, menyusun rekomendasi pengembangan ekonomi kreatif, serta menandatangani Berita Acara Hasil Uji Petik.(eri/lim)

  • SDN Temas 1 Pasca Ditinggal Pihak Ketiga, Siswa Tetap Semangat Belajar di Ruang Kelas Tanpa Dinding

    MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Pemandangan tak biasa terlihat dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Temas 1. Para siswa tampak tetap khidmat mengikuti pelajaran meski harus berada di dalam ruang kelas dengan kondisi bangunan yang belum selesai terpasang tembok dan jendela secara utuh.

    Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak dinding kelas bagian samping dan belakang masih berupa susunan batu bata merah tanpa plesteran, serta terdapat bukaan besar tanpa jendela yang langsung menghadap ke area luar.

    Diberitakan Malang Posco Media pada Februari lalu, bahwa kondisi memprihatinkan bukan karena Pemkot Batu, melainkan karena pihak rekanan atau kontraktor yang tidak tuntas dalam mengerjakan proyek pembangunan di tiga sekolah.

    Parahnya lagi, dari satu pelaksana mengerjakan tiga proyek pembangunan sekolah gagal diselesaikan. Dari penelusuran Malang Posco Media ada pembangunan di tiga sekolah yang gagal dituntaskan. Yakni SMPN 4 Kota Batu, SDN Temas 1 dan SDN Sisir 1. Proyek tersebut dianggarkan melalui Dinas Pendidikan tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp 2,5 miliar lebih. 

    Menanggapi keadaan tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M Nur Adhim mengatakan bahwa pihaknya akan mengupayakan pembangunan dan menganggarkan di PAK 2026. “Tentunya akan diupayakan segera diselesikan sehingga anak-anak dapat belajar di tempat yang nyaman,” ujar Adhim kepasa Malang Posco Media, Rabu (29/7).

    Sementara itu, Sekda Kota Batu Alfi Nurhidayat yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan mengatakan bahwa dirinya telah mengambil kebijakan dengan skenario pembangunan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT). “Sebenarnya saat masih di Dindik skenario untuk melanjutkan pengerjaan bangunan di tiga sekolah menggunakan BTT. Tapi masih belum terlaksana karena menunggu audit dari BPK,” ungkapnya.

    Terbaru, dari hasil rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menegaskan bahwa permasalahan itu harus diselesaikan tahun ini. Dengan begitu, pelaksanaan anggaran harus bisa dilakukan pada PAK 2026.

    Dilihat melalui laman LPSE Kota Batu. Tiga bangunan sekolah yang mangkrak meliputi, Pertama pembangunan gedung ruang guru dan kepsek di SMPN 4 Kota Batu dimenangkan oleh PT ALNUSAKON ERA LAJU Jl. Garuda No. 29 C Lantai 1, Gunung Sahari Selatan-Kemayoran, – Jakarta Pusat (Kota) – DKI Jakarta dengan nilai Rp. 1.202.481.136,54.

    Pembangunan di SMPN 4 Kota Batu hanya selesai 20 persen lalu ditinggalkan oleh pelaksana.

    Kemudian PT ALNUSAKON ERA LAJU juga mengerjakan Rehab ruang kelas, kepsek, guru, UKS dan Perpustakaan SDN Sisir 1. Dengan nilai kontrak Rp 668 juta. Proyek juga hanya berjalan sekitar 30 persen.  PT ALNUSAKON ERA LAJU juga mengerjakan ruang kelas di SDN Temas 1. Total nilai kontak senilai Rp 723 juta dan ditinggalkan sebelum selesai.(eri/lim)

  • Diskumperindag Kota Batu Genjot Transformasi Digital dan Kesehatan Koperasi

    MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Ke-79 Tahun 2026, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu mempertegas komitmennya dalam memperkuat peran koperasi sebagai soko guru perekonomian daerah.

    Mengusung semangat Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya – MBATU SAE, Pemkot Batu merancang serangkaian program strategis guna mendorong pembenahan tata kelola, peningkatkan kapasitas SDM, serta akselerasi digitalisasi.  Plt. Kepala Diskumperindag Kota Batu Dian Fachroni, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan tahun 2026, tercatat ada 235 unit koperasi yang beroperasi di wilayah Kota Batu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 koperasi dikategorikan sehat karena konsisten menerapkan tata kelola yang baik, prinsip perkoperasian yang kuat, serta menunjukkan pertumbuhan aset yang positif.

    “Koperasi dituntut tidak sekadar hadir, tetapi harus tumbuh berdaya, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan taraf hidup masyarakat. Oleh karena itu, selain membina 65 koperasi sehat, fokus pembinaan khusus kami arahkan pada 24 Koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan,” ujar Dian kepada Malang Posco Media, Rabu (29/7) kemarin. 

    Dian tidak menampik adanya berbagai tantangan klasik yang masih membayangi dinamika perkoperasian di Kota Batu. Beberapa masalah utama antara lain tata kelola yang belum transparan, kapasitas SDM yang terbatas dalam memahami regulasi dan teknologi digital, hingga stagnasi usaha akibat koperasi hanya melayani kebutuhan dasar anggota tanpa memiliki daya saing eksternal.

    Selain itu, adanya unit koperasi pasif/ tidak aktif turut menjadi beban administrasi yang harus segera direstrukturisasi. “Kami melakukan tindakan tegas dan terukur melalui inventarisasi serta restrukturisasi terhadap entitas koperasi tidak aktif. Pada saat yang sama, pengawasan berkala dan penilaian kesehatan tahunan terus kami perketat, terutama bagi koperasi yang disiplin menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT),” tegas Dian. 

    Guna mencetak insan koperasi yang tangguh, Diskumperindag Kota Batu telah menggelar berbagai kegiatan pemberdayaan dan pengawasan sepanjang periode April hingga Juli 2026. Untuk pemberdayaan di bulan April dan Juni telah dilakukan sosialisasi peran dan kemandirian koperasi yang diikuti oleh 220 peserta teredukasi.

    Kemudian untuk pengawasan dan tata kelola pada Mei dengan pelatihan penguatan tata kelola kelembagaan (fokus Koperasi Merah Putih) dengan 78 peserta terlatih. Ada juga program pelayanan dan legalitas pada Mei sebagai fasilitasi Izin Usaha Simpan Pinjam dan Bimbingan Teknis Online Data System (ODS) yang memfasilitasi 57 koperasi.

    Untuk pendidikan dan SDM pada Juli dilakukan pelatihan Koperasi Berkualitas menyambut puncak Peringatan Harkopnas Ke-79. Salah satu pencapaian krusial yang disoroti adalah suksesnya pelaksanaan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang telah diikuti oleh 132 pengurus dan pengawas dari 27 Koperasi Simpan Pinjam di Kota Batu. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin profesionalisme dan transparansi pengelola dana anggota. 

    Ke depan, Pemkot Batu melalui Diskumperindag bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Batu akan terus menggenjot literasi digital dan kewirausahaan. Pemanfaatan teknologi informasi dipandang sebagai kunci utama agar administrasi koperasi lebih rapi dan jangkauan pasar usaha produktif semakin luas. 

    “Melalui kolaborasi erat antara Pemerintah Kota Batu, Dekopinda, dan seluruh insan perkoperasian, kita tidak hanya membina pertumbuhan usaha semata, tetapi juga menumbuhkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warga Kota Batu,” pungkasnya.(eri/lim)

  • Kota Batu Siap ‘Meledak’ Akhir Pekan Ini, Banjir Event Internasional Hingga Parade Bantengan

    MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Siapkan fisik dan kesabaran Anda! Kota Wisata Batu diprediksi bakal menjadi pusat lautan manusia pada akhir pekan ini. Tak tanggung-tanggung, sederet agenda raksasa berskala regional hingga internasional dipastikan tumpah ruah secara bersamaan mulai Jumat (31/7) hingga Minggu (2/8).

    Rangkaian pesta event ini akan dibuka oleh aksi memukau para atlet mancanegara dalam Kejuaraan Paralayang Level Asia yang siap mewarnai langit Gunung Banyak selama tiga hari penuh. Suasana kian membara ketika raungan mesin dan nostalgia otomotif klasik menyusul lewat gelaran Jambore Vespa di kawasan Pujon pada Sabtu dan Minggu.

    Sementara bagi para pemburu hiburan malam, panggung musik meriah di Batu Night Spectacular (BNS) sudah siap memanjakan para wisatawan sepanjang akhir pekan. Puncak kepadatan arus lalu lintas diproyeksikan mencapai puncaknya pada, Minggu (2/8).

    Masih di hari Minggu (2/8), sejak terbit matahari, ribuan pelari dari berbagai daerah akan memadati area Oro-Oro Ombo dalam ajang Nilaya Run. Pesta rakyat ini kemudian disusul oleh magnet utama yang paling ditunggu-tunggu masyarakat, yakni parade seni budaya kolosal Bantengan Nuswantara yang bakal mengguncang jalanan pusat kota mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

    Menanggapi potensi kelumpuhan arus lalu lintas, Satlantas Polres Batu mengambil langkah tegas dengan memberlakukan penutupan total di sejumlah ruas jalan protokol utama. Hal itu ditegaskan oleh Kasat Lantas Polres Batu AKP Jaka.

    “Penutupan menyeluruh ini melingkupi Jalan Agus Salim, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Panglima Sudirman. Nantinya rekayasa lalin menggunakan skema pengalihan arus telah dimatangkan agar mobilitas warga dan wisatawan tidak mati total,” ujar AKP Jaka kepada Malang Posco Media.

    Ia menjelaskan bahwa penutupan di jalur-jalur utama tersebut mulai berlaku efektif pada, Minggu pagi pukul 09.00 WIB sampai seluruh rangkaian acara selesai, sembari menyiagakan jalur alternatif yang nyaman bagi para pengendara.

    “Untuk itu Polres Batu menghimbau kepada para pengguna jalan dan meminta masyarakat dan wisatawan untuk ekstra berhati-hati, mematuhi arahan petugas di lapangan. Serta sebisa mungkin menghindari area pusat kota jika tidak ada keperluan mendesak,” tegasnya.

    “Bagi Anda yang berencana menikmati akhir pekan di Kota Batu, sangat disarankan untuk berangkat lebih awal demi menghindar dari jebakan kemacetan. Pengunjung juga diimbau rutin memantau pembaruan lalu lintas berkala melalui media sosial resmi kepolisian setempat. Serta mengandalkan navigasi GPS untuk mencari rute alternatif tercepat,” imbuhnya. (eri/lim)

  • Pemeriksaan Gratis Jatim Park, Cek Kesehatan Sambil Berwisata di The Bagong Adventure Museum Tubuh

    MALANG POSCO MEDIA – Berwisata umumnya identik dengan menikmati wahana atau berfoto di berbagai spot menarik. Namun, pengalaman berbeda dapat ditemukan di The Bagong Adventure Museum Tubuh, tempat edukasi yang mengajak pengunjung mengenal tubuh manusia sekaligus memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis Jatim Park yang tersedia selama kunjungan. Konsep ini menjadikan aktivitas rekreasi berpadu dengan kepedulian terhadap kesehatan dalam satu destinasi.

    Sebagai museum anatomi manusia yang dikenal dengan berbagai koleksi edukatifnya, The Bagong Adventure Museum Tubuh menghadirkan fasilitas pemeriksaan kesehatan yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung sesuai kategori usia. Kehadiran layanan ini menjadi pelengkap setelah menjelajahi berbagai zona yang membahas sistem organ, fungsi tubuh, hingga proses biologis manusia secara interaktif.

    Beberapa layanan yang tersedia dapat dinikmati tanpa biaya tambahan. Pengunjung dapat melakukan pemeriksaan mata, mengetahui golongan darah, hingga memanfaatkan layanan hair analyzer untuk mengenali kondisi kesehatan rambut. Bagi pengunjung berusia 25 tahun ke atas, tersedia pemeriksaan gula darah dan asam urat yang dapat menjadi langkah awal untuk mengenali kondisi kesehatan sehari-hari.

    Museum ini juga menyediakan body fat check bagi pengunjung berusia 20 hingga di bawah 40 tahun. Pemeriksaan tersebut membantu memberikan gambaran mengenai komposisi lemak tubuh sebagai bagian dari edukasi gaya hidup sehat. Sementara itu, pengunjung berusia 40 tahun ke atas dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan osteoporosis yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan tulang seiring bertambahnya usia.

    Selain layanan gratis tersebut, tersedia pula fasilitas skin analyzer dengan biaya Rp15.000 per pemeriksaan. Melalui alat ini, pengunjung dapat mengetahui kondisi kulit secara lebih detail sehingga memperoleh informasi yang dapat menjadi referensi dalam perawatan kulit sehari-hari.

    Keberadaan fasilitas kesehatan ini memperkuat karakter The Bagong Adventure Museum Tubuh sebagai destinasi wisata edukasi yang menghadirkan pengalaman belajar secara aplikatif. Pengunjung tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai anatomi manusia melalui berbagai media interaktif, tetapi juga memiliki kesempatan mengenali kondisi kesehatannya sendiri melalui pemeriksaan yang dilakukan di lokasi.

    dr. Novita Megawati, S.Ked.,M.M, Asisten Manager Jawa Timur Park 1 dan Museum Tubuh menyampaikan bahwa layanan pemeriksaan kesehatan menjadi bagian dari komitmen museum dalam menghadirkan edukasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. “Kami ingin setiap pengunjung membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman berwisata. Melalui fasilitas pemeriksaan kesehatan, Museum Tubuh mengajak masyarakat untuk mengenal tubuhnya lebih baik sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana.”

    Dengan perpaduan antara edukasi anatomi, teknologi pembelajaran interaktif, dan layanan pemeriksaan gratis Jatim Park, The Bagong Adventure Museum Tubuh menghadirkan konsep eduwisata yang berbeda dibandingkan destinasi wisata pada umumnya. Seluruh pengalaman tersebut dirancang agar pengunjung dari berbagai usia dapat belajar, berinteraksi, sekaligus memperoleh manfaat nyata selama berkunjung. (*)

  • Program 1.000 Sarjana Kerjasama dengan Universitas Kepanjen

    MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Dulu, era kejayaan apel pada tahun 1990-an membuat banyak warga Kota Batu memilih langsung bekerja ketimbang melanjutkan pendidikan. Hasil panen melimpah saat itu memang sanggup untuk membeli rumah hingga kendaraan. Namun, imbas jangka panjangnya mulai terasa kini: jumlah sarjana asli Kota Batu relatif sedikit. Bahkan jajaran aparatur pemerintah daerah pun masih dominan diisi tenaga dari luar daerah.

    Kondisi inilah yang ingin diubah total oleh Wali Kota Batu Nurochman. Dalam agenda penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Universitas Kepanjen di Ruang Rupatama Balai Kota Batu, Selasa (28/7), ia menegaskan komitmennya untuk mendobrak keterbatasan tersebut lewat Program 1.000 Sarjana.

    “Kami tidak ingin anak-anak Batu selamanya hanya menjadi pekerja di perusahaan-perusahaan yang berdiri di tanah kelahirannya sendiri. Mereka harus naik kelas menjadi dokter, profesional, manajer, bahkan pemimpin,” tegas Nurochman.

    Melalui kerja sama berdurasi lima tahun ini, Pemerintah Kota Batu siap menanggung penuh biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga mahasiswa lulus tepat waktu (maksimal empat tahun). Bahkan, bantuan ini juga menyasar mahasiswa Fakultas Kedokteran dari keluarga kurang mampu.

    Tidak hanya urusan pembiayaan gratis, Universitas Kepanjen juga menawarkan model pembelajaran adaptif yang memungkinkan mahasiswa kuliah sambil hasilkan rupiah. Di Jurusan Keperawatan peluang magang sebagai caregiver di Jepang dengan penghasilan mencapai Rp 20 juta per bulan.

    Kemudian Pariwisata kesempatan magang ke Taiwan. Bagi Pekerja juga tersedia sistem hybrid learning agar kuliah dan pekerjaan bisa berjalan berdampingan.

    Rektor Universitas Kepanjen Dr. Tri Nurhudi Sasano, menyebutkan bahwa langkah ini menjadi jawaban konkret atas minimnya Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Indonesia yang baru berkisar 30 persen.

    Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Mohammad Nur Adhim, menjelaskan bahwa kerja sama ini mengacu pada Peraturan Wali Kota Batu Nomor 4 Tahun 2026. Seluruh proses mulai dari pendataan, seleksi, penetapan penerima, hingga evaluasi berkala dijamin berjalan transparan dan tepat sasaran.

    “Namun, meluluskan 1.000 sarjana barulah tahap awal. Ujian sesungguhnya bagi Pemkot Batu adalah menyediakan strategi penyerapan lapangan kerja yang sepadan, agar talenta-talenta berbakat ini tidak kabur mencari masa depan di luar daerah, melainkan kembali untuk membangun tanah kelahirannya,” pungkasnya.(eri/lim)

  • Wujudkan Pertanian Modern dan Berkelanjutan Penerapan Smart Integrated Farming, Pemkot Siapkan Lahan 2,2 Hektar di Giripurno

    MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu terus berinovasi dalam menguatkan sektor pertanian lokal agar lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Melalui penerapan Smart Integrated Farming (Pertanian Terpadu Berbasis Teknologi), Pemkot Batu berupaya mentransformasi sistem pertanian tradisional menuju pengelolaan digital yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu Aries Setiawan menjelaskan bahwa Smart Integrated Farming merupakan sistem pertanian modern yang memanfaatkan teknologi digital modern untuk membantu para petani mengelola lahan secara presisi.

    “Teknologi yang digunakan mencakup penggunaan Sensor dan Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), hingga analisis data dan sistem digital. Lewat teknologi ini, petani dapat memantau kondisi lahan secara real-time, memprediksi masa panen dengan akurat, serta meminimalkan risiko gagal panen,” ujar Aries Setiawan kepada Malang Posco Media, Selasa (28/7) kemarin.

    Aries menambahkan, keunggulan utama dari Smart Integrated Farming terletak pada keterhubungannya. Seluruh rangkaian proses mulai dari tahap menanam hingga distribusi ke pasar berada dalam satu ekosistem sistem digital yang saling terintegrasi.

    Selain itu, program ini mengintegrasikan berbagai unit usaha dalam satu kesatuan pengelolaan yang padu. Meliputi tanaman (Hortikultura), peternakan, perikanan, pengolahan limbah dan energi.

    “Tujuan utama kami adalah mengembangkan pertanian modern di Kota Batu, membangun kolaborasi yang kuat dengan masyarakat, serta mewujudkan sistem pertanian berkelanjutan. Dampak positifnya tidak hanya meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani serta membuka lapangan kerja baru,” tambah Aries.

    Guna merealisasikan konsep tersebut, Pemerintah Kota Batu telah menyiapkan rencana kawasan pengembangan Smart Integrated Farming yang berlokasi di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, dengan luas area mencapai ± 2,2 hektare. Kawasan ini nantinya akan dibagi menjadi empat zona utama.

    Zona A untuk Visitor Center dan Pusat Edukasi Pertanian, Zona B untuk Pertanian Hortikultura dengan komoditas unggulan apel, jeruk, dan sayur-mayur. “Kemudian Zona C sebagai Area Peternakan dan Perikanan. Dan Zona D untuk Pengolahan Limbah dan Energi Terbarukan dengan pemanfaatan biogas, pembuatan kompos, dan budidaya maggot,” paparnya.

    Pengembangan kawasan ini menjadi langkah konkrit dalam mewujudkan visi mBatu SAE, yakni bersama-sama membangun sektor pertanian Kota Batu yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.(eri/lim)

  • Tiga Raperda Strategis Disahkan, Wujudkan Desa Berdaya Kota Berjaya

    MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu secara resmi menyetujui penetapan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial dalam Rapat Paripurna yang digelar pada, Senin, 27 Juli 2026. Langkah monumental ini merupakan hasil sinergi dan komitmen panjang antara Pemerintah Kota Batu dan DPRD untuk menghadirkan kepastian hukum, memperkuat tata kelola desa, menjamin perlindungan sosial, serta menata infrastruktur permukiman secara berkelanjutan.

    Persetujuan bersama tersebut mencakup tiga regulasi penting, yakni Raperda tentang Desa, Raperda tentang Penyelenggaraan Pelindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan, serta Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penyediaan, Penyerahan, dan Pengelolaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU). 

    Wakil Ketua I DPRD Kota Batu Punjul Samtoso menyampaikan dalam pendapat akhir dewan bahwa seluruh proses pembahasan oleh Panitia Khusus (Pansus) telah dilaksanakan secara cermat dan seksama. Pembahasan regulasi ini berjalan lancar tanpa kendala berarti karena secara umum materi draf yang disusun telah mengadopsi serta menyelaraskan seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku di tingkat nasional. 

    “Penyusunan Raperda tentang Desa menjadi langkah krusial untuk mendukung pelaksanaan visi daerah “Desa Berdaya Kota Berjaya” serta misi Wali Kota Batu dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur dan kawasan pedesaan yang berkualitas serta berwawasan lingkungan. Regulasi anyar ini disusun guna menyesuaikan aturan daerah dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa,” papar Punjul Selasa (28/7).

    Dengan berlakunya aturan baru ini, Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 1 Tahun 2015 beserta perubahannya resmi dicabut dan digantikan. Kehadiran regulasi ini diharapkan tidak hanya memberikan kepastian hukum dan memperkuat rekognisi serta kemandirian desa, tetapi juga menciptakan sistem tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan dalam melayani masyarakat. 

    Di sisi lain, DPRD dan Pemerintah Kota Batu juga menaruh perhatian besar pada isu-isu sosial melalui pengesahan Raperda Penyelenggaraan Pelindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan. Sebelum ditetapkan, judul Raperda ini telah melewati proses penyelarasan dan harmonisasi bersama Kementerian Hukum Jawa Timur guna memastikan ketepatan nomenklatur hukumnya. 

    “Raperda ini hadir sebagai landasan hukum yang kokoh untuk menjamin penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak-hak perempuan serta anak korban kekerasan secara terpadu dan berkelanjutan. Melalui aturan ini, koordinasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga terkait, hingga elemen masyarakat akan semakin diperkuat. Korban dipastikan mendapatkan akses layanan penanganan, pendampingan hukum, pemulihan medis dan psikologis, hingga pemberdayaan secara cepat, aman, dan berkeadilan,” terangnya.

    Sementara itu, perubahan atas Perda Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penyediaan, Penyerahan, dan Pengelolaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) disahkan guna menyempurnakan berbagai ketentuan teknis seiring pesatnya pertumbuhan penduduk di Kota Batu. Regulasi ini mempertegas kewajiban para pengembang perumahan dalam menyerahkan fasos dan fasum kepada pemerintah daerah, memperkuat mekanisme pengawasan, serta memberikan sanksi tegas untuk mencegah alih fungsi lahan. 

    “Dengan pengaturan yang lebih jelas dan mengikat, pengelolaan fasilitas umum di Kota Batu diharapkan berjalan lebih efisien dan bertanggung jawab. Hal ini sekaligus menjamin terciptanya lingkungan permukiman warga yang tertata rapi, aman, nyaman, dan berwawasan lingkungan,” imbuhnya.

    “DPRD Kota Batu menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Wali Kota Batu, jajaran eksekutif, serta seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan sumbangsih pemikiran konstruktif. Semoga tiga Raperda ini menjadi berkah dan membawa Kota Batu semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” imbuh Punjul.

    Seluruh fraksi DPRD Kota Batu terdiri dari Fraksi PKB, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PKS, Fraksi Gerindra, Fraksi Golkar, dan Fraksi Amanat Nasionalis Demokrat menyatakan menerima dan menyetujui secara penuh hasil pembahasan ketiga Raperda tersebut.(eri/lim)

  • Koperasi di Kota Batu Tumbuh Positif, 147 Koperasi Aktif, Aset Capai Rp 201 Miliar

    MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu menggelar kegiatan pelatihan dan peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 bertajuk Membangun Koperasi Berkualitas, Menguatkan Ekonomi Lokal Kota Batu yang berlangsung di Hotel Selecta Batu, Selasa (28/7) kemarin. Kegiatan dibuka oleh Wali Kota Batu Nurochman.

    “Inisiatif ini digagas untuk merespons dinamika dunia usaha modern yang terus berubah. Di mana tantangan utama bagi para pelaku usaha kecil tidak lagi sekadar pada proses produksi, melainkan pada pemenuhan standar pasar, menjaga kualitas produk, menjamin kontinuitas pasokan, serta memperkuat posisi tawar di tengah persaingan industri,” ujar Cak Nur sapaan akrab Wali Kota.

    Sebagai daerah yang kaya akan potensi pertanian hortikultura, pariwisata, UMKM, hingga ekonomi kreatif, Kota Batu membutuhkan kelembagaan yang kuat untuk menghubungkan para pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas.  Dalam perkembangannya dari tahun 2023 hingga 2026, gerakan koperasi di Kota Batu telah mencatatkan pertumbuhan yang positif.

    Saat ini tercatat sebanyak 147 koperasi aktif dari total 235 unit koperasi yang ada, dengan menghimpun sekitar 16.440 anggota aktif serta menyerap 392 tenaga kerja. Secara finansial, total aset koperasi di Kota Batu telah mencapai angka Rp 201 Miliar dengan perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp 6,56 Miliar.

    “Meskipun capaian aset dan SHU menunjukkan tren yang menguat, Pemerintah Kota Batu menyadari masih terdapat beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Saat ini masih ada 88 koperasi yang berstatus belum aktif, dan baru 66 koperasi yang rutin melangsungkan Rapat Anggota Tahunan (RAT), sehingga volume usaha secara keseluruhan masih perlu dipacu” terangnya.

    Pemkot Batu menegaskan bahwa fokus utama ke depan bukan lagi sekadar menambah kuantitas atau jumlah pendirian koperasi baru, melainkan menghadirkan koperasi yang benar-benar sehat, produktif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan anggotanya.

    “Guna mencapai target tersebut, Pemkot Batu mendorong revitalisasi peran koperasi agar bertransformasi dari sekadar lembaga simpan pinjam konvensional menjadi agregator ekonomi lokal. Sebagai agregator, koperasi bertugas mengonsolidasikan hasil produksi masyarakat, menjaga standar mutu produk, membuka akses pembiayaan, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan nilai tambah produk lokal,” ungkanya.

    Model keberhasilan transformasi ini dapat dilihat pada langkah strategis yang diterapkan oleh CooSAE. Keberhasilan CooSAE dibangun secara bertahap melalui pemenuhan legalitas usaha yang lengkap, penerapan digitalisasi administrasi, serta Sertifikasi Good Agricultural Practices (GAP).

    “Selain itu, penyusunan SOP budidaya dan pascapanen, riset penggunaan cold storage, pendorongan regenerasi petani muda, hingga penguatan branding dan promosi berhasil mengantarkan produk mereka menembus jaringan ritel modern seperti Superindo, Lotte Mart, dan Indogrosir,” imbuh Cak Nur.

    Mewujudkan ekosistem koperasi yang mandiri dan berkelanjutan memerlukan kolaborasi erat dari tujuh pilar utama. Ekosistem ini mengintegrasikan peran perbankan sebagai penyedia pembiayaan, akademisi sebagai pusat riset, Dekopinda sebagai pembina gerakan, serta pemerintah sebagai regulator. Seluruh elemen tersebut bersinergi dengan ritel modern, koperasi, serta para petani, UMKM, dan pelaku usaha lokal.

    “Melalui penguatan rantai nilai ini, produk-produk unggulan hasil bumi Kota Batu tidak hanya ditargetkan mengisi kebutuhan pasar lokal serta sektor perhotelan dan restoran, tetapi juga mampu menembus platform marketplace, pasar nasional, hingga pasar ekspor internasional. Momentum Harkopnas ke-79 diharapkan menjadi pijakan penting dalam mewujudkan koperasi Kota Batu yang modern, profesional, dan berkelanjutan demi kesejahteraan seluruh masyarakat,” harapnya.(eri/lim)

  • Sambut Event Partilibur Indonesia 2026, BNS Beri Diskon Tiket 50 Persen Sebelum Penutupan Sementara

    MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Menyambut gelaran besar Event Partilibur Indonesia yang bakal menggebrak pada 1–2 Agustus 2026 mendatang, manajemen Batu Night Spectacular (BNS) melakukan penyesuaian jadwal operasional kawasan wisata.

    Marketing and Public Relations Manager Jawa Timur Park Group Titik Ariyanto menjelaskan bahwa penyesuaian operasional ini diambil demi mematangkan seluruh persiapan teknis dan fasilitas di area BNS. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan penuh, baik bagi para pengunjung reguler maupun para pencinta musik yang hadir di ajang tersebut.

    “Penyesuaian ini kami lakukan agar persiapan dan penyelenggaraan acara berjalan maksimal, sehingga pengunjung dapat menikmati pengalaman terbaik selama berada di BNS,” ujar Titik Ariyanto.

    Sebelum penutupan sementara diberlakukan, Titik menyampaikan kabar gembira bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin menikmati wahana BNS. Pada periode 26–28 Juli 2026, BNS memanjakan pengunjung dengan Diskon Tiket Reguler sebesar 50 persen.

    Promo spesial ini berlaku untuk weekday maupun weekend, dengan ketentuan pembelian langsung on the spot di loket BNS. Setelah masa diskon berakhir, lanjut Titik, manajemen akan menerapkan skema operasional khusus sebagai berikut 29 Juli – 3 Agustus 2026: Penjualan tiket umum atau reguler BNS ditutup secara resmi. “Artinya pada 29 Juli – 3 Agustus BNS akan ditutup untuk umum dan kembali beroperasi pada 4 Agustus,” imbuhnya.

    Kemudian pada 1-2 Agustus 2026 kawasan BNS dibuka khusus bagi pemegang tiket konser Partilibur Indonesia. Namun, pengunjung konser yang ingin menikmati berbagai wahana permainan tetap dapat membeli tiket wahana satuan di lokasi dengan harga normal.

    Titik Ariyanto juga mengimbau pihak masyarakat, instansi, hingga agen perjalanan untuk memperhatikan beberapa penyesuaian ketentuan layanan selama periode tersebut.  “Jadi potongan harga khusus bagi travel agent maupun rombongan tidak berlaku pada periode penyesuaian ini. Sedangkan tiket bundling wisatawan akan mendapar fasilitas tiket paket hemat seperti paket JTP 1, BNS dan Baloga dan BNS dinonaktifkan sementara,” terangnya.

    Atas nama manajemen Jawa Timur Park Group, Titik menyampaikan apresiasi mendalam atas pengertian seluruh masyarakat dan para mitra agen perjalanan, serta siap menyambut kehadiran para wisatawan dalam kemeriahan Event Partilibur Indonesia 2026.(eri/lim)