MALANG POSCO MEDIA – Batu Secret Zoo, Jawa Timur Park 2 kembali mencatatkan capaian positif dalam upaya konservasi satwa dengan lahirnya enam individu satwa dari berbagai spesies selama periode Mei hingga Juni 2026. Keberhasilan tersebut menjadi indikator bahwa program pengelolaan satwa, mulai dari pemenuhan kebutuhan nutrisi, kesehatan, hingga pengelolaan habitat dan reproduksi, berjalan secara optimal.
Rangkaian kelahiran satwa diawali oleh seekor Nilgai pada 28 Mei 2026. Selanjutnya disusul kelahiran Nile Lechwe pada 6 Juni 2026, Zebra pada 7 Juni 2026, Bekantan pada 12 Juni 2026, Mona Monkey pada 13 Juni 2026, hingga kelahiran dua anak Nilgai (Nilgai Twins) pada 29 Juni 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting Batu Secret Zoo dalam menjalankan fungsi lembaga konservasi ex-situ yang tidak hanya berperan sebagai destinasi wisata edukasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga keberlangsungan berbagai spesies satwa melalui program pengembangbiakan yang terencana dan berkelanjutan.
Agus Mulyanto, General Manager Jawa Timur Park 2 mengatakan bahwa setiap kelahiran satwa merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan tim dokter hewan, animal keeper, hingga seluruh tenaga teknis yang setiap hari memastikan kesejahteraan satwa tetap terjaga.
“Setiap kelahiran satwa merupakan kabar yang sangat membahagiakan sekaligus menjadi indikator bahwa pengelolaan satwa di Batu Secret Zoo berjalan dengan baik. Hal ini tidak terlepas dari komitmen kami dalam menerapkan standar kesejahteraan satwa melalui pemenuhan nutrisi, pemeriksaan kesehatan secara berkala, pengelolaan habitat yang sesuai, serta pendampingan intensif selama masa reproduksi hingga pasca kelahiran,” ujar Agus.

Menurutnya, keberhasilan tersebut juga menjadi pengingat bahwa lembaga konservasi memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan populasi satwa, khususnya bagi spesies yang menghadapi berbagai tantangan di habitat alaminya.
“Tingginya perhatian masyarakat terhadap satwa menjadi momentum positif untuk meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya konservasi. Kami berharap keberhasilan ini tidak hanya menjadi kabar baik bagi Batu Secret Zoo, tetapi juga dapat mengedukasi masyarakat bahwa konservasi membutuhkan komitmen jangka panjang, kolaborasi, dan pengelolaan yang bertanggung jawab,” tambahnya.
Seluruh anakan satwa saat ini berada dalam pemantauan intensif oleh tim dokter hewan dan animal keeper untuk memastikan proses adaptasi, pertumbuhan, serta perkembangan kesehatannya berlangsung optimal. Pemantauan dilakukan secara rutin mulai dari kondisi fisik, pola menyusu, perilaku, hingga interaksi dengan induknya sebagai bagian dari prosedur standar perawatan satwa pasca kelahiran.
Sebagai salah satu lembaga konservasi modern di Indonesia, Batu Secret Zoo terus mengembangkan berbagai program konservasi, edukasi, dan penelitian yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati. Melalui pengalaman melihat satwa secara langsung di habitat buatan yang dirancang menyerupai lingkungan alaminya, pengunjung tidak hanya memperoleh pengalaman rekreasi, tetapi juga pemahaman mengenai pentingnya peran manusia dalam mendukung upaya pelestarian satwa.
Keberhasilan enam kelahiran satwa dalam kurun waktu dua bulan ini semakin memperkuat komitmen Batu Secret Zoo sebagai lembaga konservasi yang mengedepankan kesejahteraan satwa, pengelolaan berbasis konservasi, serta edukasi publik sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia dan dunia. (*)

