Kecepatan Angin Meningkat, Masyarakat Harus Waspada

Written by

in

MALANG POSCO MEDIA – Masyarakat di Jawa Timur, khususnya Malang Raya, diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya kecepatan angin dalam beberapa hari terakhir. Fenomena tersebut dipicu oleh keberadaan Siklon Tropis Bavi yang saat ini masih aktif di kawasan timur Filipina.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Faris, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan terbaru, posisi Siklon Tropis Bavi berada di sebelah timur Filipina atau di utara Pulau Papua. Kondisi tersebut memberikan dampak berupa peningkatan kecepatan angin di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Malang Raya.

“Salah satu dampaknya adalah meningkatnya kecepatan angin di wilayah Jawa Timur, termasuk Malang Raya dan sekitarnya,” ujarnya kepada Malang Posco Media, Selasa (7/7) kemarin.

Menurut Faris, peningkatan kecepatan angin sebenarnya sudah mulai terpantau sejak Senin (6/7) kemarin. Namun, intensitasnya masih relatif rendah dibandingkan kondisi saat ini.

Ia menjelaskan, pada Senin kecepatan angin tercatat sekitar 20 kilometer per jam atau 11 knot. Sementara pada Selasa siang, kecepatan angin meningkat hingga mencapai 31 kilometer per jam berdasarkan pengamatan di wilayah Karangploso, Kabupaten Malang.

“Kalau kemarin kecepatan anginnya sekitar 20 kilometer per jam. Hari ini meningkat menjadi sekitar 31 kilometer per jam,” jelasnya.

Meski demikian, Faris menegaskan angin kencang yang terjadi saat ini berbeda dengan angin puting beliung. Sebab, fenomena tersebut tidak disertai pusaran angin yang memiliki daya rusak tinggi terhadap bangunan maupun lingkungan sekitar.

“Angin kencang ini berbeda dengan puting beliung. Tidak sampai menimbulkan dampak yang cukup kuat untuk merusak bangunan atau benda di sekitarnya,” katanya.

BMKG juga memastikan keberadaan Siklon Tropis Bavi tidak memicu potensi hujan ekstrem di Jawa Timur. Hal itu karena sebagian besar wilayah provinsi tersebut telah memasuki musim kemarau.

Faris memprediksi kondisi angin kencang masih berpotensi berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Pasalnya, Siklon Tropis Bavi diperkirakan masih aktif hingga 10 Juli 2026, meski pergerakannya mulai bergeser ke arah utara dan menjauhi wilayah Indonesia.

“Prediksi kami, angin kencang masih terjadi dalam beberapa hari ke depan karena Siklon Tropis Bavi masih aktif sampai 10 Juli. Namun posisinya mulai bergerak ke utara sehingga perlahan menjauhi Indonesia,” ungkapnya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika melintas di bawah pohon berukuran besar maupun papan reklame yang berpotensi roboh akibat terpaan angin.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai fenomena bediding yang umum terjadi pada musim kemarau, yakni kondisi suhu udara terasa sangat panas pada siang hari namun berubah menjadi dingin pada malam hingga pagi hari.

“Waspada saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika berada di bawah pohon besar atau papan reklame. Masyarakat juga diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin karena saat ini sedang terjadi fenomena bediding,” pungkas Faris. (rex/nug)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *