Rawan Kecelakaan, Dishub Pasang Barrier di Simpang Majapahit–Tumapel

Written by

in

,

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bergerak cepat mengevaluasi rekayasa lalu lintas di simpang Jalan Majapahit–Jalan Tumapel atau tepat di sisi barat Balai Kota Malang. Langkah ini dilakukan setelah titik tersebut berulang kali dilaporkan menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas.

Hasil evaluasi menunjukkan, kecelakaan diduga banyak dipicu perilaku pengendara yang berpindah jalur secara mendadak dengan melintasi marka garis utuh (solid line). Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Dishub segera menambah fasilitas keselamatan berupa barrier (pembatas jalan) dan papan petunjuk arah.

Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, keberadaan marka solid selama ini sebenarnya sudah cukup jelas sebagai larangan berpindah jalur di titik tersebut. Namun, masih banyak pengendara yang mengabaikannya.

“Walaupun di sini sudah ada marka solid, kami akan tambah lagi barrier. Kalau perlu nanti juga kami pasang pengarah berupa papan informasi. Jadi kalau mau ke arah Splendid atau Jalan Tumapel, silakan ambil jalur sebelah kanan,” ujar Jaya, sapaan akrabnya, saat melakukan peninjauan di lokasi, Rabu (15/7).

Menurut Jaya, banyak pengendara melakukan manuver cepat atau weaving dengan memotong jalur tepat menjelang persimpangan. Kebiasaan itu dinilai sangat berbahaya karena tidak memberikan ruang bagi kendaraan lain untuk mengantisipasi pergerakan.

Ia menjelaskan, perpindahan jalur seharusnya dilakukan jauh sebelum memasuki persimpangan. Dengan volume kendaraan yang cukup padat di ruas tersebut, pengendara idealnya sudah mulai mengambil jalur tujuan sekitar 30 meter sebelum titik belok.

“Filosofinya, kalau melakukan weaving atau pindah jalur dari kiri ke kanan maupun sebaliknya, itu harus dimulai sejak awal, bukan secara mendadak. Jangan langsung belok kanan begitu saja karena justru berpotensi menimbulkan kecelakaan,” jelasnya.

Selain menambah sarana keselamatan, Dishub juga mengingatkan bahwa upaya menekan angka kecelakaan tidak hanya bergantung pada infrastruktur. Kesadaran pengguna jalan untuk mematuhi marka, rambu, dan disiplin berkendara tetap menjadi faktor utama.

Jaya berharap pemasangan barrier dan papan informasi nantinya dapat membantu mengarahkan arus kendaraan sekaligus mengurangi kebiasaan memotong jalur secara tiba-tiba.

“Evaluasi ini kami lakukan karena sering ada laporan kecelakaan di sini. Harapannya, setelah dilakukan penambahan fasilitas keselamatan, kejadian serupa tidak terulang lagi. Tetapi tentu semua itu juga membutuhkan kepatuhan dan kesadaran setiap pengendara,” pungkasnya. (ian/aim)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *