MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Viral di media sosial (medsos) Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang berada di dekat atau pinggir sungai. Letak bangunan KDMP tersebut menuai sorotan publik dan beragam komentar, termasuk mempertanyakan akses konsumen atau pembeli menuju lokasi.

PINGGIR TELAGA: Inilah KDMP Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, yang viral di medsos berada di pinggir sungai, padahal lokasinya di dekat telaga dan memiliki akses jalan di sisi sebelah kiri.
Misalnya komentar jenaka “yang beli pakai perahu?” dan “berenang dulu”. Begitu warga internet – sebutan orang berinteraksi melalui kolom komentar di medsos jejaring Instagram.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa (Kades) Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Soelan, memberikan keterangan mengenai video yang beredar luas di medsos.
“Yang viral itu tidak benar. Kopdes kami bukan di seberang sungai, tapi di pinggir telaga. Pemandangannya juga bagus, cocok untuk pengembangan ke depan,” ujar Soelan dalam keterangan resmi yang diterima Malang Posco Media, Rabu (15/7).
Ia juga menegaskan bahwa Kodim 0818/Kabupaten Malang – Batu telah turun langsung mengklarifikasi. Dalam hal ini pula, orang yang mengunggah atau mempublikasikan video kali pertama diminta untuk membuat pernyataan klarifikasi. Sebab, video yang diunggah itu tidak menampilkan kondisi letak KDMP secara utuh.
“Yang punya video itu meminta permohonan maaf karena dia mengunggah video tidak sesuai fakta yang ada di lapangan. Videonya itu dari depan, ndak semua divideo,” jelas Soelan.
Menurutnya, kendati bangunan KDMP berada di depan telaga, namun terdapat akses menuju lokasi di sebelah kiri.
“Kalau tidak ada jalan, bagaimana material bisa masuk ke lokasi koperasi. Faktanya material sudah sampai, itu akses jalan masuk empat meter lebarnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Soelan menjelaskan bahwa pertimbangan untuk membangun KDMP di lahan tanah kas desa (TKD) dekat telaga karena letaknya strategis di tengah-tengah Desa Sidodadi.
“Di tepi telaga itu perkampungan yang paling ramai daerah situ. Maka dari itu kami mengupayakan di dekat telaga, karena nanti pertimbangan pemasarannya. Warga nanti belanja yang dari utara tidak terlalu jauh, begitu juga yang dari selatan,” urai Soelan.
Sementara itu, seorang pria bernama Rosi, pengunggah pertama video KDMP di Desa Sidodadi menyampaikan minta maaf yang sebesarnya dalam video klarifikasi.
“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya karena video yang saya unggah tentang kopdes sempat viral dan tidak bermaksud untuk menjelekkan kopdes. Saya cuma iseng mengunggah,” ucap Rosi. (den/jon)
Leave a Reply