Tag: den

  • Tongkat Komando Polres Malang Diemban AKBP Rulian Syauri

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Tongkat komando Polres Malang resmi berganti dari AKBP Muhammad Taat Resdi kepada AKBP Rulian Syauri. Kegiatan rangkaian serahterima jabatan (sertijab) dilaksanakan di Mapolres Malang, Rabu (29/7).

    AKBP Taat kurang lebih bertugas selama enam bulan di Bumi Kanjuruhan akhirnya kini pindah dinas di Sekpri Kapolri Spripim Polri.

    Taat mengungkapkan bahwa dirinya telah melewati berbagai hal dalam mengamankan wilayah Kabupaten Malang mulai dari pengamanan kegiatan besar keagamaan Idul Fitri 2026, sepak bola, pengesahan warga baru pencak silat, hingga pengamanan kunjungan Presiden Prabowo Subianto.

    “Yang paling berkesan pengamanan kunjungan Pak Presiden tiga kali. Kemudian pengamanan pertandingan Arema di Stadion Kanjuruhan. Saya terlibat tujuh atau delapan kali pertandingan, itu sangat berkesan dan menjadi kebanggaan bagi saya,” urai Taat.

    Dari sisi pengungkapan kasus, pada masa kepimpinan Taat, Polres Malang mengungkap kasus mulai dari pencurian kendaraan bermotor (curanmor) hingga pembunuhan di Jabung yang pelakunya berhasil diungkap dalam tenggat waktu singkat.

    “Kalau ada hal-hal yang belum sempurna, saya meminta permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Malang,” imbuhnya.

    Sementara itu Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri, akan menjajaki pendekatan terlebih dahulu dengan Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan termasuk insan pers.

    “Sehingga nanti apabila kita sudah kuat dan kompak, maka untuk menjaga kondusifitas Kamtibmas itu akan terasa lebih mudah,” ujar AKBP Rulian, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2008 ini.

    Selanjutnya, Rulian akan memetakan wilayah – wilayah Kabupaten Malang untuk mengetahui bagian-bagian yang masih membutuhkan pembenahan sekaligus memetakan berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu situasi Kamtibmas.

    Sebelum menjabat sebagai Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri bertugas sebagai Kasubbagbungkol Spripim Polri.

    Perwira kelahiran Palembang tersebut memiliki pengalaman panjang di bidang reserse. Setelah lulus dari Akpol 2008, Rulian mengawali pengabdiannya di wilayah hukum Polda Jawa Timur dengan penempatan pertama di Polres Bangkalan.

    Kariernya kemudian berkembang dengan sejumlah penugasan di bidang reserse, mulai dari Polres Bangkalan, Polrestabes Surabaya, hingga Polda Jawa Timur. Ia juga pernah bertugas di wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk di Polres Metro Jakarta Barat dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

    Dalam perjalanan kariernya, Rulian dipercaya menangani berbagai perkara kriminal yang menjadi perhatian publik. Pengalamannya mencakup penanganan kejahatan jalanan, premanisme, hingga kejahatan siber. (den/jon)

  • Kandang Ayam dan Rumah Ludes Terbakar

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG  – Kebakaran kembali melanda wilayah Kabupaten Malang. Kali ini si jago merah melalap rumah dan kandang ayam di tempat yang berbeda dalam satu malam, Selasa (28/7).

    Kebakaran pertama terjadi di sebuah kandang ayam milik Sutikno Arlan, 46 tahun, di RT/RW 04 Desa Bumirejo, Kecamatan Wonosari, sekitar pukul 21:40 WIB.

    Kebakaran kandang ayam seluas 10 x 100 meter itu diindikasikan sumber api dari tungku oven pemanas (briket arang).

    “Awalnya penunggu kandang  melihat kepulan asap dan api di kandang bagian bawah. Beberapa saat kemudian angin kencang langsung menimbulkan api besar,” beber Komandan Pleton (Danton) Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satpol PP Kabupaten Malang, Andik Minarko.

    Pihak pengelola kandang sempat berusaha memadamkan api. Namun karena si jago merah sudah terlalu besar, akhirnya meminta bantuan tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang.

    Akibat kebakaran, struktur bangunan kandang ludes terbakar beserta isinya. Berdasarkan catatan petugas pemadam, diperkirakan kerugian mencapai Rp 2,5 miliar. Namun, Andik menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

    “Kami menurunkan empat unit armada dengan 11 personel. Api berhasil dipadamkan  pukul 02.30 WIB dini hari,” tambah Andik.

    Di lain tempat, kebakaran melanda rumah milik warga bernama Samporno di Perum Bedali Indah, Kecamatan Lawang, sekitar pukul 22.40 WIB.

    “Rumah seluas 6 x 10 meter persegi itu terbakar diindikasikan sumber api dari adanya korsleting listrik,” beber Andik.

    Ia menjelaskan bahwa pada saat kejadian kebakaran, rumah dalam keadaan kosong dan kondisi tertutup. Kali pertama yang melihat dan mengetahui percikan api dari atap rumah adalah tetangga.

     “Api tiba- tiba cepat membesar. Usai menerima laporan, kami  langsung berangkat ke tempat kejadian kebakaran. Waktu selesai pemadaman pukul 23.55 WIB,” urai Andik.

    Dalam kejadian kebakaran rumah tersebut tidak ada korban jiwa. Namun pemilik rumah ditaksir mengalami kerugian materil senilai Rp 150 juta. (den/jon)

  • Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Ambulans Dinkes; Inspektorat Usut Persetujuan Ganti Merek Mobil

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Inspektorat Daerah Kabupaten Malang mendalami dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dalam pengadaan ambulans Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang.

    Hal tersebut menyusul Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang yang telah melakukan penggeledahan Kantor Dinkes, Rabu (8/7) lalu. Korps Adhyaksa megendus dugaan korupsi pengadaan mobil ambulans senilai Rp 8,4 miliar.

    Kasus tersebut pun hingga kini masih berjalan ditangani oleh Kejari dalam proses penyidikan. Sedangkan penanganan internal Inspektorat dilakukan guna menindaklanjuti temuan Kejari, termasuk mencermati perubahan spesifikasi kendaraan dan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

    Pelaksana Tugas (Plt) Inspekrat Daerah Kabupaten Malang, Arrie Hendrawan Mahardhieka, membeberkan pihaknya selaku aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) bergerak secara internal untuk mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket) terkait proses pengadaan ambulans tersebut.

    “Berdasarkan petunjuk, hasil temuan yang sudah ada oleh kejaksaan segera kami tindak lanjuti. Tetapi secara prinsip kami tetap menghargai proses yang sedang berjalan di kejaksaan,” ujar Arrie, Senin (27/7).

    Salah satu poin yang disorot Inspektorat adalah perubahan spesifikasi merek armada ambulans dalam proses pengadaan delapan unit yakni dari HiAce menjadi Hyundai.  Sedianya delapan unit, namun terealisasi menjadi tujuh unit.

    Arrie menjelaskan, perubahan merek tersebut kini menjadi bahan cermatan dalam penelaahan tim Inspektorat. Pihaknya sedang mendalami dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) di Dinkes Kabupaten Malang serta data terkait di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Malang.

    “Terkait pemindahan merek dari HiAce ke Hyundai, prosesnya masih kami dalami. Setelah kami koordinasi dengan Dinkes, mereka menyampaikan datanya lagi dikoreksi oleh kejaksaan. Dinkes masih menyampaikan sebatas lisan kepada kami,” beber Arrie.

    “Terkait merek jadi bahan cermatan kami dalam menelaah. Muaranya itu ke arah mana, kami tahap pendetailan,” sambungnya.

    Sebagai bagian dari penelusuran, Inspektorat juga memeriksa kembali register riwayat peninjauan (review) internal pada tahun anggaran 2022, saat pengadaan ambulans tersebut dilaksanakan.

    Mengenai potensi kerugian negara akibat dugaan korupsi pengadaan ambulans ini, Inspektorat belum dapat menyimpulkan angka pastinya.

    Inspektorat masih mengumpulkan data secara komprehensif mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga hasil yang dicapai Dinkes Kabupaten Malang.

    Meski demikian, Inspektorat memastikan telah datang ke kejaksaan untuk memberikan keterangan dan menyerahkan data pendukung yang dibutuhkan penyidik.

    “Sebagai APIP, posisi kami bukan sebagai saksi, melainkan memenuhi permintaan keterangan terkait pengadaan,” jelas Arrie.

    Langkah konkret yang akan diambil Inspektorat dalam waktu dekat adalah mengidentifikasi bentuk pelanggaran serta menentukan pihak-pihak yang bertanggungjawab setelah berkoordinasi lebih lanjut dengan Kejari Kabupaten Malang.

    “Prinsipnya, kami terus memperbarui informasi karena atas  petunjuk Pak Bupati, inspektorat harus punya andil terkait hal ini,” tandasnya.

    Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Malang, Muis Ari Guntoro, SH MH menjelaskan hingga saat ini perkara dugaan korupsi pengadaan ambulans Dinkes Kabupaten Malang masih berjalan.

    “Ini masih berjalan dalam proses penyidikan. Nanti kalau ada update akan kami sampaikan,” pungkasnya. (den/jon)

  • Rumah Kos di Dau Terbakar, Satu Korban Luka Bakar

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Kebakaran melanda rumah kos di Jalan Raya Sengkaling, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau Kabupaten Malang, Minggu (26/7) malam. Diduga kuat kebakaran terjadi karena tabung gas elpiji 3 kilogram bocor.

    Dalam insiden tersebut satu korban mengalami luka bakar, Muhammad Rafli, penghuni kos asal Balikpapan. Ia dilaporkan mengalami luka bakar sekitar 15 persen sempat dilarikan ke RS UMM sebelum dirujuk ke RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

    Informasi yang didapat Malang Posco Media dari perangkat Kecamatan Dau menyebutkan kebakaran terjadi sekitar pukul 19.15 WIB.

    Tim medis bersama pihak perangkat kecamatan, Pemdes Mulyoagung, Polsek Dau, serta petugas pemadam bergerak cepat menangani untuk mengkondisikan korban maupun mengamankan TKP.

    Kepala Desa (Kades) Mulyoagung, Kecamatan Dau, Suheri, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.

    “Iya, (kebakaran.red) di kos-kosan Pondok Asri Sengkaling. Korban luka bakar dirawat di RS UMM,” ujarnya saat dikonfirmasi Malang Posco Media.

    Suheri menduga bila kebakaran terjadi karena tabung gas bocor. Aparat kepolisian telah mengamankan tabung gas elpiji 3 kg sebagai barang bukti.

    Sementara itu, Komandan Regu (Danru) 1 Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satpol PP Kabupaten Malang, Angga Krisnanto, mengungkapkan dalam kejadian tersebut suara ledakan sempat terdengar.

    “Tetangga kos mendengar suara ledakan dari dalam bangunan. Saat keluar, api sudah membesar dan membakar area kos,” bebernya.

    Damkar Kabupaten Malang menurunkan dua unit armada untuk memadamkan api. Satu unit armada dari Kota Batu turut terlibat dalam membantu penanganan kebakaran rumah kos seluas 6 x 4 meter milik warga bernama Nanang tersebut.

    “Selesai pemadaman pukul 21.15 WIB,” tambah Angga. Kerugian materil dari kebakaran diperkirakan Rp 7 juta. (den/jon)

  • Trans Jatim Lewat Gondanglegi, Dishub Survei 40 Titik Halte

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim) resmi memilih rute Gondanglegi untuk Transjatim Koridor II Malang Raya. Koridor baru ini menghubungkan Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang dengan Terminal Talangagung di Kabupaten Malang.

    Pada Senin (27/7), tim gabungan dari Dishub Jatim bersama Dishub Kabupaten Malang melakukan survei titik halte dari Terminal Hamid Rusdi – Bululawang – Gondanglegi – Terminal Talangagung.

    “Sudah kami fix-kan, kalau Gondanglegi bagian daripada jalur Transjatim,” ujar Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jatim, Ainur Rofiq, ditemui di sela survei titik halte.

    Dalam kegiatan survei tersebut dilakukan penitikan halte maupun rambu-rambu sepanjang Koridor II Transjatim.

    “Mulai dari Terminal Hamid Rusdi, Bululawang, Gondanglegi, sampai ke Terminal Talangagung. Rencana sekitar 40 titik halte,” kata Rofiq.

    Titik halte berada di kawasan seperti sekolah, pondok, pasar, atau persimpangan-simpangan desa, yang  masyarakatnya butuh transportasi untuk menuju ke kota maupun ke tujuan lainnya.

    “Tidak ada patokan jarak antara halte satu ke halte lainnya. Yang penting ada potensi demand masyarakat untuk melakukan perjalanan,” jelas Rofiq.

    Selain dukungan Pemkab Malang, pertimbangan memilih rute Gondanglegi ini melihat potensi demand atau adanya permintaan dari masyarakat, mengingat masih jarangnya angkutan umum yang melintas di sana.

    “Transjatim ini kan angkutan BTS (Buy The Service). Jadi bus ini nanti ada atau tidak ada penumpang, tetap jalan. Nah, di situ kan ada kepastian layanan. Kalau sudah ada kepastian layanan, otomatis masyarakat sangat terbantu dengan keberadaan Transjatim nantinya,” urai Rofiq.

    Bus Transjatim direncanakan mengaspal pada Oktober 2026 mendatang dengan 14 unit dan satu unit cadangan.

    Jika koridor I sebelumnya identik dengan nama “Gajayana”, bus Tranjatim Koridor II Malang Raya akan dibalut dengan sejarah Kabupaten Malang yaitu diberi nama “Kanjuruhan”.

    “Setelah survei titik ini kami akan evaluasi. Misalkan di depan balai desa, ada yang minta titik halte digeser. Nanti satu minggu itu baru kami evaluasi,” tambah Rofiq. (den/jon)

  • Jalan Antardesa di Dau Rusak Berlubang

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Jalan antardesa di Kecamatan Dau Kabupaten Malang berlubang memperhatinkan sejak sekitar sebulan yang lalu belum tertangani. Kondisi jalan rusak tepatnya berada di Desa Tegalweru. 

    Berdasarkan pantauan Minggu (26/7) menunjukkan bahwa kondisi jalan berlubang tersebar di beberapa titik ruas jalan ada di pinggir, tengah, bahkan adapula titik yang seluruh ruas aspal mengalami berlubang. 

    Berdasarkan pengamatan saat melintas di jalan tersebut bahwa kondisi jalan berlubang sejak sekitar sebulan yang lalu. 

    Jalan desa tersebut bisa sebagai jalur alternatif dapat tembus menuju arah Kota Malang dan Kota Batu. Kendaraan baik mobil maupun sepeda motor kerap melintas. 

    Perangkat Kecamatan Dau, Heri Karyawanto menjelaskan kondisi jalan yang rusak berlubang berada antara penghubung Desa Petungsewu dengan Desa Tegalweru Kecamatan Dau. 

    “Jalan antardesa Petungsewu dengan Tegalweru. Statusnya jalan desa,” ujar ujar Heri, Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Dau tersebut. 

    Ia menambahkan bahwa jalan yang rusak diproyeksikan tertangani pada tahun 2026 ini. (den/jon)

  • Rumah Kos di Dau Terbakar, Satu Korban Luka Bakar

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Kebakaran rumah kos dilaporkan terjadi di Jalan Raya Sengkaling, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau Kabupaten Malang, Minggu (26/7) malam. 

    Dalam insiden ini diketahui satu korban mengalami luka bakar sempat dilarikan ke RS UMM sebelum dirujuk ke RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. 

    AMANKAN: Aparat kepolisian mengamankan tabung gas elpiji 3kg diduga penyebab kebakaran. MPM – ISTIMEWA 

    Informasi yang didapat Malang Posco Media dari perangkat Kecamatan Dau menyebutkan kebakaran terjadi sekitar pukul 19.15 WIB. 

    Tim medis bersama pihak perangkat kecamatan, Pemdes Mulyoagung, serta Polsek Dau bergerak cepat menangani untuk mengkondisikan korban maupun mengamankan TKP. 

    Kepala Desa (Kades) Mulyoagung, Kecamatan Dau, Suheri, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. 

    “Iya, (kebakaran.red) di kos-kosan Pondok Asri Sengkaling. Korban luka bakar dirawat di RS UMM,” ujarnya saat dikonfirmasi Malang Posco Media. 

    Belum diketahui kronologi dan penyebab pasti insiden kebakaran itu terjadi. Namun informasi awal menyebutkan indikasi kebakaran dari tabung gas elpiji melon. (den)

  • Hari Ini Survei Rute TransJatim Talangagung-Hamid Rusdi

    MALANG POSCO MEDIA – Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur (Dishub Jatim) terus mematangkan persiapan pembukaan koridor baru bus Transjatim yang menghubungkan Terminal Talangagung di Kabupaten Malang dengan Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang.

    Moda transportasi massal tersebut akan segera mengaspal bila tidak ada aral melintang. Transjatim Koridor II Malang Raya ini direncanakan beroperasi Oktober  2026 mendatang.

    Guna memastikan kelayakan infrastruktur pendukung, Dishub Jatim bersama Dishub Kabupaten Malang telah melakukan survei luasan area parkir dan fasilitas terminal, beberapa waktu lalu.

    Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Jatim, Cito Eko Yuly Saputro, menjelaskan hasil survei di Terminal Talangagung menunjukkan prasarana yang cukup baik.

    “Landasan di Terminal Talangagung kondisinya bagus. Prasarana tempat pencucian bus dan ketersediaan air juga sudah ada. Untuk kantor administrasi, disediakan oleh Dishub Kabupaten Malang dengan skema pinjam pakai,” ujar Cito, Minggu (26/7) kemarin.

    Meski demikian, masih terdapat beberapa bagian yang memerlukan perbaikan karena adanya kebocoran. Dishub Jatim tengah menyusun konsep penataan ulang agar fasilitas operasional dapat berfungsi optimal.

    “Tetapi perlu adanya pemeliharaan.

    Mungkin kami akan mengonsep ulang, yang bocor-bocor kami perbaiki,” katanya.

    Lebih lanjut, Cito menyampaikan bahwa Dishub Jatim bersama Dishub Kabupaten Malang akan melakukan survei rute pada Senin (27/7) hari ini.

    Tim gabungan akan menyisir rute yang menghubungkan Terminal Hamid Rusdi, kawasan Gondanglegi, hingga Terminal Talangagung.

    Mengenai jumlah definitif halte yang akan dibangun, Cito memilih untuk belum mempublikasikannya ke publik sebelum proses pematokan dan finalisasi teknis di lapangan selesai dilakukan.

    “(jumlah halte) nanti menunggu finalisasi kalau sudah disurvei dan dipatok,” katanya.

    Di sisi lain, penetapan rute yang bersinggungan dengan area Kota Malang masih terus dikomunikasikan secara intensif. Dishub Jatim berupaya membangun kesepahaman dengan para angkutan kota (angkot) eksisting.

    “Yang di Kota Malang ada yang setuju untuk teman- teman angkot, adapula yang kurang setuju. Makanya untuk menyamakan persepsikami butuh koordinasi dan komunikasi dengan angkot eksisting di Kota Malang,” urai Cito.

    Untuk merangkul sopir atau driver angkot eksisting, Dishub Jatim mengadopsi pola pemberdayaan yang sebelumnya telah diterapkan pada Koridor I Transjatim.

    Para pengemudi angkot yang selama ini bergantung pada sistem setoran dan fluktuasi jumlah penumpang harian akan direkrut menjadi pengemudi Transjatim dengan skema gaji bulanan.

    “Transjatim membutuhkan driver angkot eksisting yang ada karena terdampak, sehingga kami memprioritaskan driver angkot eksisting. Ada penumpang maupun tidak ada penumpang, driver yang ikut Transjatim digaji tetap per bulan. tidak perlu target penumpang, yang penting adalah fokusnya pelayanan,” beber Cito.

    Para pelaku angkot eksisting juga akan diberikan peluang pekerjaan sebagi tenaga kebersihan dan pencucian armada bus Transjatim.

    Untuk diketahui, rencana Transjatim Terminal Talangagung Kepanjen – Terminal Hamid Rusdi ini diproyeksikan bakal mengerahkan  14 unit armada bus operasional dan satu unit bus cadangan.

    “Transjatim akan beroperasi masih sesuai rencana, di bulan Oktober. Besok Senin (27/7) kami akan survei titik halte di wilayah Terminal Hamid Rusdi, Gondanglegi, hingga Terminal Talangagung,” pungkas Cito. (den/van)

  • Uri-Uri Budaya di Wagir melalui Gebyak Tradisi Pereng Kawi

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang dipadati ribuan warga pada acara Gebyak Tradisi Pereng Kawi, Sabtu malam (25/7). Warga menyaksikan parade seni yang dipusatkan di Pendopo Kembangkopi, Dusun Ngemplak.

    Kegiatan yang diselenggarakan  Sanggar Budaya Jawikawi tersebut, warga juga menikmati beragam kuliner.

    Pembina Sanggar Budaya Jawikawi, Pietra Widiadi, mengatakan acara ini  bertujuan membangun karakter anak-anak dan remaja agar mandiri serta bangga dengan tradisi berkesenian daerah tari Topeng Malangan.

    “Gebyak ini juga mendorong anak untuk percaya diri di depan publik dan mandiri dengan keterampilan dirinya. Selain membanggakan orang tua, juga membanggakan masyarakat umum,” ujar Pietra.

    Kegiatan itu diikuti dengan dukungan 30 sanggar seni budaya se-Malang Raya. Acara dibuka dengan pertunjukan Jaranan Campursari dari Sanggar Seni Turonggo, Dukuh Ngemplak, Dusun Banaran, Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

    Pietra berharap, dengan adanya acara Gebyak Tradisi Pereng Kawi menjadi ruang bagi anak-anak untuk terus menjaga dan melestarikan budaya dalam kehidupan sehari-hari.

    “Harapannya anak-anak dapat melestarikan tradisi dan nguri-nguri budaya yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, ” katanya.

    Gebyak Tradisi Pereng Kawi menjadi langkah awal Sanggar Jawikawi untuk menghidupkan kembali kecintaan generasi muda terhadap kesenian topeng Malangan di tengah perkembangan zaman.

    “Selain itu, kami juga berharap orang tua memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk mengenal budaya mereka sendiri dengan menari,” tambah Pietra. (den/jon)

  • Dua Hari Terjadi Lima Kebakaran Beruntun

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang mencatat lima kejadian kebakaran beruntun yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Malang dalam kurun waktu dua hari, Jumat hingga Sabtu (25/7). Rentetan insiden kebakaran tersebut terjadi di lima kecamatan berbeda, yakni Lawang, Singosari, Karangploso, Pagelaran, dan Wagir.

    Peristiwa pertama terjadi pada Jumat (24/7) pukul 10.00 WIB di sebuah pabrik pengolahan kayu pelet di Jalan Anjasmoro, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang. Api bersumber dari sisa pembakaran sampah yang ditinggalkan, lalu merembet ke tumpukan kayu akibat cuaca panas dan angin kencang.

    Masih di hari yang sama pukul 13.40 WIB, api membakar rumpun bambu (barongan) di dekat pemukiman warga Gang Tulip, Tanjungtirto, Kecamatan Singosari. Insiden yang memicu penanganan secara manual oleh tiga personel. Kebakaran juga disebabkan oleh pembakaran sampah yang merembet ke ranting kering.

    Memasuki sore hari pukul 16.00 WIB, kebakaran melanda tempat pembuangan akhir (TPA) non-aktif seluas 1.000 meter persegi di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso. Api yang bersumber dari reaksi alami gas metan baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 21.00 WIB oleh tim gabungan Damkar dan staf kecamatan.

    Rentetan kebakaran berlanjut hingga Sabtu (25/7) dini hari pukul 01.15 WIB, tempat usaha pemotongan kayu milik Nur Kholis, 52, di Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, terbakar diindikasikan akibat puntung rokok. Kebakaran ini mengakibatkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp 50 juta.

    Tak berselang lama, sekitar pukul 02.45 WIB, pabrik pengolahan kayu pelet seluas 15 x 25 meter milik Rio di Dusun Jaten, Desa Jedong, Kecamatan Wagir, juga hangus terbakar. Diduga api berasal dari mesin pemotong kayu yang menimbulkan percikan hingga membesar diterpa angin kencang.

    Komandan Pleton (Danton) Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satpol PP Kabupaten Malang, Andik Minarko, mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian kejadian tersebut berhasil ditangani tanpa menimbulkan korban jiwa.

    “Kebakaran paling sering terjadi karena kelalaian kecil,” beber Andik.

    Ia mengimbau agar masyarakat  membersihkan tumpukan sampah kering di sekitar rumah, terutama saat musim kemarau.

    Terkait aktivitas di dapur, petugas pemadam mengingatkan kepada masyarakat agar tidak meninggalkan kompor menyala saat memasak. Bila harus pergi, kompor dipastikan benar-benar mati terlebih dahulu.

    Selain itu, agar mengecek selang dan regulator gas secara rutin. Diimbau untuk mengganti selang minimal dua tahun sekali.

    “Kemudian dalam kebiasaan sehari-hari, kami mengimbau kepada masyarakat agar mematikan lilin dan obat nyamuk bakar sebelum tidur atau keluar rumah,” lanjut Andik seraya meminta agar puntung rokok dibuang di asbak dan dipastikan benar-benar padam total.

    Ia menambahkan untuk mencegah kebakaran dengan mencabut colokan jika tidak dipakai, terutama setrika, mejikom, kipas angin, dan charger HP.

    “Kami juga mengimbau agar kompor dijauhkan dari hal yang mudah terbakar seperti kain, tisu, plastik, dan minyak. Guna antisipasi, masyarakat menyediakan karung goni basah atau APAR ringan di dapur,” pungkasnya. (den/jon)