MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang menggelar kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026 ini, didesain khusus untuk membantu transisi siswa baru dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) ke Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Kepala MIN 1 Kota Malang, Dra. Hj. Siti Aisah, S.Ag. M.Pd, menyatakan bahwa durasi lima hari tersebut sengaja dioptimalkan agar para siswa baru dapat mengenal lingkungan madrasah secara utuh dan merasa nyaman.
”Ini adalah masa transisi yang krusial. Kami ingin mereka merasa nyaman terlebih dahulu tanpa merasa kaget atau terbebani dengan rutinitas baru di tingkat ibtidaiyah,” ujar Siti Aisah di sela-sela kegiatan, Rabu (15/7/2026).
Dalam MATAMUDA tahun ini, MIN 1 Kota Malang menekankan pengenalan Panca Cinta, sebuah konsep kurikulum berbasis cinta yang menjadi fondasi karakter madrasah. Kelima pilar tersebut meliputi:
Cinta Allah dan Rasul-Nya: Pembiasaan doa di awal dan akhir aktivitas. Cinta Ilmu: Menumbuhkan kegemaran belajar di dalam kelas maupun dari alam sekitar.
Cinta Diri dan Sesama: Mengajarkan kemandirian (menjaga kebersihan, merapikan pakaian, hingga menali sepatu).
Cinta Lingkungan: Menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya dan merawat tanaman.
Cinta Tanah Air: Menanamkan jiwa nasionalisme sejak dini.
Selain Panca Cinta, madrasah unggulan ini juga meluncurkan buku kendali karakter baru bernama “CINTAQU” (Catatan Integrasi Nilai dan Tradisi Baik serta Akhlak Qurrota A’yun). Buku ini merupakan pengembangan dari buku kendali sebelumnya (Pakubumi) dan telah diintegrasikan dengan program Kemendikdasmen: Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Buku “CINTAQU” berfungsi memantau kebiasaan baik siswa di rumah, seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, belajar, hingga interaksi bermasyarakat.
”Melalui buku kendali ‘CINTAQU’ ini, kami ingin membangun jembatan komunikasi yang kokoh dengan orang tua. Pendidikan karakter tidak akan berhasil kalau hanya dilakukan di madrasah. Harus ada keselarasan antara sekolah dan rumah,” tambah Siti Aisah.
Melalui pendekatan yang kreatif, bersahabat, dan penuh kasih sayang ini, MIN 1 Kota Malang optimistis para siswa kelas 1 dapat menikmati masa awal sekolah mereka dengan menyenangkan tanpa rasa takut atau bosan.
MATAMUDA 2026 tampil beda dan penuh inovasi. Salah satu daya tarik utamanya adalah kolaborasi antara “Duta Cilik” madrasah dan Bunda Modis. Program ini merupakan bagian dari sosialisasi moderasi beragama dari Kementerian Agama.
Edukasi tidak disampaikan lewat ceramah yang kaku. Sebaliknya, anak-anak diajak bermain interaktif menggunakan media kreatif. Salah satunya adalah permainan “Pohon Karakter” yang memanfaatkan dadu raksasa. Lewat permainan ini, nilai-nilai kebaikan ditanamkan dengan cara yang seru.
Hebatnya lagi, MIN 1 Kota Malang melibatkan langsung para siswa senior kelas 3, 4, dan 5. Mereka adalah anak-anak terpilih yang menyandang gelar Duta Madrasah. Mulai dari Duta Adiwiyata, Duta Moderasi, hingga Duta Antikorupsi. (imm)

