Gelontorkan Rp 50 M, KEK Singhasari Bangun Kampus IIM Bangalore

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA – Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari bersiap menggelontorkan investasi awal sedikitnya Rp 50 miliar. Langkah strategis ini diambil untuk membangun fisik kampus Indian Institute of Management (IIM) Bangalore di dalam kawasan KEK Singhasari, Singosari, Kabupaten Malang.

Komitmen investasi jumbo ini menjadi bukti keseriusan KEK Singhasari dalam meyakinkan Pemerintah India, pasca penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kedua belah pihak di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (6/7) lalu.

Corporate Secretary KEK Singhasari, Kriswidyat Praswanto, mengungkapkan bahwa dana tersebut sepenuhnya dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur kampus penunjang.

“Investasi awal sekitar Rp 50 miliar ini wujud komitmen kami untuk merealisasikan kerja sama pendidikan tinggi internasional. Doakan semua prosesnya berjalan lancar sesuai rencana,” ujar Kris saat ditemui di kantornya, Rabu malam.

Pasca penandatanganan MoU, KEK Singhasari dan IIM Bangalore bergerak cepat membentuk Joint Steering Committee (JSC) dan Program Management Team (PMT). Tim ini bertugas menyusun rencana kerja detail, termasuk proyeksi pembangunan fisik kampus.

KEK Singhasari sendiri telah mengalokasikan lahan strategis seluas 20 hektare dengan pemandangan Gunung Arjuno untuk mendukung pusat pendidikan bertaraf internasional tersebut. Area ini diproyeksikan mampu menampung gedung kampus modern berkapasitas ribuan mahasiswa.

Meski demikian, Kris menyebut rincian Detailed Engineering Design (DED) kampus belum difinalisasi. Sejauh ini, informasi awal yang disepakati baru sebatas ketinggian bangunan utama yang dirancang setinggi dua lantai.

“Desain arsitekturnya belum diketuk. Karena itu, dalam waktu dekat pak David Santoso (CEO KEK Singhasari) akan terbang ke India menemui manajemen IIM di Bangalore. Pertemuan tersebut akan membahas desain ruang hingga komposisi investasi kedua belah pihak,” lanjut pria asli Surabaya tersebut.

Jika berjalan sesuai jadwal, proses groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan kampus ditargetkan mulai September 2026. Masa konstruksi diperkirakan memakan waktu kurang lebih sembilan bulan.

Sementara itu, kehadiran IIM Bangalore di Malang menorehkan sejarah baru. Lembaga ini menjadi institut manajemen papan atas India kedua yang melakukan ekspansi internasional, menyusul jejak IIM Ahmedabad yang telah lebih dulu membuka fasilitas di Dubai.

Kampus IIM Bangalore di KEK Singhasari akan difokuskan sebagai pusat pengembangan digital dan edukasi global. Target utamanya adalah mendidik profesional muda, pemimpin bisnis, serta mahasiswa dari Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Pada tahap awal, kampus akan membuka program pendidikan eksekutif (Executive Education) khusus bagi para profesional senior, eksekutif bisnis, dan jajaran birokrasi pemerintahan. Setelah itu, barulah dibuka program manajemen bergelar (degree-granting programs) secara penuh.

Kurikulum yang diusung dirancang sangat adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan. Fokus studinya mencakup Kecerdasan Buatan (AI), transformasi digital, manajemen rantai pasok global (global supply chain), perubahan iklim dan keberlanjutan, hingga manajemen layanan kesehatan.

Kerja sama berskala global ini sebelumnya ditandatangani oleh David Santoso (CEO PT Intelegensia Grahatama) dan Prof. Dinesh Kumar Unnikrishna, Director-in-Charge IIM Bangalore.

Prosesi sakral tersebut disaksikan langsung oleh Duta Besar India untuk RI H.E. Sandeep Chakravorty, Sekretaris Kemenko Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK Susiwijono Moegiarso, serta Sekjen Dewan KEK Rizal Edwin Manangsang. (has/bua)

Pilihan Editor