MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Poltekkes Kemenkes Malang (Polkesma) Jurusan Promosi Kesehatan menggelar pelatihan pemberdayaan masyarakat untuk pencegahan risiko Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Tumpang Kabupaten Malang. Kegiatan yang dilaksanakan pada 21–22 Juli 2026 ini menghadirkan tim pengmas yang terdiri dari Dr. Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep., Ns., M.Kes., Dr. Atti Yudiernawati, SKp., M.Pd., dan Dr. Fiashriel Lundy, S.Kep., Ns., M.Kes.

Ketua Tim Pengmas Poltekkes Kemenkes Malang, Dr. Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep., Ns., M.Kes., menjelaskan latar belakang dilaksanakannya program ini di wilayah tersebut. “Sebelum pengmas, kami telah melakukan FGD dan penelitian awal yang menunjukkan angka Diabetes Mellitus di kawasan ini cukup tinggi. Setelah berkoordinasi dengan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, kami disarankan untuk menggelar pengmas di Puskesmas Tumpang dengan mengikutsertakan seluruh kader kesehatan desa. Sebanyak 30 kader kesehatan dari 15 desa di Kecamatan Tumpang hadir dan berpartisipasi secara proaktif,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan diawali pada hari pertama, Selasa (21/7) dengan agenda registrasi peserta, pembukaan resmi, serta pelaksanaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal kader. Setelah membangun komitmen pelatihan bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian Materi 1 mengenai Konsep 5 Pilar Manajemen DM Tipe 2 yang disajikan oleh Dr. Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep., Ns., M.Kes., serta Materi 2 tentang Upaya Pencegahan Risiko Penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2 oleh Dr. Atti Yudiernawati, SKp., M.Pd., yang diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif.

Dr. Tavip menekankan pentingnya penguasaan materi teknis pada hari kedua pelatihan, Rabu (22/7), yang diawali dengan refleksi, tanya jawab, stretching, hingga post-test. “Memasuki agenda utama hari kedua, peserta kami bagi menjadi empat kelompok untuk melakukan praktik langsung pemeriksaan kesehatan, seperti tinggi badan, berat badan, lingkar perut, perhitungan IMT, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, serta dilanjutkan simulasi edukasi. Kader kesehatan desa harus benar-benar bisa menerapkan 5 pilar manajemen diabetes, mulai dari edukasi, pengaturan nutrisi, aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, kepatuhan minum obat, hingga monitoring gula darah,” terangnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para kader kesehatan desa semakin paham dan mantap dalam menjalankan peran penting mereka di lapangan, yang mencakup pendataan warga, penyuluhan kesehatan, kunjungan rumah (door-to-door), hingga berkolaborasi aktif dengan pihak puskesmas.
“Kami berharap melalui penyegaran ilmu dan pelatihan praktikal ini, para kader kesehatan desa dapat menerapkannya secara berkelanjutan di masyarakat,” tambah Dr. Tavip.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Puskesmas Tumpang, dr. Armiesha Chika Y., bersama Tim Promosi Kesehatan, Retno Wijayanti, SKM., mengapresiasi langkah pengmas ini untuk memperbarui kapasitas para kader kesehatan desa.
“Dengan adanya kegiatan ini, semoga para kader kesehatan desa bisa mengaplikasikan dan menyebarluaskan ilmu-ilmu yang didapatkan sehingga bermanfaat untuk masyarakat banyak dalam menekan angka kejadian diabetes di wilayah Tumpang,” ujar dr. Chika.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan apresiasi kepada peserta post-test terbaik berupa beras 5 kg untuk juara pertama, gula 1 kg dan minyak goreng 2 liter untuk juara kedua, serta minyak goreng 2 liter untuk juara ketiga. (*/nda)

