MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Sebanyak 987 siswa baru dari 18 provinsi di Indonesia mengikuti Apel Pembukaan Kegiatan Cinta Sekolah (KCS) ke-39 SMK PGRI 3 Malang yang dipusatkan di Lapangan Universitas Islam Malang (Unisma), Kamis (2/7/2026). Kegiatan yang dimulai sejak pagi ini menjadi pembuka rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan mengusung tema Garda Swarna.
Apel pembukaan dibuka oleh perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang Frenky Minggaryana Dwi Putra, S.Sn., M.M. Turut hadir Ketua Perwakilan YPLP PGRI Kota Malang Drs. Anton Henawanto, M.Pd, Ketua PGRI Kota Malang Prof. Agus Wahyudi, S.Pd., M.Pd, perwakilan dari Universitas Islam Malang, Kompol Anang Tri Hananta selaku Kapolsek Lowokwaru.

Kepala SMK PGRI 3 Malang Dr. M. Lukman Hakim, S.T., M.M, menjelaskan tema Garda Swarna memiliki makna generasi muda yang tangguh, siap menjadi pelopor perubahan, serta memiliki “jiwa emas” untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Kami ingin membentuk lulusan yang tidak hanya unggul dalam hard skill, tetapi juga memiliki soft skill, karakter, akhlakul karimah, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.
Prosesi pembukaan berlangsung khidmat dengan penampilan tari nusantara, parade bendera jurusan, paskibraka, hingga kirab air suci. Air tersebut kemudian dituangkan ke atas kanvas putih bertuliskan Garda Swarna sebagai simbol transfer ilmu, restu para guru, serta kesiapan siswa baru menerima pendidikan dan nilai-nilai luhur.

Selain itu, dilakukan pula prosesi penaburan pasir putih yang melambangkan peserta didik sebagai “kanvas kosong” yang siap diisi ilmu pengetahuan, karakter, dan budaya positif selama menempuh pendidikan di SMK PGRI 3 Malang.
“Prosesi tersebut melambangkan para siswa baru yang siap menerima bekal ilmu, karakter, dan budaya sekolah untuk menjadi bagian dari “Sekolahnya Para Jawara,” imbuhnya.
Usai apel, seluruh peserta melakukan pawai dari Unisma menuju kampus SMK PGRI 3 Malang dengan membawa bendera jurusan dan Merah Putih. Setibanya di sekolah, siswa diperkenalkan dengan lingkungan belajar melalui kunjungan ke bengkel masing-masing jurusan yang didampingi guru dan teknisi. “Seluruh guru dan tenaga kependidikan kami libatkan sebagai panitia guna memastikan kegiatan berjalan aman, edukatif, dan ramah anak, sehingga para siswa baru dapat memulai perjalanan sebagai bagian dari “Sekolahnya Para Jawara,” pungkasnya.(hud/adv/lim)

