Transformasi MPLS Kota Batu Usung Konsep “SAE”, Fokus Penguatan Karakter Tanpa Perpeloncoan

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Dinas Pendidikan Kota Batu melakukan terobosan dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini. Di bawah komando Alfi Nurhidayat selaku Kepala Dinas Pendidikan, MPLS dirancang sebagai pondasi kokoh untuk membangun karakter siswa baru melalui visi “mBatu SAE” (Sinergis, Akomodatif, dan Ekologis).

Dalam keterangannya, Alfi menjelaskan bahwa kata SAE dimanifestasikan ke dalam tiga pilar karakter utama. Yakni Santun (penanaman etika dan budaya lokal), Aktif (eksplorasi potensi diri siswa) dan Edukatif (pembelajaran inovatif bebas perpeloncoan).

“Nilai SAE harus diturunkan ke dalam aktivitas konkret, bukan sekadar slogan,” tegas Alfi Nurhidayat kepada Malang Posco Media, Minggu (5/7) kemarin.

Kareakter yang ditanamkan dalam MPLS di Kota Batu nantinya mendoronh sekolah untuk mengajak siswa baru produktif sejak hari pertama agar memicu produktivitas belajar siswa. MPLS tahun ini mengintegrasikan tiga aspek krusial.

“Tiga aspek itu meliputi kearifan lokal atau gerakan peduli lingkungan seperti memilah sampah dan proyek berbasis agrowisata/sejarah Batu. Kedua adaptasi teknologi secara bijak atau edukasi literasi digital dan stop cyberbullying. Serta orientasi mental  dan kesehatan dengan pendampingan psikologis untuk mengatasi kecemasan transisi sekolah dan pencegahan perundungan (bullying),” terangnya.

Dinas Pendidikan juga menginstruksikan panitia sekolah untuk menerapkan empat strategi berbasis checklist kerja guna memastikan zero-perpeloncoan di lapangan.

Strategi itu meliputi tahapan  aktivitas utama atau pra acara penyusunan materi berbasis regulasi mengacu Kemendikbudristek dan profil pelajar Pancasila. Selanjutnya briefing panitia untuk mengubah mindset OSIS menjadi pembimbing dan sahabat, serta menghapus tugas yang memberatkan orang tua.

“Pada hari H atau saat pelaksanaan harus menggunakan metode sersan (serius tapi santai.red) melalui aktivitas luar ruangan yang melatih kerja sama tim. pasca acara juga harus dilakukan evaluasi melalui refleksi harian tertulis oleh siswa mengenai hal produktif yang dipelajari,” tegasnya.

“Melalui komitmen kuat dan sinergi antara pihak sekolah, dinas, serta orang tua, MPLS di Kota Batu diharapkan bertransformasi menjadi gerbang awal pendidikan yang menyenangkan, bermakna dan ramah anak,” imbuhnya. (eri/lim)

Pilihan Editor