Polinema Dorong Kedai AARA Tembus Pasar Produk Siap Saji Berizin PIRT

Written by

in

​MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Ketergantungan pada satu segmen pasar sering kali menjadi batu sandungan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menyadari tantangan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang (Polinema) turun tangan mendampingi UMKM kuliner lokal, Kedai AARA, untuk keluar dari zona nyaman katering sekolah melalui program diversifikasi produk siap saji.

​Program bertajuk “Diversifikasi Usaha

Katering Kedai AARA melalui Pengembangan Produk Olahan Siap Saji Berizin PIRT guna Keberlanjutan Usaha” ini resmi digulirkan pada Senin (22/6/2026). Langkah ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat daya saing dan keberlanjutan bisnis lokal di Kota Malang.

​Ketua Tim Pengabdian Polinema, Evi Fajriantina Lova, S.H., M.Kn., mengungkapkan bahwa ide pendampingan ini berawal dari kegelisahan mitra yang usahanya mandek setiap kali musim libur sekolah tiba. Selama ini, omzet Kedai AARA sangat bergantung pada kalender akademik.

​“Usaha katering sekolah memang prospeknya bagus, tapi tidak bisa terus-menerus bergantung pada jadwal sekolah atau kontrak kerja sama semata. Pendapatan mereka harus tetap stabil kapan pun,” ujar Evi.

​Sebagai solusinya, Polinema mendorong Kedai AARA untuk meluncurkan produk olahan siap saji (ready-to-eat) seperti risol mayo dan dimsum mentai. Produk-produk ini diproyeksikan menjadi mesin pencetak uang alternatif, terutama saat permintaan katering sekolah sedang turun.

​Tidak tanggung-tanggung, Polinema menerjunkan tim dosen lintas disiplin ilmu—mulai dari pakar hukum, administrasi, pendidikan bahasa, hingga manajemen keuangan—serta melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi untuk mendampingi Kedai AARA dari hulu ke hilir.

​Fokus utama pendampingan ini meliputi:

​Standardisasi Produk: Memastikan sistem produksi lebih terarah dan sesuai standar keamanan pangan.

​Peningkatan Kemasan (Packaging): Membuat tampilan produk lebih modern dan memikat pasar yang lebih luas.

​Legalitas PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga): Mengawal proses pengurusan izin edar resmi.

​“Melalui kegiatan ini, kami mendampingi Kedai AARA agar produknya tidak hanya enak, tapi juga terstandarisasi dan punya izin PIRT. Legalitas ini krusial untuk mendongkrak kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan pasar,” tambah Evi.

​Dengan manajemen produksi yang lebih terdokumentasi dan hadirnya produk siap saji yang legal, Kedai AARA kini bersiap naik kelas.

​Ke depan, Tim Pengabdian Polinema berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak instan dan jangka panjang bagi perekonomian lokal. Kedai AARA diharapkan tidak hanya mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi UMKM kuliner lain di Kota Malang untuk terus berinovasi tanpa batas. (imm)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *