Joko: Jumlah Pesawat, Penumpang dan Volume Kargo Stabil
MALANGPOSCOMEDIA – Di tengah tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Abdul Rachman Saleh Malang tetap menunjukkan performa positif.

Pengelola kesyahbandaran komersial udara di pangkalan Lanud Abd Saleh ini berhasil mencatatkan tren kinerja yang meyakinkan sepanjang semester pertama tahun 2026.
Berdasarkan data Januari hingga Juni 2026, produktivitas bandara ini menunjukkan grafik stabil yang berpotensi menyamai, bahkan melampaui capaian total pada tahun 2025 lalu.
Indikator positif ini terlihat jelas dari lalu lintas pergerakan pesawat, volume penumpang, hingga kuantitas logistik kargo.

Hal tersebut dikonfirmasi Kabid Perkeretaapian dan Jaringan Transportasi Dinas Perhubungan Jawa Timur, Joko Pitoyo, saat memantau arus penumpang libur sekolah di Bandara Abd Saleh, Selasa (7/7).
“Alhamdulillah kinerja kami di UPT masih stabil. Semoga hasil akhirnya nanti bisa menyamai bahkan melebihi kinerja tahun 2025 lalu,” ujar Joko yang saat itu didampingi oleh Kepala UPT Bandara Abd Saleh Malang, Purwo Cahyo Widhiatmoko.
Rekapitulasi Data Operasional Bandara Abd Saleh Malang
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah rincian perbandingan data operasional Bandara Abd Saleh antara tahun 2025 (setahun penuh) dan periode Semester I (Januari–Juni) tahun 2026:
Capaian Total 2025 Capaian dan Januari – Juni 2026
Pergerakan Pesawat (Total) 3.406 unit 1.592 unit
– Kedatangan (Landing) 1.703 unit 796 unit
– Keberangkatan (Take-off) 1.703 unit 796 unit
Volume Penumpang (Total) 441.317 orang 190.017 orang
– Penumpang Datang 217.923 orang 94.000 orang
– Penumpang Berangkat 223.394 orang 96.107 orang
Volume Kargo (Total) 210.658 kg 73.107 kg
– Kargo Datang (Bongkar) 200.072 kg 69.638 kg
– Kargo Berangkat (Muat) 10.586 kg 3.469 kg
Joko menjelaskan adanya fenomena unik di mana jumlah penumpang yang berangkat dari Malang menuju Jakarta selalu lebih tinggi dibandingkan dengan penumpang yang datang.
“Kenapa yang berangkat lebih banyak ketimbang yang datang, bisa saja terbangnya dari Malang tapi pulangnya tidak lewat Malang lagi. Bisa lewat Bandara Juanda Surabaya,” paparnya.
Sebaliknya, kondisi berbeda terjadi pada sektor logistik. Volume kargo yang datang ke Malang jauh lebih mendominasi dibandingkan kargo yang keluar.
Hingga Juni 2026, kargo yang mendarat mencapai 69.638 kg, sedangkan yang diangkut ke Jakarta hanya 3.469 kg.
Menurut Joko, pergerakan kargo yang cenderung lambat ini dipengaruhi oleh keterbatasan rute yang saat ini masih berfokus dari dan menuju Jakarta (Halim Perdanakusuma dan Soekarno-Hatta).
Seluruh penerbangan tersebut saat ini dilayani oleh tiga maskapai utama, yaitu Citilink, Batik Air, dan Lion Air.
Meski demikian, aktivitas penerbangan di bandara ini mengalami lonjakan signifikan selama musim libur sekolah.
“Selama liburan sekolah, jumlah penerbangan sehari bisa meningkat hingga lima kali lipat, dari yang biasanya maksimal hanya tiga kali penerbangan dalam sehari,” pungkas Joko.
Sementara itu dari data yang dihimpun Malang Posco Media (MPM) menunjukkan, selama tahun 2025, bandara Abd Saleh Malang dilintasi 3.406 pesawat komersial.
Pesawat yang landing 1.703 unit dan yang berangkat 1.703 unit. Semuanya diarungi tiga maskapai Citilink, Batik dan Lion Air.
Sedang jumlah penumpang terangkut total ada 441.317 orang. Penumpang datang 217.923 orang dan penumpang berangkat 223.394 orang.
“Dari total kargo 210.658 kg, kargo datang lebih besar volumenya, mencapai 200.072 kg. Sedang kargo berangkat hanya 10.586 kg,” rinci Cahyo. (has)

