MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Ratusan siswa baru SMK PGRI 3 Malang (Skariga) resmi dikukuhkan sebagai bagian dari keluarga besar sekolah melalui Upacara Penutupan Kegiatan Cinta Sekolah (KCS) Angkatan ke-39 di Lapangan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Malang akhir pekan kemarin.
Prosesi ditandai dengan pelepasan kartu identitas peserta orientasi dan pemakaian atribut serta seragam sekolah secara simbolis oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., didampingi Kepala SMK PGRI 3 Malang Dr. Lukman Hakim, S.T., M.M.
Pengukuhan bertema “Garda Swarna Skariga Muda nan Gemilang, Menganyam Budaya Menembus Cakrawala” tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pembinaan sekaligus dimulainya perjalanan para siswa sebagai peserta didik resmi SMK PGRI 3 Malang.

Dalam sambutannya, Aries menegaskan bahwa paradigma terhadap pendidikan vokasi telah berubah. Menurutnya, SMK kini menjadi garda terdepan dalam mencetak sumber daya manusia yang siap kerja, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menggerakkan perekonomian bangsa.
“Dulu orang menyebut SMK tidak punya masa depan. Sekarang justru SMK adalah masa depan bangsa itu sendiri,” tegas Aries di hadapan ratusan siswa, guru, dan orang tua. Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak takut menghadapi perkembangan Artificial Intelligence (AI). Teknologi, katanya, harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi, namun tetap diimbangi dengan karakter yang kuat. “Masa depan ditentukan oleh kebiasaan baik yang dibangun mulai hari ini. Disiplin adalah kuncinya,” ujarnya.
Aries turut mengapresiasi program pembinaan karakter Matabumi Garda Swarna yang dilaksanakan sebelum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). “Pembinaan di lingkungan militer mampu menanamkan disiplin, kerjasama, dan tanggung jawab sejak hari pertama siswa memasuki dunia pendidikan vokasi,” pesannya.
Sementara itu, Kepala SMK PGRI 3 Malang Dr. Lukman Hakim menyampaikan pelepasan atribut orientasi bukan sekadar seremoni, tetapi simbol transformasi dari calon siswa menjadi pribadi yang siap ditempa menjadi lulusan profesional.
“Di sini mereka tidak hanya dibentuk menjadi tenaga terampil, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, serta siap menghadapi persaingan industri global tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya bangsa,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, SMK PGRI 3 Malang juga menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan mendukung program Jawa Timur Bebas Sampah Plastik. Sekolah menyerahkan 987 tumbler kepada perwakilan SMP di wilayah Malang sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Kami ingin siswa Skariga tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil,” ujar Lukman.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian penghargaan kepada tiga kompi terbaik selama pelaksanaan KCS Angkatan ke-39 serta doa bersama. Melalui pengukuhan ini, SMK PGRI 3 Malang kembali menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang kompeten, berkarakter, disiplin, dan peduli lingkungan. (hud/adv/lim)

