MPLS Tahun Ajaran 2026-2027 SMPK Kosayu 2 Malang, Kepala Sekolah Tekankan Lima Pilar Karakter

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, ​MALANG — Suasana Aula SMPK Kolese Santo Yusup (Kosayu) 2 Malang tampak hidup dan penuh energi pada Rabu (15/7/2026). Ratusan siswa baru berkumpul untuk mengikuti pembekalan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berfokus pada pembentukan karakter dasar.

​Kepala SMPK Kosayu 2 Malang, Elisabeth Maria Irma Susanti, S.Pd, memberikan pembekalan mendalam kepada para siswa baru tersebut. Ia menegaskan bahwa perjalanan di tingkat SMP bukan sekadar mengejar nilai akademik di atas kertas. Sebaliknya, masa ini merupakan proses penting untuk membentuk karakter siswa.

​Ia mengajak seluruh siswa baru untuk menghidupi lima pilar utama dalam keseharian mereka di sekolah. Lima pilar tersebut adalah Kasih, Kesalehan, Terpelajar, Misioner, dan Tetap Bersemangat. Pilar “Tetap Bersemangat” disebut sebagai mesin penggerak utama yang menjadi fondasi daya juang dan ketangguhan siswa.

​”Pasti ada momen di mana kalian lelah, mendapat nilai jelek, atau menghadapi kegagalan. Saat jatuh, kalian bangkit lagi. Saat lelah, kalian beristirahat, bukan berhenti. Semangat inilah yang menjaga api belajar kalian tetap menyala,” ujar perempuan yang akrab disapa Ibu Susan tersebut.

​Selain semangat, pilar “Kesalehan” juga menjadi hal krusial yang ditekankan. Menurut Susan, kesalehan sejati tercermin dari keselarasan antara perkataan dan perbuatan. Di sekolah, nilai ini diwujudkan melalui kejujuran mutlak, seperti tidak menyontek saat ulangan, berani mengakui kesalahan, serta menghormati perbedaan keyakinan sesama siswa.

​Susan kemudian meluruskan miskonsepsi umum mengenai arti kata “Terpelajar”. Ia membantah anggapan bahwa menjadi terpelajar berarti harus selalu meraih peringkat satu di kelas. Bagi sekolah, profil siswa terpelajar digambarkan sebagai pribadi yang gemar membaca, bijak berteknologi, dan berkomitmen menjadi pembelajar sepanjang hayat.

​”Menjadi terpelajar artinya kalian memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, berpikir kritis, terbuka terhadap ilmu baru, dan bijak menggunakan pengetahuan tersebut. Orang terpelajar menggunakan ilmunya untuk membangun, bukan untuk membodohi atau merendahkan orang lain,” tegas Susan di hadapan para siswa.

​Terakhir, pilar “Misioner” menjadi tantangan bagi siswa untuk keluar dari keegoisan diri. Susan mengajak siswa untuk aktif menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar. Hal ini diwujudkan dengan peka terhadap keadaan, seperti langsung bergerak saat melihat sampah berserakan atau merangkul teman yang sedang dikucilkan.

​Melalui momentum MPLS ini, SMPK Kosayu 2 Malang menegaskan komitmennya dalam dunia pendidikan. Sekolah tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik. Lembaga ini juga bertekad melahirkan lulusan yang tangguh secara mental, kaya secara spiritual, serta mampu membawa dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas. (imm)

Pilihan Editor