Guru SMPN 13 Malang Ditantang Tulis Buku Ajar Sendiri

Written by

in

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – SMP Negeri 13 Malang mendorong para guru menjadi penulis melalui Pelatihan Menulis Buku  Satu Guru, Satu Buku: Mengukir Prestasi, Mengabdi dalam Karya, Kamis (16/7). Program tersebut diharapkan melahirkan buku ajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.

Pelatihan menghadirkan narasumber Dr. Abdul Rani, M.Pd dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Malang (Unisma). Dalam paparannya, ia menegaskan guru yang mampu menulis buku ajar sendiri akan lebih menguasai materi karena melalui proses membaca, menyusun, dan menyunting secara berulang. “Menulis buku ajar membuat guru lebih memahami materi yang diajarkan. Dampaknya, kualitas pembelajaran juga akan meningkat,” ujarnya.

Peserta dibekali tahapan penyusunan buku, mulai dari menyusun konsep, membuat outline, menulis naskah, hingga proses layout agar siap diterbitkan. Buku dapat disusun secara mandiri maupun kolaborasi antara guru sesuai jenjang kelas.

Ia juga menekankan pembelajaran bahasa seharusnya lebih banyak memberi ruang praktik berbicara dan menulis. Menurutnya, kemampuan tersebut akan menjadi bekal siswa di dunia kerja, seperti menulis berita, artikel, hingga membuat naskah iklan.

“Kurikulum terbaru juga mulai mengedepankan pembelajaran bahasa yang lebih aplikatif. Karena itu, pelatihan perlu dilanjutkan dengan pendampingan agar guru mampu menyelesaikan naskah hingga menjadi buku,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMPN 13 Malang Sadimin, M.Pd mengatakan program tersebut bertujuan membangun kepercayaan diri guru untuk mulai menulis. Target awalnya bukan menghasilkan buku yang sempurna, melainkan membiasakan guru menuangkan gagasan dalam bentuk artikel sebelum berkembang menjadi buku ajar. “Buku yang ditulis sendiri akan lebih sesuai dengan karakteristik siswa dan kondisi sekolah dibandingkan hanya mengandalkan buku paket,” katanya. Sadimin menambahkan, karya guru nantinya akan diterbitkan untuk kebutuhan internal sekolah. Jika kualitasnya memenuhi standar, tidak menutup kemungkinan dipublikasikan lebih luas. “Pelatihan ini menjadi lanjutan program peningkatan kompetensi guru setelah sebelumnya SMPN 13 Malang sukses menggelar pelatihan STEM yang menghasilkan tiga inovasi pengelolaan sampah. Hasil inovasi tersebut selanjutnya akan didokumentasikan dalam bentuk artikel sehingga dapat menjadi referensi bagi sekolah lain,” pungkasnya.(hud/lim)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *