MALANG POSCO MEDIA – MALANG, Keluarga besar Padepokan EYANG PANJI menyelenggarakan peringatan Penutup atau Pungkasan Suro 1960 di Perumahan Janti Blok G Sukun,Kota Malang, Kamis (16/7) malam.
Pemangku Padepokan EYANG PANJI, Ki Wahyu Widayat menjelaskan nama EYANG PANJI merupakan singkatan dari Eling, Yakin, Anggayuh, Nugrahaning, Gesang, Piwulang Luhur, Amerangi, Napsu Amrih, Jejege, Iman.
“Kata-kata tersebut memiliki arti yaitu sebagai pengingat akan keyakinan manusia. Bahwa Tuhan itu Maha Segalanya. Dan kita harus selalu beribadah kepada Tuhan, sebagai bentuk ketaatan kita kepada Sang Pencipta,” ujarnya kepada Malang Posco Media.

Ki Wahyu,sapaan akrabnya, menambahkan adapun “Ngudi Luhuring Agesang Sampurnaning Lampis” berarti budi adalah alat untuk mencari kebahagiaan luhur. Yaitu, kebahagiaan di dunia maupun di akhirat kelak.
Kunci utamanya ada tiga hal. Yaitu sabar, jujur dan suka menolong “Budi pekerti luhur satunya tujuannya adalah untuk mengendalikan ego. Karena kita selalu hidup berdampingan dengan sesama. Sehingga harus memaksimalkan peranan kita sebagai makhluk sosial,” terangnya.
Melalui kegiatan yang berlangsung khidmat ini, Ki Wahyu ingin terus menciptakan kerukunan bangsa dan umat beragama, dengan mensinergikan budaya dan agama.

“Sehingga dapat menciptakan masyarakat berbudaya yang beragama. Juga masyarakat beragama yang berbudaya,” ujar pemilik PT Gong Mas ini.
Padepokan EYANG PANJI kini memiliki ribuan jamaah yang tersebar ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. “Melalui kegiatan
Pungkasan Suro 1960 ini kami ingin terus melestarikan tradisi sekaligus mempererat persaudaraan dan kekeluargaan diantara seluruh jamaah Padepokan yang memiliki berbagai ragam agama, profesi dan lain-lain,” pungkasnya.(nug)
Leave a Reply