MALANG POSCO MEDIA – Empat dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dipercaya mengemban amanah sebagai reviewer nasional pada Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama Republik Indonesia atau Ministry of Religious Affairs–The Awakened Indonesian Research Funds (MoRA The AIR Funds Program).
Keempat akademisi tersebut ialah Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., Prof. Dr. H. Saifullah, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Sudirman, M.A., dan Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag. Prof. Umi Sumbulah kembali memperoleh kepercayaan sebagai reviewer nasional untuk ketiga kalinya, sementara Prof. Saifullah, Prof. Sudirman, dan Dr. Isroqunnajah, M.Ag menjalankan amanah tersebut untuk pertama kalinya.
Penunjukan ini menjadi pengakuan atas kompetensi akademik, integritas, serta rekam jejak keilmuan para dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kepercayaan tersebut sekaligus mempertegas kontribusi kampus dalam menjaga kualitas dan pengembangan riset keagamaan di tingkat nasional melalui Program MoRA The AIR Funds.
Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit atau MoRA The AIR Funds merupakan program kolaborasi antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini mendukung penelitian pada tujuh bidang prioritas, meliputi studi agama, sosial-humaniora, sains dan teknologi, serta pelayanan keagamaan. Para reviewer dipilih melalui proses seleksi yang ketat dari kalangan akademisi yang memiliki rekam jejak penelitian dan publikasi ilmiah yang kuat.
Prof. Umi Sumbulah mengungkapkan bahwa saat ini para reviewer sedang melaksanakan tahapan desk evaluation terhadap proposal penelitian yang masuk.
“Saat ini kami sedang melakukan desk evaluation terhadap proposal penelitian hingga 23 Juli 2026. Setelah itu akan dilanjutkan dengan tahapan wawancara yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan hingga akhir Agustus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tahun 2026 merupakan tahun ketiganya dipercaya menjadi reviewer nasional sejak Program MoRA The AIR Funds pertama kali diluncurkan pada 2024.
“Ini merupakan tahun ketiga saya menjadi reviewer sejak program ini dimulai pada 2024. Proposal yang kami nilai berasal dari dosen PTKIN, PTKIS, BRIN, maupun kolaborasi antarpeneliti dari berbagai lembaga yang mengangkat tema studi agama, riset keagamaan, sains dan teknologi, serta pelayanan keagamaan,” jelasnya.
Menurut Prof. Umi, skema Riset Produktif (Rispro) yang didanai LPDP merupakan salah satu program pendanaan riset paling bergengsi di Indonesia. Penelitian yang memperoleh pendanaan tidak hanya dituntut memiliki kualitas akademik yang tinggi, tetapi juga mampu menghasilkan luaran yang berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
“Riset yang didanai melalui Rispro tidak hanya dinilai dari besarnya anggaran, tetapi juga dari kualitas luaran yang dihasilkan. Penelitian harus menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan, memiliki dampak strategis, menghadirkan kebaruan (novelty), serta menghasilkan rekomendasi kebijakan (policy brief) yang dapat digunakan oleh Kementerian Agama maupun kementerian dan lembaga lain dalam mendukung pembangunan nasional,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa setiap proposal penelitian juga harus selaras dengan program prioritas Kementerian Agama serta berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Sebagai Dekan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Umi berharap semakin banyak dosen, khususnya di lingkungan Fakultas Syariah, yang terdorong untuk berpartisipasi dalam Program MoRA The AIR Funds pada tahun-tahun mendatang.
“Saya berharap semakin banyak dosen, khususnya dari Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang termotivasi mengajukan proposal penelitian melalui Program MoRA The AIR Funds. Semakin banyak riset berkualitas yang memperoleh pendanaan, semakin besar pula peluang lahirnya inovasi, gagasan, dan rekomendasi yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas layanan keagamaan, serta mendukung pembangunan bangsa dan negara,” pungkasnya. (adv/bua)

