M. Basri, Mantan Pelatih Arema Meninggal Dunia

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA – Dunia sepak bola Indonesia kehilangan salah satu pelatih kharismatik yang pernah menangani tim Singo Edan Arema, M. Basri. Informasi meninggalnya M. Basri, disampaikan pihak keluarga kepada Malang Posco Media melalui whatsapp.

“Om Basri sudah dipanggil pulang oleh Tuhan, tadi jam 04.50,” terang kerabat dekat almarhum M. Basri, Kamis (23/7), beberapa menit lalu.

N. Basri, adalah mantan pemain sepak bola nasional Indonesia dan telah malang melintang di beberapa klub sepak bola di Indonesia sebagai pelatih. Bernama lengkap Muhammad Basri, lahir di Makassar pada 5 Oktober 194.

Sebagai pemain senior, memulai karir di Makassar di tim MOS Makassa, lalu gabung PSM Makassar, pernah di Pardedetex Medan dan Warna Agung Jakarta. Pernah memperkuat Tim nasional tahun 1962−1973.

Untuk karir sebagai pelatih, dimulai dari Persebaya Surabaya tahun 1977-1979. Sementara di Arema, pernah dua kali. Pertama tahun 1991–1993, bersamaan Arema raih gelar juara Galatama musim 1992/1993. Namun saat itu, posisi M. Basri digantikan Gusnul Yakin pada paruh musim Kompetisi Galatama XII 1992/1993. Berikutnya tahun 2000–2001, M. Basri kembali melatih Arema era Liga Indonesia.

Berikut daftar tim yang pernah ditangani M. Basri:

1977–1979 Persebaya Surabaya

1980–1986 NIAC Mitra

1989–1990 Indonesia

1991–1993 Arema Malang

1994–1995 Mitra Surabaya

1995–1999 PSM Makassar

2000–2001 Arema Malang

2003–2004 Persim Maros

2004–2005 Persita Tangerang

2005–2006 PSM Makassar

2007–2009 Persela Lamongan

2010–2011 PSS Sleman

2011–2012 Gasma Enrekang

2012–2013 Persiba Bantul

Sosok M.Basri tak bisa dilepaskan dari sejarah panjang sepak bola Indonesia. Sebagai pemain, ia tercatat dua kali membawa PSM Makassar, klub tanah kelahirannya juara Kompetisi Perserikatan yakni 1964-1965 dan 1965-1966.

Nama Basri justru lebih menjulang ketika menjadi pelatih. Ia mendulang berbagai trofi, di antaranya membawa Persebaya, juara Piala Perserikatan 1977 dan menjadi bagian sukses Niac Mitra juara Galatama pada 1981, 1982 dan 1986.

Kiprahnya bersama Niac Mitra ini mengantar Basri menangani tim nasional senior pada dua periode yakni 1983 dan 1989 di ajang Pra Olimpiade dan Sea Games.

Sebagai pelatih, Basri dikenal keras dan tegas. Ia selalu menegakkan disiplin tinggi pada tiap tim yang diasuhnya. Basri adalah pelatih lokal paling senior yang kini harus pergi untuk selama-lamanya. (bua)

Pilihan Editor