MALANG POSCO MEDIA, MEDAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu bergerak cepat memanfaatkan momentum berskala nasional untuk memperluas jangkauan pasarnya. Melalui Dinas Pariwisata (Disparta), Kota Batu menjadikan ajang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 yang digelar di Kota Medan sebagai panggung utama untuk mempromosikan potensi pariwisata, seni budaya, serta produk unggulan UMKM lokal.
Misi promosi besar-besaran ini berlangsung selama sepekan penuh, mulai 28 Juni hingga 4 Juli 2026. Delegasi Kota Batu tidak hanya hadir sebagai peserta forum ilmiah, melainkan ikut unjuk gigi dalam berbagai rangkaian acara pendukung. Seperti Indonesia City Expo (ICE), pawai budaya, dan pertunjukan seni.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto mengungkapkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan delegasi secara matang. Kota Batu mengirimkan delapan talent berbakat untuk menyuguhkan pertunjukan sendratari khas daerah. Tak hanya itu, keterlibatan anak muda juga ditonjolkan melalui partisipasi dua pemuda Kota Batu dalam agenda Youth City Changers (YCC).
”Dua pemuda yang mengikuti YCC ini sudah berangkat lebih awal ke Medan. Nantinya, mereka juga akan melebur bersama delegasi lain untuk tampil dalam sendratari dan pawai budaya,” ujar Onny kepada Malang Posco Media.
Selain penampilan seni, stan Kota Batu dalam Indonesia City Expo (ICE) juga siap memanjakan mata pengunjung. Disparta memboyong sederet produk ikonik Kota Batu untuk diperkenalkan dan dibagikan kepada para pengunjung, tamu undangan, hingga masyarakat lokal Medan yang memadati area pameran.
Beberapa produk yang dibawa antara lain kopi khas dataran tinggi Batu, udeng (ikat kepala tradisional) dan berbagai kerajinan tangan (handicraft) kreatif buatan perajin lokal.
Menurut Onny, Rakernas APEKSI adalah ladang promosi yang sangat strategis. Karena dihadiri oleh representasi pemerintah kota dari seluruh penjuru Indonesia, gaung promosi Kota Batu dipastikan bisa menembus pasar nasional secara efektif.
”Target utama kami jelas, yaitu mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke Kota Batu. Momentum ini sangat pas karena audiensnya tidak hanya masyarakat Sumatra Utara saja, tetapi juga perwakilan dari berbagai daerah di Tanah Air yang potensial menjadi calon wisatawan kita,” tambahnya.
Aksi promosi dan partisipasi ini tidak berjalan sendiri. Disparta berkolaborasi erat dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di lingkungan Pemkot Batu demi menyukseskan misi ini. Meliputi Dinas Koperasi yang fokus mengawal dan mempromosikan produk-produk UMKM unggulan di arena pameran.
Kemudian DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) yang turut memperkuat barisan dalam kemeriahan pawai budaya dan Dinas Pertanian menghadiri Forum Ketahanan Pangan untuk menyerap sekaligus membagikan inovasi pertanian. Serta Bagian Pemerintahan yang mengawal jalannya agenda dan sidang utama Rakernas.
“Di samping misi promosi, Pemkot Batu juga memanfaatkan forum ini sebagai ruang studi banding dan bertukar pikiran dengan kota-kota lain di Indonesia, khususnya dalam hal strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Rakernas XVIII APEKSI 2026 ini mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat” dan diisi oleh berbagai sub-agenda penting seperti forum teknis pemerintahan, kepemudaan, hingga pameran dagang berskala besar.(eri/lim)

