MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Achmad Zakaria, S.Pd menggelar dialog serap aspirasi dalam rangka reses di dapilnya Sukun, Senin (6/7) malam. Politisi PDI Perjuangan ini mengemas dialog dengan konsep kekinian.
Zaka, sapaan akrab Achmad Zakaria, S.Pd mengundang dosen, aktivitis mahasiswa, hingga pengusaha muda. Suasana dialog mencair dan penuh kebersamaan.
Dalam dialog itu, sejumlah persoalan di Kota Malang mencuat. Mulai dari permasalahan parkir liar, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), tuntutan pendampingan sektor UMKM, hingga ranah pendidikan.
Zaka menjelaskan pada sektor UMKM di Kota Malang diharapkan mendapat program pembinaan maupun pelatihan sejenis “sekolah”.
“Mereka meminta bagaimana UMKM ini mendapatkan semacam sekolah, agar naik kelas dan UMKM bisa berkembang lebih pesat di Kota Malang,” ujar Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang tersebut.

Peserta dalam dialog serap aspirasi meminta agar Pemkot Malang memberikan pelatihan yang sifatnya berkelanjutan, bukan sekadar seremonial yang setelahnya melepas para pelaku UMKM tanpa arah yang jelas.
“Jadi, mereka minta ada pendampingan terhadap UMKM. Itu secara teknis memang harus dibicarakan kepada OPD terkait,” tegas Achmad Zakaria.
Dalam kesempatan yang sama, peserta dialog serap aspirasi juga memberikan masukan terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih agar tidak memicu benturan di tingkat bawah.
Di sektor lain, muncul pula aspirasi dari kalangan akademisi mengenai kurikulum di ranah pendidikan. Terkait hal ini, Achmad Zakaria menjelaskan bahwa ranah kurikulum merupakan wewenang DPR RI.
Menindaklanjuti hasil reses, ia menegaskan beberapa poin aspirasi akan langsung dikoordinasikan dan dieksekusi bersama OPD.
“Ada beberapa poin yang bisa langsung kami eksekusi di dinas. Nanti bisa kami tanyakan keseriusan dalam hal ini,” pungkas Zaka yang juga Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Malang ini. (den/van)

