MALANG POSCO MEDIA – Jembatan Bailey atau jembatan ‘portabel’ sebagai akses sementara masyarakat yang berada di Jalan Simpang Sulfat Utara, mulai dibongkar, Kamis (9/7). Selama proses tersebut berlangsung, akses kendaraan ditutup total karena menjadi tahapan penting untuk menuntaskan pembangunan permanen Jembatan Sonokembang yang kini telah mencapai progres 88 persen.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang Dandung Julhardjanto menjelaskan, penutupan total dilakukan agar pembongkaran Jembatan Bailey dapat berjalan aman dan lebih cepat. Tahap tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum pekerjaan konstruksi di sisi selatan jembatan baru dapat dilanjutkan.
“Walaupun progres pembangunan sekarang sudah 88 persen, masih ada satu pekerjaan lagi di ujung selatan. Tapi mengharuskan Jembatan Bailey dibongkar terlebih dahulu,” jelas Dandung, Kamis (9/7).
Menurut Dandung, proses pembongkaran diperkirakan memakan waktu sekitar lima hari hingga satu minggu. Namun, pihaknya berupaya mempercepat pekerjaan tersebut agar akses kendaraan bisa segera dibuka kembali. Apalagi, sepekan mendatang selama pembongkaran, sekolah-sekolah sudah berjalan efektif sehingga pelajar membutuhkan akses segera.
Ia menjelaskan, proses pembongkaran tidak dilakukan secara langsung di lokasi. Jembatan Bailey akan terlebih dahulu diangkat ke atas, kemudian digeser, sebelum akhirnya dibongkar.
“Kurang lebih lima hari sampai satu minggu. Tapi kami upayakan secepat mungkin. Jadi Jembatan Baileynya nanti akan kami angkat ke atas, digeser, baru kemudian dibongkar,” sebut dia.
Setelah pekerjaan selesai, pihaknya bersama perangkat daerah terkait akan melakukan evaluasi sebelum membuka kembali akses secara terbatas. Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif selama masa penutupan berlangsung serta menyesuaikan waktu perjalanan untuk menghindari kemacetan di sekitar kawasan tersebutt.
“Nanti setelah pembongkaran selesai, akan kami skenariokan dulu pembatasan kendaraan yang boleh melintas. Bisa jadi sementara hanya sepeda motor atau mobil pribadi. Nanti kami lihat kondisi di lapangan,” jelas Dandung.
Pembongkaran jembatan bailey ini ditargetkan selesai paling lambat pada 16 Juli mendatang. Sementara pekerjaan pembangunan Jembatan Sonokembang secara keseluruhan, ditargetkan rampung pada 25 Juli nanti sesuai dengan kontrak. Sementara untuk peresmian jembatan tersebut, masih menunggu koordinasi dengan pimpinan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jembatan Sonokembang mulai dibangun kembali pada Februari lalu setelah mengalami kerusakan dan sebagian konstruksinya ambrol, Oktober 2025 tahun lalu. Oleh karenanya Pemkot Malang saat itu langsung melakukan lelang dini dan proyek pembangunan Jembatan Sonokembang dianggarkan sebesar Rp 5,2 Miliar.
Selama pembangunan jembatan, DPUPRPKP mengoperasikan jembatan bailey atau jembatan sementara. Sedangkan untuk Jembatan Sonokembang dibangun dengan konstruksi baru yang lebih kuat dengan menggunakan material beton precast.
Elevasi atau ketinggian jembatan dinaikkan satu meter sebagai antisipasi kejadian menumpuknya material sungai yang sebelumnya sampai menggerus konstruksi jembatan hingga ambrol pada Oktober lalu. Lebar jembatan juga ditambah hingga menjadi sembilan meter, lalu panjangnya juga menjadi 20 meter.
“Kanan kiri jembatan nantinya kami sediakan akses khusus untuk pejalan kaki. Jadi secara kualitas, jembatan ini nanti bisa lebih baik dibandingkan sebelumnya,” tutup Dandung. (ian/bua)

