MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Festival Mbois 11 kembali hadir sebagai panggung terbesar bagi pelaku ekonomi kreatif di Kota Malang. Tahun ini, ajang yang digagas Malang Creative Fusion (MCF) berkolaborasi dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Pemerintah Kota Malang itu akan digelar di Stadion Gajayana pada 21–23 Agustus 2026 dengan target perputaran ekonomi mencapai Rp 50 miliar.
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang dipusatkan di Malang Creative Center (MCC), Festival Mbois 11 kali ini mengusung tema “Malang Menyala” dan memilih Stadion Gajayana sebagai lokasi utama. Stadion yang telah berusia sekitar 100 tahun itu dinilai memiliki nilai historis sekaligus mampu menampung kegiatan berskala besar.
Ketua Pelaksana Festival Mbois 11, Gedeon Soerja, mengatakan hingga saat ini sudah lebih dari 500 pelaku ekonomi kreatif Kota Malang dipastikan ambil bagian. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah menjelang pelaksanaan acara.
“Setidaknya sampai saat ini sudah lebih dari 500 pelaku ekonomi kreatif Kota Malang yang akan terlibat. Itu pun masih akan berkembang terus, akan bertambah terus,” ujar Gedeon saat Taklimat Media Festival Mbois 11 di MCC, Selasa (21/7) malam.
Selama tiga hari pelaksanaan, festival akan menghadirkan beragam agenda dari 17 subsektor ekonomi kreatif. Mulai kompetisi e-sport, lomba vokal, konferensi internasional, business matching, hingga pameran produk kreatif.
Dari sisi hiburan, panggung musik akan diisi genre yang berbeda setiap harinya. Hari pertama menampilkan band-band lokal Malang, hari kedua menghadirkan Iksan Skuter, sedangkan hari ketiga dimeriahkan musisi etnik Arca Tatasawara.
Untuk meningkatkan jumlah kunjungan, panitia juga menyiapkan rangkaian kegiatan olahraga. Yakni Fun Walk bersama Dekopin dengan target 10 ribu peserta dan Fun Run bersama KONI yang juga membidik 10 ribu peserta. Selain itu, pelajar dari berbagai sekolah di Kota Malang turut akan dilibatkan melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan.
Besarnya jumlah pengunjung tersebut menjadi dasar optimisme panitia terhadap dampak ekonomi yang akan tercipta selama festival berlangsung.
“Kami memprediksi minimum perputaran uang mencapai Rp 50 miliar. Itu berasal dari penjualan tiket, transaksi produk UMKM dan ekonomi kreatif, hingga tiket konser,” jelas Gedeon.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi menegaskan pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Mbois 11.
Menurutnya, pemilihan Stadion Gajayana bukan hanya karena kapasitasnya yang memadai, tetapi juga sebagai upaya mengangkat kembali nilai sejarah stadion tertua di Indonesia yang kini memasuki usia satu abad.
“Momentum ini ingin menunjukkan nilai sejarah Stadion Gajayana sekaligus membangkitkan seluruh stakeholder di Kota Malang untuk terus membangun kreativitas yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi kreatif,” katanya.
Festival Mbois 11 juga akan melibatkan berbagai kementerian, di antaranya Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Koperasi, serta Utusan Khusus Presiden yang berkolaborasi dengan Pemkot Malang dan komunitas ekonomi kreatif.
Baihaqi optimistis Stadion Gajayana siap menjadi tuan rumah festival tersebut. Pengalaman menjadi lokasi berbagai agenda berskala nasional, termasuk peringatan Harlah NU yang dihadiri lebih dari 100 ribu orang, menjadi modal penting untuk menyukseskan Festival Mbois 11.
“Kami bersama OPD terkait siap mendukung agar Festival Mbois 11 berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi ekonomi kreatif Kota Malang,” pungkasnya. (ian/aim)

