Cetak Hattrick di Debutnya Bersama Timnas Indonesia, ini Profil Mitchell Baker Usai Naturalisasi Dua Pekan Lalu

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA – Mitchell Baker langsung mencuri perhatian bersama Timnas Indonesia. Penyerang 19 tahun itu mencetak hattrick di laga debutnya saat Garuda menaklukkan Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026.
Momen ini hadir hanya dua minggu setelah Mitchell Lee Baker resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 13 Juli 2026. Dengan tinggi 196 sentimeter, berikut profil pemain dengan posisi sebagai penyerang ini.

Dilansir dari berbagai sumber, Senin, Mitchell Baker saat ini bermain untuk klub Georgetown University pada kompetisi NCAA di Amerika Serikat.

Baker lahir pada 11 Desember 2006 di Melbourne, Australia dan kini sudah berusia 19 tahun serta masih memiliki kewarganegaraan Australia.

Ujung tombak Timnas Indonesia yang baru tersebut memiliki keturunan Indonesia dari Ibunya Maureen Lee Baker dimana kakek dan neneknya merupakan kelahiran Indonesia.

Kakeknya yang bernama Han Koen Lie lahir di Yogyakarta pada 19 Januari 1937, sedangkan neneknya lahir di Semarang pada 27 Mei 1940.

Selanjutnya Maureen menikah dengan warga negara Australia Daniel Robert Baker yang lahir di Geelong pada 9 Desember 1968.

Baker memulai kariernya bersama sepak bola usia muda di tim asal Hong Kong yaitu Hong Kong Football Club saat berusia 10 tahun dan bermain selama tiga tahun di sana, lalu pindah ke klub Australia Northcote City serta Melbourne Victory pada tahun 2020-2022.

Setelah itu, pada tahun 2022-2024 ia pindah ke klub Amerika Serikat Black Rock FC dan bergabung dengan tim junior, sedangkan pada 2024 ia berlabuh ke Georgetown University sekaligus menempuh pendidikannya di sana.

Pada Januari 2026 klub kasta tertinggi Liga Amerika Serikat (MLS) Colorado Rapids memilih Mitchell Baker melalui sistem MLS SuperDraft untuk bergabung tim mereka pada akhir tahun 2026.

Dua pekan lalu, Komisi X DPR RI menyetujui permohonan naturalisasi atlet sepak bola Mitchell Lee Baker untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) yang diajukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. (ntr/bua)

Pilihan Editor