Diskumperindag Kota Batu Genjot Transformasi Digital dan Kesehatan Koperasi

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Ke-79 Tahun 2026, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu mempertegas komitmennya dalam memperkuat peran koperasi sebagai soko guru perekonomian daerah.

Mengusung semangat Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya – MBATU SAE, Pemkot Batu merancang serangkaian program strategis guna mendorong pembenahan tata kelola, peningkatkan kapasitas SDM, serta akselerasi digitalisasi.  Plt. Kepala Diskumperindag Kota Batu Dian Fachroni, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan tahun 2026, tercatat ada 235 unit koperasi yang beroperasi di wilayah Kota Batu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 koperasi dikategorikan sehat karena konsisten menerapkan tata kelola yang baik, prinsip perkoperasian yang kuat, serta menunjukkan pertumbuhan aset yang positif.

“Koperasi dituntut tidak sekadar hadir, tetapi harus tumbuh berdaya, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan taraf hidup masyarakat. Oleh karena itu, selain membina 65 koperasi sehat, fokus pembinaan khusus kami arahkan pada 24 Koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan,” ujar Dian kepada Malang Posco Media, Rabu (29/7) kemarin. 

Dian tidak menampik adanya berbagai tantangan klasik yang masih membayangi dinamika perkoperasian di Kota Batu. Beberapa masalah utama antara lain tata kelola yang belum transparan, kapasitas SDM yang terbatas dalam memahami regulasi dan teknologi digital, hingga stagnasi usaha akibat koperasi hanya melayani kebutuhan dasar anggota tanpa memiliki daya saing eksternal.

Selain itu, adanya unit koperasi pasif/ tidak aktif turut menjadi beban administrasi yang harus segera direstrukturisasi. “Kami melakukan tindakan tegas dan terukur melalui inventarisasi serta restrukturisasi terhadap entitas koperasi tidak aktif. Pada saat yang sama, pengawasan berkala dan penilaian kesehatan tahunan terus kami perketat, terutama bagi koperasi yang disiplin menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT),” tegas Dian. 

Guna mencetak insan koperasi yang tangguh, Diskumperindag Kota Batu telah menggelar berbagai kegiatan pemberdayaan dan pengawasan sepanjang periode April hingga Juli 2026. Untuk pemberdayaan di bulan April dan Juni telah dilakukan sosialisasi peran dan kemandirian koperasi yang diikuti oleh 220 peserta teredukasi.

Kemudian untuk pengawasan dan tata kelola pada Mei dengan pelatihan penguatan tata kelola kelembagaan (fokus Koperasi Merah Putih) dengan 78 peserta terlatih. Ada juga program pelayanan dan legalitas pada Mei sebagai fasilitasi Izin Usaha Simpan Pinjam dan Bimbingan Teknis Online Data System (ODS) yang memfasilitasi 57 koperasi.

Untuk pendidikan dan SDM pada Juli dilakukan pelatihan Koperasi Berkualitas menyambut puncak Peringatan Harkopnas Ke-79. Salah satu pencapaian krusial yang disoroti adalah suksesnya pelaksanaan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang telah diikuti oleh 132 pengurus dan pengawas dari 27 Koperasi Simpan Pinjam di Kota Batu. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin profesionalisme dan transparansi pengelola dana anggota. 

Ke depan, Pemkot Batu melalui Diskumperindag bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Batu akan terus menggenjot literasi digital dan kewirausahaan. Pemanfaatan teknologi informasi dipandang sebagai kunci utama agar administrasi koperasi lebih rapi dan jangkauan pasar usaha produktif semakin luas. 

“Melalui kolaborasi erat antara Pemerintah Kota Batu, Dekopinda, dan seluruh insan perkoperasian, kita tidak hanya membina pertumbuhan usaha semata, tetapi juga menumbuhkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warga Kota Batu,” pungkasnya.(eri/lim)

Pilihan Editor