Tag: ira

  • Jalan Raya Ampeldento Kerap Dijadikan Balap Liar

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG   – Anggota Satlantas Polsek Pakis akhirnya memasang banner larangan balap liar di Jalan Raya Ampeldento, Desa Asrikaton Kecamatan Pakis. Pemasangan banner dilaksanakan sejak awal pekan lalu.

    Kanitlantas Polsek Pakis Ipda Ratno mengatakan pemasangan banner di jalan tersebut, lantaran kerap kali dijadikan balap liar oleh masyarakat.

    “Sejatinya kami juga tidak diam. Laporan atau  aduan dari masyarakat langsung kami tindak lanjuti dengan melakukan pembubaran,’’ ungkapnya.

    Balap liar dikatakan Ratno merupakan aktifitas yang merugikan. Tidak hanya dapat mencelakai diri sendiri, tapi juga orang lain. Terlebih di jalan tersebut juga rawan terjadi kecelakaan.

    “Di jalan ini ada dua banner yang kami pasang. Satu tepat di depan exit tom Pakis dan satu lagi ini,’’ ungkapnya.

    Dia berharap dengan rambu-rambu tersebut,  masyarakat semakin paham dan sadar pentingnya berkendara.(ira/jon)

  • Kemendukbangga Salurkan Bantuan di Asrikaton

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG  – Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur Shodiqin mengunjungi rumah Siti Badriyah di Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Rabu (29/7) pagi. Kedatangannya untuk menyalurkan bantuan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan  bantuan pembangunan jamban sehat bagi keluarga penerima manfaat.

    Selain itu  Shodiqin juga menyerahkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada cucu Siti Badriyah yang berusia 3 tahun.

    “Kami juga menyerahkan sembako bantuan dari Baznas dan Bulog,” kata Shodiqin.

    Diwawancara usai menyerahkan bantuan, Shodiqin mengatakan kehadirannya ini merupakan rangkaian peringatan   Puncak Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Agung.

    “Peringatan   Puncak Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026, mengusung  tema Ayah Wajib Hadir, Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Maju. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mempercepat penanganan stunting melalui kolaborasi lintas sektor,” katanya.

    Shodiqin juga menegaskan bahwa peringatan Harganas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

    “Harganas menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa. Tema Ayah Wajib Hadir mengingatkan bahwa kehadiran ayah dalam pengasuhan memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Upaya percepatan penurunan stunting juga tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, hingga para dermawan,” tambahnya.

    Sebelum menyalurkan  bantuan, Shodiqin juga mengunjungi  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Raya Asrikaton, Kecamatan Pakis. Peninjauan ini untuk melihat kesiapan pelayanan MBG.

    “Yang menyasar kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD yang menjadi prioritas dalam program percepatan penurunan stunting,” tambahnya.

    Program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang mendorong kolaborasi pemerintah, BUMN, BUMD, dunia usaha, lembaga filantropi, serta masyarakat untuk bersama-sama membantu keluarga yang berisiko mengalami stunting.

    Selain memenuhi kebutuhan gizi anak, program GENTING juga berfokus pada peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal melalui penyediaan rumah layak huni dan sanitasi sehat. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

    Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur juga meninjau kesiapan operasional SPPG yang menjadi bagian dari program pemenuhan gizi nasional. SPPG ditargetkan mampu melayani sedikitnya 300 sasaran kelompok 3B sesuai standar operasional Badan Gizi Nasional.

    Sementata itu  Siti Badriyah, mengaku sangat senang dengan bantuan yang diterima. Dia mengatakan sangat membutuhkan bantuan tersebut.

    “Saya janda, memiliki empat anak dan dua cucu. Dulu pernah dapat bantuan, tapi sejak tiga tahun lalu dihentikan. Tidak tahu alasannya. Dan baru hari ini dapat bantuan lagi. Saya berterimakasih,” katanya. (ira/jon)

  • Nongkrong Bawa Sajam Diciduk Polisi

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Apes dialami VD, 25 tahun, warga Desa Girimulyo Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Dinihari kemarin dia ditangkap gabungan Unit Reskrim Polsek Pagelaran bersama Unit Opsnal Satreskrim Polres Malang. Dia ditangkap karena kedapatan membawa pisau sepanjang 35 centimeter saat nongkrong di warung kopi di Dusun Krajan, Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran.

    Kasihumas Polres Malang AKP M. Budiono menjelaskan, penangkapan bermula ketika petugas melaksanakan patroli rutin sebagai bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Malang.

    Saat melakukan pemantauan, petugas mendapati seorang pria yang gerak-geriknya gelisah dan mencurigakan.

    “Setelah didekati dan dilakukan konfirmasi awal, ditemukan sebilah pisau sepanjang kurang lebih 35 sentimeter yang diselipkan di bagian depan celananya,” kata Budiono, Selasa (28/7) kemarin.

    Menurut Budiono, pelaku tidak dapat menunjukkan izin ataupun alasan yang sah membawa senjata tajam tersebut di tempat umum. Petugas kemudian langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti untuk menjalani proses hukum.

    “Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku membawa senjata tajam tanpa hak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Motif kepemilikan senjata tajam tersebut masih terus didalami penyidik,” ujarnya.

    Selain mengamankan satu bilah pisau lengkap dengan sarungnya, penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi serta melengkapi proses penyidikan untuk pemberkasan perkara.

    Budiono menegaskan razia rutin akan terus dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi tindak kriminal yang melibatkan senjata tajam maupun gangguan keamanan lainnya.

    “Kami mengimbau masyarakat agar tidak membawa senjata tajam tanpa alasan yang dibenarkan oleh hukum. Kepolisian akan terus melakukan patroli dan pemantauan rutin guna menjaga keamanan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya.(ira/jon)

  • Pelaku Pencurian Peralatan Pancing di Wagir Ditangkap

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG-Kasus pencurian peralatan pancing di Toko Umpan Griya Cacing Malang, Desa Parangargo, Kecamatan Wagir berhasil diungkap dengan menangkap pelakunya.  Yaitu pria berinisial DW, 23 tahun. Warga Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang ini ditangkap gabungan anggota Satreskrim Polsek Wagir dan Polres Malang, Senin (27/7) malam lalu. Dari tangannya petugas mengamankan barang bukti beragam peralatan pancing hasil curian.

    Kasihumas Polres Malang AKP M. Budiono mengatakan, kasus tersebut terungkap bermula dari laporan pemilik toko. Yang mana pemilik toko mengatakan sejumlah peralatan pancing dagangannya hilang. Seketika itu pemilik pun melakukan pemeriksaan CCTV.

    Namun demikian, sang pemilik curiga. Lantaran dari sejumlah rekaman yang ada, ada jeda rekaman.  Dia pun menduga, pelaku sengaja mematikan kamera pengawasan, untuk melakukan aksinya. Dan menghidupkan kembali setelah aksinya dilakukan.

    “Saat dilakukan pemeriksaan rekaman CCTV, ditemukan adanya jeda rekaman karena kamera pengawas sengaja dimatikan. Sementara kondisi pintu maupun etalase tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kerusakan,” kata Budiono kemarin. Dia menyebutkan, pencurian peralatan pancing itu sendiri terjadi Jumat (24/7) lalu.

    Kasihumas menjelaskan, kasus pencurian tersebut diketahui terjadi pada Jumat (24/7) siang. Dari hasil penyelidikan, petugas mengarah kepada pelaku yang diduga memanfaatkan akses di dalam toko yang sepi karena sebagian karyawan melakukan ibadah Salat Jumat.

    Polisi kemudian mengamankan pelaku di lokasi beserta barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.

    “Modus yang digunakan pelaku adalah mematikan kamera CCTV terlebih dahulu agar aksinya tidak terekam, kemudian mengambil barang-barang di dalam toko tanpa sepengetahuan pemilik. Motifnya masih terus didalami penyidik,” ujarnya.

    Dalam perkara tersebut, polisi mengamankan berbagai barang bukti berupa puluhan peralatan pancing berbagai merek, sejumlah essens pancing, serta uang tunai. Total kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp4 juta.

    Saat ini penyidik masih melengkapi pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan barang bukti. Pelaku dijerat pasa tentang tindak pidana pencurian.

    “Kasus ini masih kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami mengimbau masyarakat maupun pelaku usaha untuk memastikan sistem keamanan, termasuk CCTV, selalu berfungsi dengan baik serta segera melapor apabila menemukan adanya tindak pidana,” pungkas Budiono.(ira/jon)

  • Kemendukbangga Salurkan Bantuan Program Rumah Tidak Layak Huni di Asrikaton

    Malang Posco Media, Malang  – Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur Shodiqin mengunjungi rumah Siti Badriyah di Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis. Rabu (29/7) pagi tadi. Kedatangannya untuk menyalurkan bantuan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan  bantuan pembangunan jamban sehat bagi keluarga penerima manfaat.

    Selain itu  Shodiqin juga menyerahkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada cucu Siti Badriyah yang berusia 3 tahun.

    “Kami juga menyerahkan sembako bantuan dari Baznas dan Bulog,” kata Shodiqin.

    Diwawancara usai menyerahkan bantuan, Shodiqin mengatakan kehadirannya ini merupakan rangkaian peringatan   Puncak Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Agung.

    “Peringatan   Puncak Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026, mengusung  tema “Ayah Wajib Hadir, Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Maju”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mempercepat penanganan stunting melalui kolaborasi lintas sektor,” katanya.

    Shodiqin juga menegaskan bahwa peringatan Harganas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

    “Harganas menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa. Tema Ayah Wajib Hadir mengingatkan bahwa kehadiran ayah dalam pengasuhan memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Upaya percepatan penurunan stunting juga tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, hingga para dermawan,” tambahnya.

    Sebelum menyalurkan  bantuan, Shodiqin juga mengunjungi  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Raya Asrikaton, Kecamatan Pakis. Peninjauan ini untuk melihat kesiapan pelayanan MBG.

    “Yang menyasar kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD yang menjadi prioritas dalam program percepatan penurunan stunting,” tambahnya.

    Program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang mendorong kolaborasi pemerintah, BUMN, BUMD, dunia usaha, lembaga filantropi, serta masyarakat untuk bersama-sama membantu keluarga yang berisiko mengalami stunting.

    Selain memenuhi kebutuhan gizi anak, program GENTING juga berfokus pada peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal melalui penyediaan rumah layak huni dan sanitasi sehat. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

    Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur juga meninjau kesiapan operasional SPPG yang menjadi bagian dari program pemenuhan gizi nasional. SPPG ditargetkan mampu melayani sedikitnya 300 sasaran kelompok 3B sesuai standar operasional Badan Gizi Nasional.

    Sementata itu  Siti Badriyah, mengaku sangat senang dengan bantuan yang diterima. Dia mengatakan sangat membutuhkan bantuan tersebut.

    “Saya janda, memiliki empat anak dan dua cucu. Dulu pernah dapat bantuan, tapi sejak tiga tahun lalu dihentikan. Tidak tahu alasannya. Dan baru hari ini dapat bantuan lagi. Saya berterimakasih,” katanya. (ira/jon)

  • Madas dan Pedagang Pasar Karangploso Tuntut Pengembalian Uang

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Puluhan warga Madura  Asli (Madas) Sedarah dan pedang pasar Karangploso menggelar aksi di Kantor DPRD Kabupaten Malang Selasa (28/7) kemarin. Mereka menuntut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang  mengembalikan uang pembelian lapak di area Pasar Karangploso.  Tuntutan itu seiring belum diserahkannya lapak kepada pedagang sampai dengan saat ini. Padahal pembangunan pasar sudah selesai.

    “Tahun 2022 pedagang mulai menyetorkan uang. Nilainya Rp 70 – Rp 200 juta. Pembangunan lapak sudah selesai. Namun sampai sekarang belum diserahkan ke pedagang. Dan kedatangan kami kesini menuntut uang pedagang dikembalikan,’’ kata  Edy Prayitno  Syah Ketua DPP Madas Sedarah Bidang Pemerintahan TNI dan Polri.

    Edi menjelaskan, bahwa  tahun 2022 lalu ada rencana pembangunan lapak di area Pasar Karangploso. Tempatnya bersebelahan dengan Pasar  Sayur Karangploso yang ditawarkan kepada pedagang. “Ditawarkan, pembangunan lapak dengan anggarannya swadaya,’’ kata pria yang akrab dipanggil dengan nama Edi Macan ini.

    Ratusan pedagang pun tertarik. Terlebih saat itu, Disperindag juga memberikan SK untuk menempatan pasar.

    “Begitu uang dibayarkan, maka SK diterbitkan. Ini sebagai upaya untuk menarik pedagang untuk membeli,’’ ungkapnya.

    Namun demikian, sampai dengan empat tahun berlalu, pembangunan lapak juga sudah selesai, namun tidak segera diserahkan.  Hal ini membuat pedagang yang terlanjur membeli dengan menyetorkan sejumlah uang pun geram. Beberapa kali mereka menanyakan hal itu, kepada Disperindag, namun tidak pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan.

    “Kalau jumlah total pedagang yang membeli sekitar 150 an orang. Namun yang sudah mengadu ke kami sekitar 70-90 orang. Mereka meminta kami mendampingi sekaligus mengawal agar kasus ini selesai dan uang mereka kembali,’’ tambah Edi yang kemarin didampingi oleh Ketua DPC Madas Sedarah Kabupaten Malang Sovan.

    Edi mengatakan saat ini para pedagang sudah sangat lelah dengan janji-janji yang diberikan Disperindag Kabupaten Malang. Terlebih sebelumnya Disperindag mengatakan tidak tahu menahu akan SK tersebut.

    “Lha mereka sempat mengatakan itu, tidak tahu. Padahal SK stempelnya jelas Disperindag. Dan sekarang berdalih melakukan verifikasi. Ini yang membingungkan. Apa yang diverifikasi? Data pedagang yang menerima SK, atau data pedagang yang sudah membayar,’’ tambah Edi geram.

    Yang pasti, Edi mengatakan pihaknya akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Madas Sedarah menurut dia akan terus mendesak Pemerintah Kabupaten Malang menyelesaikan kasus ini.

    “Tuntutan kami dua, yaitu Disperindag mengembalikan uang pedagang, dan kedua Bupati Malang mencopot jabatan kepala dinas dan kepala bidang yang menangani pembangunan pasar tersebut,’’ pungkasnya.

    Terpisah Kepala Bidang Pengelolaan Pasar dan PKL  Laili Aliyah saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sudah memproses masalah tersebut. Bahkan Disperindag juga telah melakukan verifikasi dan validasi data pedagang. Data itupun sudah dilaporkan.

    “Sebenarnya Disperindag sudah berproses ya, sudah berproses yaitu memverifikasi dan memvalidasi data pedagang, seperti itu. Dan sudah ada hasil, sudah kami laporkan ke pimpinan, seperti itu,’’ kata Laili.

    Dia pun berusaha meluruskan informasi yang beredar. Bahwa lapak yang dibangun itu menggunakan anggaran swadaya. Pembangunan lapak itupun merupakan usulan dari pedagang.  Total lapak yang telah dibangun sebanyak 72 dengan luasan 3 x 2 meter dan siap ditempati.

    Laili pun mengelak jika ada jual beli lapak. Itu karena lapak yang tersedia itu dibangun menggunakan anggaran swadaya.

    Disinggung alasan belum bisa ditempati? Laili mengatakan pihaknya masih memproses. Dia menyebutkan bahwa Disperindag tidak memiliki niat untuk membuat rugi para pedagang. Sebaliknya, pihaknya ingin pedagang di Karangploso lebih sejahtera dengan adanya lapak-lapak baru itu.

    Disinggung masalah SK yang telah diterbit untuk menempati lapak? Laili pun tidak mengelak. Dia menegakan bahwa secara SOP penerbitan SK untuk penempatan lapak dikeluarkan oleh Disperindag.

    “Kalau secara SOP memang diterbitkan oleh Disperindag. Tetapi kalau yang untuk  lahan yang baru ini, kami masih belum memverifikasi ya. Apakah itu memang benar-benar diterbitkan Disperindag ataukah ada oknum, seperti itu. Kami masih belum bisa memastikan itu karena tahapan kami masih di proses verval. Dan ini nanti akan ada tahapan berikutnya, mungkin yang pertama terkait nanti dengan penataan, penempatan, seperti itu,’’ pungkasnya.(ira/jon)

  • Kendaraan Roda Empat Dilarang Melintasi Jalan Puncak Bendungan Lahor

    Malang Posco Media, Malang-Perum Jasa Tirta I (PJT I) resmi melarang kendaraan roda empat atau lebih melintasi Jalan Puncak Bendungan Lahor mulai 1 Agustus 2026 mendatang. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi dan pengamanan Bendungan Lahor yang berstatus Objek Vital Nasional (Obvitnas).

    Sekretaris Perusahaan PJT I, Erwando Rachmadi menegaskan kebijakan tersebut bukan bentuk penutupan kawasan secara keseluruhan, melainkan pengaturan akses untuk mengembalikan fungsi puncak bendungan sebagai fasilitas operasional dan inspeksi.

    “Kebijakan ini bukan karena kondisi Bendungan Lahor berbahaya. Justru karena kondisinya masih baik, kami mengambil langkah pencegahan sejak dini agar tetap aman dan andal untuk 50 hingga 100 tahun ke depan,” ujar Erwando dalam keterangan resminya.

    Kebijakan ini mengacu pada Surat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Nomor SA.0403-Da/774 tertanggal 12 September 2025 tentang Himbauan Pelarangan Jalan Umum pada Puncak Bendungan.

    Data PJT I periode Januari–Juni 2026 mencatat rata-rata 6.700 kendaraan melintas setiap hari di kawasan tersebut, di mana 2.800 di antaranya (sekitar 42 persen) merupakan kendaraan roda empat. Dengan pembatasan ini, beban lalu lintas di atas struktur bendungan yang beroperasi sejak 1977 tersebut diperkirakan berkurang drastis, sehingga memperpanjang usia pakai prasarana.

    Meskipun roda empat dilarang, akses bagi kendaraan roda dua tetap dibuka tanpa dipungut biaya. Namun, pengendara roda dua diwajibkan melakukan tap kartu untuk sistem pencatatan keamanan.

    Khusus bagi warga sekitar (radius 2 kilometer), pelajar, dan pelaku UMKM lokal, akses diperbolehkan melalui mekanisme tap kartu atau cukup menunjukkan KTP. Akses alternatif bagi kendaraan roda empat yang hendak menuju Malang atau Blitar diarahkan untuk menggunakan jalan umum utama.

    “Penggunaan tap kartu diterapkan bukan sebagai mekanisme pembayaran, melainkan bagian dari sistem pengendalian keamanan kawasan agar setiap aktivitas teridentifikasi dan tercatat dengan baik,” tambah Erwando.

    PJT I menyatakan telah melakukan sosialisasi secara bertahap kepada pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat luas agar penyesuaian dapat berjalan lancar sebelum aturan efektif berlaku.(ira/jon)

  • Sekda Minta Tingkatkan Kinerja ASN

    Malang Posco Media, Malang – Sebanyak 115 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang naik pangkat. Senin (27/7) pagi kemarin, SK kenaikan pangkat para pegawai tersebut secara simbolis diserahkan langsung  Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr Ir Budiar, saat apel pagi di halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang.

    Mewakili Bupati Malang HM Sanusi, Budiar menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan administrasi kepegawaian. Tapi sebuah bentuk penghargaan atas dedikasi dan kinerja yang telah ditunjukkan para pegawai.

    Seiring dengan itu, Budiar juga mengatakan kenaikan pangkat ini harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas, tanggung jawab, serta kemampuan dalam memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pelayanan publik.

    “Saya instruksikan agar saudara langsung membuktikan tantangan ini dengan meningkatkan kinerja. Bekerjalah lebih cepat, lebih cerdas, dan ciptakan terobosan baru di unit kerja masing-masing,” katanya dengan tegas.

    Dalam kesempatan itu, Budiar juga menyerahkan SK Pensiun kepada 60 pegawai yang memasuki masa purna tugas. Mantan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang inipun mengatakan banyak terimakasih kepada mereka yang akan pensiun.

    “Kami menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian yang telah diberikan selama puluhan tahun dalam melayani masyarakat dan membangun Kabupaten Malang,’’ ungkapnya.

    Sekda mengatakan masa pensiun bukanlah akhir dari kontribusi kepada bangsa dan daerah. Pengalaman, pengetahuan, serta kebijaksanaan yang dimiliki para purnatugas tetap menjadi modal berharga untuk terus memberikan manfaat di tengah kehidupan bermasyarakat. Tak hanya itu, ia juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara agar terus menjaga profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas.

    “Saya menegaskan bahwa apel pagi merupakan cerminan awal kedisiplinan ASN, sementara pelayanan publik yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila seluruh aparatur bekerja dengan penuh tanggung jawab, bebas dari praktik pungutan liar, serta memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan kepada masyarakat,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Sekda Kabupaten Malang ini mengajak seluruh perangkat daerah untuk memperkuat sinergi dan meninggalkan ego sektoral. Menurutnya, keberhasilan pembangunan Kabupaten Malang tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan melalui kolaborasi seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan target pembangunan yang telah ditetapkan.(ira/jon)

  • Siapkan 18 Event Ramaikan Hari Jadi ke-1.266 Kabupaten Malang

    MALANG POSCO MEDIA-Gong perayaan Hari Jadi ke 1.266 Kabupaten Malang telah ditabuh Sabtu (25/7) lalu. Ditandai dengan launching logo di Pendopo Agung Kabupaten Malang. Akan banyak event memeriahkan hari jadi  daerah tertua di Malang Raya ini.

    “Ada 18 event  untuk memeriahkan Hari  Jadi ke 1.266 Kabupaten Malang. Hari ini (Sabtu) dimulai dengan launching logo yang dirangkai dengan kegiatan Gema Panji Budaya Kabupaten Malang,’’ kata Ketua Panitia Hari  Jadi ke 1.266 Kabupaten Malang Yetty Nurhayati.

    Dia menjelaskan Gema Panji Budaya  digelar dua hari. Sabtu (25/7) dan Minggu (26/7). Yaitu kegiatan outdoor dan indoor. Kegiatan outdoor di antaranya lomba mewarna, bazar UMKM, simulasi penyelamatan korban kebakaran, live musik  dan lainnya.

    Sedangkan kegiataan indoor di antaranya lomba menyanyi, serta pertunjukan wayang topeng, dan ludruk.

    Untuk Wayang Topeng mengusung lakon  Singa Warsa Singa Warsi, dan ludruk mengusung lakon Jati Diri.

    Sementara untuk kegiatan lainnya, Yetty mengatakan akan ada Gebyar Penghargaan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang, kemudian Pagelaran Wayang Topeng, Panen Ikan dengan Sistem Bioflok, Festival Singhasari Jayanti , Kanjuruhan Adiluhung Carnival, Malang Jeep Adventure serta bakti sosial donor darah.

    “Acara puncaknya nanti akan digelar pada tanggal 28 November 2026. Yaitu upacara hari jadi, serta ziarah kubur,’’ ungkapnya.

    Yetty  juga berharap   seluruh rangkaian kegiatan  terlaksana dengan lancar dan sukses. Sekalipun saat ini mengalami efisiensi anggaran. Alasannya  seluruh rangkaian kegiatan ini pihaknya juga menggandeng kalangan usahawan.

    “Ya, untuk anggaran Insya Allah tidak ada kendala, meskipun ada efisiensi. Karena kami juga menggandengan para pelaku usaha. Seperti hari ini (Sabtu), bazar dan pameran seni ini dihandle para pelaku usaha dan seniman, juga  lainnya. Prinsipnya, bahwa seluruh kegiatan rangkaian hari jadi kami melakukan sinergi dengan berbagai pihak,’’ ungkapnya.

    Yetty mengatakan seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi ke 1.266 ini tak lain sebagai upaya  untuk memperkenalkan potensi-potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Malang.  Dia menyebutkan banyak potensi yang dimiliki Kabupaten Malang dan tidak banyak orang tahu.

    “Melalui rangkaian kegiatan ini kami mencoba untuk mengenalkan potensi-potensi itu kepada masyarakat. Termasuk juga melibatkan generasi muda di hampir setiap event, supayagenerasi muda mulai mengenal potensi-potensinya. Juga nanti  kami bisa mengenalkan potensi Kabupaten Malang ke luar wilayah Kabupaten Malang.  Dengan demikian, kami yakin Kabupaten Malang merupakan daerah yang memiliki daya saing,’’ jelasnya.

    Dengan demikian Yetty menegaskan akan banyak orang yang bisa menikmati kegiatan atau rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Malang.

    “Harapan kami rangkaian Hari Jadi Kabupaten Malang ini dapat dinikmati seluruh masyarakat. Juga dapat menunjang dan menarik wisatawan. Kami benar-benar ingin kegiatan-kegiatan hari jadi menjadi Pesta Rakyat,’’urainya. (ira/van)

  • Lanud Abdulrachman Saleh Gelar Baksos di Detasemen Rajegwesi

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Lanud Abdulrachman Saleh kembali menggelar bakti sosial. Kali ini tidak di lingkungan Lanud Abdulrachman Saleh namun di wilayah Detasemen Rajegwesi,  di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.  Kegiatan ini dilaksanakan akhir pekan lalu.

    “Bakti sosial ini digelar dalam rangka untuk memperingati Hari Bakti TNI Angkatan Udara Ke-79,’’ kata Danlanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara.

    Lebih lanjut Reza mengatakan kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AU kepada masyarakat sekaligus mempererat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

    Mengusung tema “Bakti TNI AU untuk Indonesia Maju”, Danlanud menegaskan bahwa pengabdian TNI AU tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga kedaulatan wilayah udara, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

    “Bakti sosial dan bakti kesehatan ini merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Lanud Abdulrachman Saleh kepada masyarakat sekitar Detasemen Rajegwesi, sekaligus menjadi sarana mempererat kemanunggalan TNI AU dengan rakyat,” ujar Danlanud.

    Sementara itu kegiatan bakti sosial ini diikuti oleh ratusan warga. Mereka dari Desa Sumberagung, Pesanggaran, Kalibaru Wetan, Sarongan, dan Kandangan. Masing-maring warga  memperoleh pelayanan kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan tekanan darah dan nadi, elektrokardiogram (EKG), pemeriksaan gigi, pemeriksaan mata, pengecekan gula darah, serta pemeriksaan kadar asam urat. “Selain melayani pemeriksaan kesehatan gratis, kami juga membagikan paket sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan upaya meringankan beban warga,’’ tambah Danlanud. (ira/jon)