Tag: van

  • Serap Aspirasi Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang Abu Bakar Tahun 2026, Cek Realisasi Pokir Per Kelurahan di Kecamatan Sukun

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG-Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang Abu Bakar menggelar dialog serap aspirasi dalam rangka reses di Dapilnya, Sukun Selasa (7/7) lalu. Politisi Gerindra ini jadikan forum dialog untuk cek realisasi program pokok pikiran (pokir).

    Menariknya dia cek satu per satu melalui perwakilan kelurahan yang ada di Kecamatan Sukun. Dalam dialog itu perwakilan semua kelurahan hadir, yakni sebanyak 11 perwakilan kelurahan. Abu bakar memanggil satu per satu lalu menanyakan perkembangan realisasi pokir yang sudah diperjuangkan untuk warga.

    Pokir yang diperjuangkan untuk warga beragam. Di antaranya kursi, tenda, renovasi ringan, pelatihan masak, barbershop, UMKM, gerobak UMKM dan berbagai program pemberdayaan.

    ‘’Saya ingin tahu secara langsung. Saya ingin lihat mana saja yang sudah terealisasi dan belum serta dampaknya bagi masyarakat,’’ kata Bendahara Fraksi Gerindra ini.

    KOMPAK: Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang Abu Bakar kompak bersama warga.

    ‘’Kesimpulannya Alhamdulillah pokir yang saya perjuangkan untuk warga sudah terealisasi 90 persen. Tinggal 10 persen yang akan dikejar,’’ sambung Abu Bakar.

    Kendati jadi forum cek realisasi pokir, Abu Bakar   mempersilakan menyampaikan keluhan  terkait permasalahan yang ada di warga. Tujuannya agar dicarikan solusi.

    ‘’Saya dengan warga terbiasa membangun komunikasi dua arah seperti ini. Saling berkomunikasi untuk mencari solusi bagi warga,’’ katanya.

    Itu karena kata Abu Bakar merupakan tugasnya sebagai anggota dewan. Salah satu tugas terpentingnya  memperjuangkan aspirasi warga. (van)

  • Serap Aspirasi Ketua Komisi D DPRD Kota Malang  Eko Herdiyanto, S.AP Tahun 2026, Sosialisasi Tupoksi Dewan Agar Mudahkan Warga

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG- Ketua Komisi D DPRD Kota Malang  Eko Herdiyanto, S.AP menggelar dialog serap aspirasi mengisi reses, Senin (6/7) malam di dapilnya Blimbing. Dalam dialog itu, politisi PDI Perjuangan ini menguraikan tentang tugas pokok dan fungsi (tupoksi) DPRD Kota Malang.

    Selain itu, ia menguraikan berbagai  informasi tentang program pembangunan. Terutama yang berkaitan dengan kebijakan masyarakat luas.

    Eko mengatakan sosialisasi tentang tupoksi dewan harus terus dilakukan. Ini karena berkaitan dengan pendidikan politik.

    “Warga harus tahu dan memahami tupoksi dewan. Apalagi anggota dewan itu kan wakilnya rakyat. Jadi harus disampaikan sehingga warga mengetahui apa saja tugas dewan dan apa saja yang sudah dikerjakan,’’ jelasnya.

    Sebab cara ini menurut Eko merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban sekaligus transparansi dewan.

    “Selain itu jika warga tahu tentang tupoksi dewan maka akan semakin memudahkan warga menyampaikan aspirasi,’’ jelasnya.

    Usai pemaparan, Eko mengajak warga menyampaikan aspirasi kepadanya agar diperjuangkan. Begitu diberi kesempatan, warga pun langsung menyampaikan aspirasi mereka.

    Mulai dari pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Terutama di wilayah RT yang masih minim tersentuh pembangunan.

    Pelayanan kesehatan juga menjadi sorotan warga. Mereka menyampaikan kepada Eko tentang pentingnya pengawasan layanan kesehatan yang menggunakan BPJS. Sehingga warga mendapat pelayanan terbaik.

    ‘’Untuk pelayanan kesehatan ini menjadi perhatian kami. Apalagi ini berkaitan langsung dengan tugas Komisi D. Layanan kesehatan merupakan hak dasar warga, karena itu kami akan mengawal,’’ pungkasnya. (van) 

  • Serap Aspirasi Anggota Komisi D DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika SE MM Tahun 2026, Dialog Jadi Forum Rakyat Bahas Pokir

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG- Dialog serap aspirasi mengisi reses anggota Komisi D DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika SE MM di dapilnya Lowokwaru, Senin (6/7) malam jadi forum rakyat. Dikemas sederhana tapi bermakna bagi warga.

    Dalam dialog yang berlangsung gayeng di RW 8 Kelurahan Lowokwaru itu, Made berdialog penuh keakraban dengan warga.

    Mereka lalu memetakan kembali usulan pokok pikiran (pokir) yang diusulkan melalui Made. Kemudian membahas lagi yang sudah tuntas diperjuangkan.

    Selain itu mengulas tentang kemanfaatan pokir yang sudah direalisasi. Contohnya tenda kerucut hingga kursi bagi warga. Begitu  juga sarana penunjang dan kelengkapan posyandu. Bahkan laptop yang sudah diperjuangkan untuk penunjang operasional kegiatan warga dibahas.

    Di wilayah ini banyak program Made yang telah diraskan warga. Namun demikian, ia mempersilakan warga mengusulkan program yang memang masih dibutuhkan warga.

    ‘’Silakan didata lagi dan diusulkan, kebutuhan warga apa saja yang harus saya perjuangkan untuk pokir tahun 2027. Saya komitmen memperjuangkan untuk warga,’’ kata politisi PDI Perjuangan ini.

    Warga antusias berdialog dengan warga. Apalagi sudah banyak  usulan mereka yang telah diperjuangkan Made.

    ‘’Terima kasih Pak Made, sudah banyak program yang diperjuangkan untuk warga. Semuanya bermanfaat bagi warga,’’ kata salah seorang warga.(van)

  • Serap Aspirasi Anggota Komisi A DPRD Kota Malang Anastasia Ida Soesanti Tahun 2026, Sarana Pendidikan Politik dan Berdayakan Generasi Milenial

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG– Dialog mengisi reses yang digelar anggota Komisi A DPRD Kota Malang Anastasia Ida Soesanti jadi ajang pendidikan politik dan pemberdayaan generasi milenial. Mayoritas peserta dialog bersama anggota dewan dari Dapil Lowokwaru itu merupakan generasi muda.

    Anastasia Ida Soesanti mengatakan, generasi muda terutama generasi milenial maupun Gen Z harus memahami tentang politik dan memiliki kepedulian serta kesadaran kemasyarakatan. Sebab menurut Ida, sapaan akrab Anastasia Ida Soesanti politik sejatinya jalan kebaikan untuk mengatasi persoalan publik.

    ‘’Politik yang saya maksudkan di sini politik dalam artian yang universal. Karena politik merupakan sarana untuk berbuat baik. Jadi anak-anak muda, kaum milenial dan Gen Z harus peka terhadap urusan politik,’’ jelas Ida.

    GAYENG: Dialog bersama Anggota Komisi A DPRD Kota Malang
    Anastasia Ida Soesanti berlangsung gayeng tanpa sekat formalitas.

    Karena itulah politisi PDI Perjuangan ini mengajak generasi muda aktif di berbagai kegiatan masyarakat. Seperti Karang Taruna, RT, RW hingga berbagai organisasi yang tumbuh di masyarakat.

    ‘’Sehingga begitu ada masalah di masyarakat bisa ikut membantu mencarikan solusi. Di sinilah peran penting generasi muda yang memahami tentang politik. Contohnya seperti masalah PSU di perumahan yang ditempati, bisa dibantu komunikasikan ke dewan. Secara prinsip banyak manfaat yang bisa didapat,’’ jelas Ida.

    Lebih lanjut Ida mengajak generasi muda agar selalu berkomunikasi dengan anggota dewan. Tujuannya untuk menjembatani urusan kemasyarakatan dengan anggota dewan. ‘’Karena apa pun, perlu komunikasi. Kami selalu terbuka dan siap berkomunikasi dengan masyarakat,’’ tandasnya.

    Saat berdialog, Ida mengajak generasi muda menyampaikan aspirasi, pendapat dan gagasan mereka. Sehingga bisa diperjuangkan di dewan. Jika tak bisa disampaikan secara langsung, disiapkan lembaran aspirasi untuk diisi. (van)

  • Peringati 75 Tahun Hubungan Persahabatan; Pemerintah Swiss dan SwissMEM Beri Kehormatan bagi Indonesia pada Industry Day 2026

    MALANG POSCO MEDIA, BASEL– Penyelenggaraan event internasional Industry Day 2026 di Kota Basel, Swiss, menjadi momentum penting bagi Indonesia dan Swiss memperingati 75 Tahun hubungan bilateral, sekaligus sebagai komitmen peningkatan kerja sama saling menguntungkan.

    Disaksikan oleh sekitar 2000 orang pengusaha industri mekanik, elektronika dan presisi Swiss yang hadir, acara ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) on Mineral and Metal Processing antara kedua negara yang dilakukan oleh Presiden Swiss, selaku Menteri Ekonomi, Pendidikan dan Riset, H.E. Mr. Guy Parmelin dan Menteri Investasi dan Hilirisasi secara circular, sekaligus secara simbolis di panggung acara internasional Industry Day di Basel, Swiss, Selasa, 23 Juni 2026.

    Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar RI untuk Swiss, Ngurah Swajaya, mendapat kehormatan untuk membubuhkan inisial pada dokumen MoU, bersama dengan State Secretary SECO Swiss, Duta Besar Andrea Rauber Saxer.

    Kerja sama ini merupakan tindak lanjut konkret kunjungan H.E. Mr. Guy Parmelin dan pertemuan bilateral dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani di Jakarta, Oktober 2025. Kerja sama ini pertama kalinya dilakukan oleh Swiss dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing yang saling melengkapi, khususnya terkait program hilirisasi Indonesia.

    “Dampak dinamika geopolitik  mengharuskan Swiss melakukan diversifikasi, khususnya untuk memperkuat ketahanan rantai pasok industri, dengan meningkatkan kerja sama dengan mitra-mitra non tradisional, khususnya Indonesia dalam kerangka ASEAN,” ujar Presiden Parmelin.

    Presiden SwissMEM, Martin Hirzel, selaku penyelenggaraa Industry Day, juga menegaskan bahwa kekuatan  hubungan Swiss dan Indonesia adalah karena kedua negara ini bukan saling berkompetisi, namun justru saling melengkapi (complementary).

    “Indonesia menjadi mitra potensial Swiss dalam memperkuat rantai pasok industri, sementara investasi Swiss akan dapat memperkuat ekosistem industri Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, sebagai salah satu negara industri unggul,” demikian disebutkan Duta Besar Indonesia Ngurah Swajaya.

    Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Ngurah Swajaya juga mengungkapkan bahwa penguatan hubungan Swiss – Indonesia juga memperkuat kerja sama menuju kemitraan strategis. “Indonesia dan Swiss memiliki kesamaan karakter dimana kedua negara,  sesuai prinsip politik luar negeri masing-masing adalah negara yang dapat berkomunikasi dan bekerja sama dengan semua negara, serta memegang teguh prinsip dan nilai yang sama, seperti multilateralisme dan hukum internasional. Disamping itu, kedua negara juga memiliki landasan kerja sama yang kuat, dan terus berkomitmen untuk berkontribusi bagi perdamaian dan kesejahteraan,” ungkap Ngurah Swajaya.

    Hubungan Indonesia – Swiss selama lebih dari tujuh puluh lima tahun telah diperkuat melalui berbagai perjanjian internasional, antara lain perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia – EFTA atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Bilateral Investment Treaty (BIT), Mutual Legal Assistance (MLA), dan lain-lain, termasuk kerja sama pengolahan mineral dan metal.

    Peringatan 75 Tahun RI-Swiss tahun ini mengangkat tema Trust, Innovation, Partnership yang memperkuat semangat kemitraan didasarkan kepercayaan (trust), komitmen terhadap inovasi, serta kemitraan yang setara. Nilai-nilai ini sekaligus menjadi inspirasi bagi keberlanjutan kerja sama kedua negara di masa depan.

    Kehadiran Indonesia pada Industry Day di Basel, Swiss, merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan memperingati 75 Tahun hubungan bilateral, melalui serangkaian kegiatan ekonomi, seni dan budaya serta kegiatan lainnya yang dilaksanakan oleh KBRI Bern selama tahun 2026.

    Kegiatan ini juga mengangkat tag line #RICH_75indonesiaswiss. RICH adalam akronim dari Republik Indonesia (RI) dan Swiss (CH). (opp/van)