Tag: van

  • Jelang Mubes, BMK 1957 Jawa Timur Usung Rizky  Maulana

    MALANG POSCO MEDIA, SURABAYA– Konstelasi jelang Musyawarah Besar (Mubes) Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957 yang akan digelar dalam waktu dekat makin dinamis. Konsolidasi organisasi mulai menguat di berbagai daerah. Momen ini diharapkan menjadi ruang demokratis untuk memilih kepemimpinan yang mampu membawa BMK 1957 kian solid, adaptif, dan relevan dalam menjawab tantangan generasi muda.

    Dewan Pimpinan Daerah (DPD) BMK 1957 Provinsi Jawa Timur pun menyatakan dukungan kepada Rizky Maulana sebagai calon Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) BMK 1957.

    Ketua DPD BMK 1957 Jawa Timur, Ade Mohammad Rizki menilai Rizky  Maulana merupakan figur yang memiliki rekam jejak panjang dalam organisasi kepemudaan. Menurut dia, konsistensi dalam berproses dan membangun organisasi menjadi modal penting untuk membawa BMK 1957  semakin berkembang.

    “Rizky Maulana  sosok yang low profile, tetapi konsisten. Beliau tidak banyak membangun pencitraan, namun lebih memilih menunjukkan kerja nyata dan menjaga eksistensinya dalam organisasi kepemudaan selama bertahun-tahun. Karakter seperti inilah yang dibutuhkan untuk memimpin BMK 1957 ke depan,” kata  Ade.

    Ade menambahkan, BMK 1957  membutuhkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh kader, memperkuat konsolidasi organisasi, serta membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk berkontribusi.

    Senada dengan itu, Sekretaris DPD BMK 1957 Jawa Timur, Tinik Wijayanti, menyampaikan bahwa dukungan tersebut lahir dari keyakinan terhadap kapasitas dan komitmen Rizky  Maulana dalam membangun organisasi.

    “Kami melihat beliau sebagai figur yang dekat dengan kader, memiliki pengalaman organisasi yang matang, dan mampu menjaga semangat kebersamaan. Kepemimpinan yang rendah hati namun konsisten menjadi nilai lebih yang diyakini dapat membawa BMK semakin relevan dan adaptif menghadapi tantangan zaman,” jelas Tinik.

    DPD BMK 1957 Jawa Timur berharap Mubes BMK 1957 dapat berlangsung dengan semangat persaudaraan, demokratis, dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperkuat peran BMK sebagai organisasi kepemudaan yang progresif, inklusif, dan terus melahirkan kader-kader terbaik bagi bangsa. (van)

  • Serap Aspirasi Anggota Komisi B  DPRD Kota Malang H Eddy Widjanarko S.AP Tahun 2026; Penguatan Infrastruktur, Ekonomi Kerakyatan, dan Pelayanan Publik Menuju Malang Mbois Berkelas

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG- Dialog serap aspirasi mengisi reses yang dilakukan anggota Komisi B  DPRD Kota Malang H Eddy Widjanarko S.AP selalu menarik. Politisi Partai Golkar ini pasti mengusung tema menarik.

    Itu seperti yang dilakukan saat dialog dengan warga di Dapilnya Blimbing, Selasa (7/7) malam lalu. Eddy mengusung tema, “Penguatan Infrastruktur, Ekonomi Kerakyatan, dan Pelayanan Publik Menuju Malang Mbois Berkelas”.

    Warga yang terdiri dari berbagai unsur seperti Ketua RW, Ketua RT, Ketua PKK RW dan RT, Dasa Wisma, Ketua Karang Taruna RW  di Kelurahan Polowijen pun antusias.

    Namun demikian, Eddy tetap menjaring aspirasi dari warga. Ia tak batasi, karena tugasnya sebagai anggota dewan memang untuk masyarakat luas.

    Aspirasi yang disampaikan kepada Eddy terdiri dari berbagai bidang. Di antaranya bidang Infrastruktur.

    ‘’Warga mengeluhkan masih adanya jalan lingkungan yang rusak, drainase yang kurang memadai sehingga menyebabkan genangan saat hujan, serta penerangan jalan umum (PJU) yang belum merata,’’ beber Eddy.

    Selain itu masih diperlukan peningkatan kualitas trotoar dan akses yang ramah bagi penyandang disabilitas.

    Sedangkan aspirasi yang berkaitan ekonomi, di antaranya terkait ekonomi Kerakyartan.  Pelaku UMKM membutuhkan akses permodalan, pelatihan pemasaran digital, dan pendampingan usaha agar mampu bersaing.

    Selain itu, pedagang pasar dan usaha mikro berharap adanya peningkatan fasilitas usaha dan perluasan akses pasar.

    Sementara itu, aspirasi di  Bidang Pelayanan Publik, masyarakat menginginkan pelayanan administrasi kependudukan yang lebih cepat, mudah, dan transparan.

    Selain itu perlunya peningkatan kualitas layanan kesehatan, pendidikan, serta pelayanan berbasis digital.

    ‘’Masyarakat berharap Pemkot Malang  dapat memperkuat pembangunan infrastruktur yang merata, meningkatkan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, serta menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berkualitas,’’ katanya.

    ‘’Dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, diharapkan terwujud Kota Malang yang Mbois Berkelas, maju, sejahtera, berdaya saing, dan berkelanjutan,’’ pungkasnya. (van)

  • Serap Aspirasi Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Sri Mulyana Tahun 2026; Fokus Pokir untuk Berdayakan Kaum Ibu

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG-Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Sri Mulyana mengisi reses dengan memaksimalkan dialog serap aspirasi. Itu dilakukannya hingga dua kali dialog, Senin (6/7) dan Selasa (7/7) lalu.

    Menariknya kegiatan dialog serap aspirasi itu melibatkan kaum ibu. Ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan yang dilakukan politisi Partai Golkar ini.

    ‘’Saya sengaja mengundang ibu-ibu  dengan harapan program pokok pikiran (pokir) saya usulkan untuk ibu-ibu yang mau berkarya,’’ kata wakil rakyat dari Dapil Kedungkandang ini. Para ibu yang menghadiri dialog serap aspirasi itu antusias. Mereka mengajukan berbagai usulan untuk diperjuangkan Sri Mulyana di gedung dewan.

    Ada yang usul minta pelatihan bikin kue kering, dan UMKM lainnya. Selain itu ada juga yang mengusulkan kemudahan mengurus BPJS. Selain itu muncul usulan bantuan kegiatan Agustusan hingga penanganan sampah.

    ‘’Terhadap aspirasi yang disampaikan ibu-ibu akan menjadi perhatian saya. Saya akan memperjuangkan di gedung dewan. Tentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku,’’ pungkasnya. (van)

  • Serap Aspirasi Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Dr Suyadi, S.Pd, MM Tahun 2026; Ulas Pendidikan hingga Masalah PSU

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Malang menjadi perbincangan hangat dalam  dialog serap aspirasi dalam rangka reses yang digelar Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Suyadi di Dapilnya Sukun, Selasa (7/7) lalu.

    Dalam kesempatan tersebut, keluhan terkait SPMB mendominasi masukan yang disampaikan oleh warga.

    DIALOGIS: Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Dr Suyadi, S.Pd, MM berdialog langsung dengan warga

    Suyadi mengungkapkan, pada hari pelaksanaan reses saja, pihaknya telah menerima laporan dari lebih dari puluhan orang tua yang mengeluhkan anak mereka tidak lolos dalam seleksi SPMB. Fenomena ini disinyalir terjadi karena tidak terpenuhinya sejumlah jalur seleksi formal.

    “Banyak anak yang belum dapat sekolah juga. Yang sudah melapor (dalam sehari) ke saya lebih dari 20 orang. Penyebabnya ya karena satu, domisili tidak kena (jalur zonasi), nilai tidak masuk, dan jalur afirmasi juga tidak lolos,” beber Suyadi.

    Lebih lanjut, Suyadi yang juga Ketua DPD Partai Nasdem Kota Malang tersebut menjelaskan, salah satu akar permasalahan utama dari persoalan ini adalah ketidakseimbangan antara jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) dengan daya tampung Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri yang ada di Kota Malang.

    Berdasarkan data yang didapatkannya, jumlah lulusan SD di Kota Malang saat ini mencapai hampir 14.000 siswa. Sementara itu, daya tampung total untuk jenjang SMP negeri hanya berkisar antara 8.000 hingga 9.000 kursi saja.

    “Ya jelas tidak menutup (kuotanya). Salah satu penyebabnya memang keterbatasan daya tampung sekolah itu sendiri, dan itu menjadi poin utamanya,” tegasnya.

    Selain sektor pendidikan, Suyadi juga menyoroti persoalan infrastruktur, khususnya mengenai banyaknya Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) perumahan di Kota Malang yang hingga kini belum diserahkan oleh pihak pengembang (developer) kepada Pemerintah Kota Malang.

    “Fakta itu terjadi di lapangan. Banyak perumahan yang PSU-nya belum diserahkan. Mengenai alasannya, nah itu tentu menjadi urusan internal dari pihak pengembang,” tutur Suyadi.

    Sementara terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Suyadi mengakui juga ada yang mempertanyakannya. Namun sampai saat ini belum sampai menjadi pembahasan yang krusial di tingkat bawah. Menurutnya, masyarakat saat ini lebih berfokus pada pemenuhan fasilitas dasar seperti pendidikan dan infrastruktur lingkungan.

    “Kalau MBG tidak terlalu dibahas, masyarakat menyerahkan sepenuhnya pada kebijakan penciptanya saja,” tandasnya.  (ian/van)

  • Serap Aspirasi Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Putri Aidillah Nurfitriyah Kriswanto SH Tahun 2026; Dengar Warga, Aspirasi Jadi Prioritas Pembangunan

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG-Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Putri Aidillah Nurfitriyah Kriswanto SH mengisi masa reses dengan menggelar dialog serap aspirasi di Dapilnya Lowokwaru, Selasa (7/7) malam lalu. Politisi PKB ini menghimpun berbagai usulan dan aspirasi  yang disampaikan oleh masyarakat sebagai bahan penyusunan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Tahun Anggaran mendatang.

    Kegiatan berlangsung secara dialogis, sehingga masyarakat dapat menyampaikan secara langsung kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.

    ‘’Sejak dilantik menjadi anggota dewan, komitmen saya memang untuk memperjuangkan aspirasi warga. Karena itu silakan sampaikan aspirasi kepada saya,’’ kata Putri.

    Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kota Malang ini pun langsung mendapat banyak aspirasi warga. Di antaranya usulan pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan, pembangunan saluran drainase untuk mengatasi genangan air, pemasangan dan penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU), pembangunan serta rehabilitasi gedung sekolah dan  peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu  pembangunan dan perbaikan tempat ibadah, pembangunan talud dan plengsengan, perbaikan jaringan irigasi untuk mendukung sektor pertanian, pembangunan balai RW dan fasilitas olahraga, penyediaan tempat pengelolaan sampah, serta bantuan sarana dan prasarana bagi pelaku UMKM, kelompok tani, kelompok perempuan, karang taruna, dan organisasi kemasyarakatan.

    ‘‘Selain usulan pembangunan fisik, masyarakat juga mengharapkan adanya peningkatan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, beasiswa pendidikan, bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan, serta dukungan terhadap kegiatan kepemudaan dan pemberdayaan ekonomi lokal,’’ kata Putri.

    Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Putri menyampaikan bahwa seluruh usulan akan didata, dikaji, dan diverifikasi sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah, tingkat prioritas, serta diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan dan kemampuan keuangan daerah.

    ‘’Usulan yang memenuhi persyaratan akan diperjuangkan melalui mekanisme penyusunan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD sebagai bagian dari proses perencanaan dan penganggaran Tahun Anggaran berikutnya,’’ katanya.  (van)

  • Serap Aspirasi Anggota Komisi C DPRD Kota Malang H Rendra Masdrajad Safaat Tahun 2026; Edukasi Hukum,  Wujudkan Ketahanan Keluarga Cegah LGBT

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, H Rendra Masdrajad Safaat, menggelar dialog serap aspirasi mengisi reses, Selasa (7/7) lalu. Bertempat Pasar Dinoyo Kota Malang, reses politisi PKS  ini dibagi menjadi dua sesi. Diisi dengan pembekalan materi edukasi yang krusial bagi warga.

    Pada sesi pertama, selain menampung berbagai keluhan dan masukan warga, Rendra menghadirkan dua materi utama. Yakni advokasi hukum dan optimalisasi layanan BPJS Kesehatan. Untuk materi hukum, disampaikan langsung oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PAHAM. Masyarakat diperkenalkan dengan keberadaan klinik hukum yang diinisiasi oleh Jaringan Enterpreneur Nusantara (Jiren) untuk membantu mediasi serta penanganan masalah hukum anggota.

    “Jika ada permasalahan hukum, kami di Jiren memiliki klinik hukum yang bisa membantu proses mediasi dan persoalan hukum lainnya untuk anggota. Kami juga mendorong masyarakat agar berani berbicara (speak up) atau melawan jika menghadapi ketidakadilan hukum,” terang Rendra disela kegiatan.

    Sementara materi BPJS Kesehatan, berbagai kendala yang sering dihadapi warga, dibahas secara interaktif termasuk edukasi mengenai langkah-langkah strategis agar pasien tidak mendapat penolakan dari pihak rumah sakit.

    Memasuki sesi kedua, fokus pembahasan bergeser pada tema ketahanan keluarga yang menghadirkan motivator sekaligus pakar tanggap keluarga, Arif. Materi ini sengaja diangkat sebagai fondasi untuk membangun keluarga Indonesia yang bahagia dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.

    Secara khusus, Rendra juga menyoroti pentingnya pembentengan institusi keluarga dari berbagai penyimpangan sosial, termasuk yang marak belakangan ini dan harus dilakukan pencegahan, yaitu LGBT. Ia menegaskan bahwa edukasi ini sejalan dengan program khusus untuk mengawal Peraturan Daerah (Perda) terkait pencegahan penyimpangan tersebut.

    “Edukasi ini penting agar institusi keluarga semakin kuat. Kami juga mengedukasi warga sebagai bagian dari program khusus kami dalam mengawal Perda terkait LGBT,” pungkasnya.  (ian/van)

  • Serap Aspirasi Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang Dr H Akhdiyat Syabril Ulum, S.Kom, MM Tahun 2026; Warga Bebas Curhat, Lanjut Pendidikan Politik dengan Film

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG– Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang Dr H Akhdiyat Syabril Ulum, S.Kom, MM selalu serius menggelar  dialog serap aspirasi dalam rangka reses. Itu dilakukannya saat mengadakan dua kali dialog. Yakni  Senin (6/7) dan Selasa (7/7) di dapilnya Kedungkandang.

    Saat mengadakan dialog di  GOR Bulutangkis Gg Masjid Jalan Mayjend Sungkono Buring Kedungkandang ini diikuti antusias warga. Sekitar 100 orang hadir dalam kegiatan itu.

    Warga curhat kepada Ulum, sapaan akrab politisi PKS ini. Di antaranya tentang permasalahan sampah di Kota Malang yang masih belum komprehensif solusinya.

    Masih ada budaya membuang sampah di sungai. Ini  seperti yang disampaikan oleh peserta reses yang juga sebagai warga sekitar sungai Amprong Kedungkandang

    Warga sudah diingatkan agar tidak buang sampai di sungai karena banyak dampak negatifnya

    Begitu pula aspirasi dari peserta reses yang tinggal di sekitar jembatan Muharto Kedungkandang. “Fenomena buang sampah di titik dekat jembatan masih terus terjadi sehingga menimbulkan banyak dampak seperti bau di sekitar lokasi, pengangkutan sampah di waktu jam masuk sekolah dan menimbulkan titik keramaian arus lalu lintas dan potensi merugikan banyak masyarakat,’’ beber Ulum.

    Warga kata dia,  berharap ada solusi permanen dari pemerintah kota agar budaya membuang sampah pada tempatnya bisa dilaksanakan sampai solusi tempat pembuangan yang tetap atau tidak di dekat jembatan muharto.

    Sementara itu saat dialog kedua,  Ulum membahas tema tentang Budaya. Sebab banyak pemuda saat ini yang cenderung meninggalkan budaya Indonesia khususnya di Malang seperti Seni Ludruk, Seni Tari Topeng, Seni Bantengan dan lain sebagainya

    Di sesi ini, Ulum menampilkan hasil karyanya dengan memutar Video Film Pendek dengan judul “Pak Dewan Nyamar jadi tukang sayur”.

    Respon peserta yang didominasi generasi muda berumur 18 tahun sampai  25 tahun sangat antusias. Mereka memberikan testimoni terhadap film tersebut.  

    “Dengan gambaran film tersebut, Pak Ulum dewan menjadi sosok yang merakyat, ingin turun langsung ke masyarakat tanpa sekat dalam menampung aspirasi,” kata warga.  (van)

  • Serap Aspirasi Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Muhammad Dwicky Salsabil Fauza Tahun 2026; Bahas dari SPMB hingga Transportasi Publik

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG- Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Muhammad Dwicky Salsabil Fauza menggelar dialog serap aspirasi dalam rangka reses, Senin (6/7) malam di dapilnya Blimbing.

    Saat dialog, Dwicky mengajak warga menyampaikan aspirasi. Sebab aspirasi yang disampaikan akan diperjuangkannya di gedung dewan.

    Warga pun curhat tentang  pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Warga menyampaikan masih adanya kekhawatiran terkait daya tampung sekolah negeri, khususnya di wilayah Kecamatan Blimbing. Sehingga diharapkan ke depan pemerintah dapat melakukan evaluasi dan penambahan kapasitas sekolah agar seluruh calon peserta didik memperoleh akses pendidikan yang lebih merata.
    Dwicky  mengatakan  aspirasi masyarakat itu menjadi bahan  evaluasi terkait pendidikan di Kota Malang terutama di wilayah Kecamatan Blimbing.

    ‘’Pemerintah kota harus memperjuangkan pemerataan kursi mengejar piramida daya tampung pada jenjang pendidikan SD dan SMP  dan mendorong pemerintah kota untuk berkordinasi dengan pemerintah provinsi terkait dengan Kecamatan Blimbing yang belum  memiliki SMA negeri,’’ kata politisi Nasdem ini.

    DIALOG: Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Muhammad Dwicky Salsabil Fauza berdialog langsung dengan warga.

    Karena Dwicky bagian dari Pansus Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, warga   berharap adanya pengembangan layanan feeder yang terintegrasi dengan Transjatim. Selain itu penerapan skema Buy The Service (BTS) untuk angkutan kota segera bisa dinikmati. Sehingga transportasi umum dapat dimanfaatkan secara lebih optimal, dan  khususnya bagi pelajar.

    Diharapkan ke depan tersedia layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau, bahkan gratis bagi siswa dan siswi untuk mendukung aktivitas belajar. Serta keselamatan di jalan raya baik pejalan kaki maupun kendaraan bermotor, Dwicky juga berdiskuai agar ada aturan jelas terkait dengan penggunaan portal pada jalan umum sebagai salah satu cara dalam mengurai kemacetan tanpa mengurangi aspek keamanan lingkungan.

    Pada sesi terakhir dibahas mengenai perencanaan pembangunan melalui musrenbang, Pokok Pikiran (Pokir) dan program RT Berkelas. Disampaikan agar pelaksanaan program lebih mengutamakan kebutuhan masyarakat yang benar-benar menjadi prioritas serta ada dampak langsung khususnya ekonomi yaitu pengajuan berupa pelatihan umkm dan pelatiham soft skill.

    Selain itu, Dwicky mendorong agar penyusunan Standar Satuan Harga (SSH) dapat dievaluasi sehingga nilainya tidak terlalu tinggi dan anggaran pembangunan dapat dimanfaatkan secara lebih efisien serta menjangkau lebih banyak kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. (van)

  • Serap Aspirasi Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Sony Rudiwiyanto Tahun 2026; SamSon Ajak Usulkan Pokir, Juga Gelar Dialog Edukasi Lingkungan

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG-Anggota Komisi C  DPRD Kota Malang Sony Rudiwiyanto  menggelar dialog serap aspirasi mengisi reses, Selasa (7/7) malam lalu di Dapilnya Klojen. Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa SamSon ini mengusung tema,  “Srawung Nang Taman, Jogo Malang Tetep Adem”.

    Dialog yang diikuti sekitar 200 orang ini juga jadi sarana serap aspirasi sekaligus ajak warga menyampaikan usulan untuk Program Pokok Pikiran (Pokir) Dewan.

    Menurut SamSon, reses merupakan salah satu pintu masuk ajukan pokir. Karena itulah dia mengajak warga menyampaikan usulan-usulan yang bisa diwadahi dalam pokir.

    ‘’Usulan warga untuk diwadahi dalam pokir merupakan prioritas. Saya akan perjuangkan sesuai mekanisme dan syarat yang diberlakukan sesuai ketentuan,’’ jelas SamSon.

    Usulan pokir lanjut dia, harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat luas. Bentuknya pun beragam, mulai dari yang bersifat infrastruktur hingga berbagai pelatihan.

    Saat dialog, SamSon mengajak warga  meningkatkan kepedulian lingkungan hidup. Karena itu dialog yang dilakukan bersifat edukasi lingkungan.  Itu demi menjaga kualitas lingkungan hidup dan peran serta masyarakat menjaga kelestarian lingkungan.

    Demi memberikan pemahaman masyarakat  yang lengkap, SamSon menggandeng  Plt  Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang sebagai narasumber. (van)

  • Serap Aspirasi Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Drs Agoes Marhaenta MH Tahun 2026, Peran Anggota Dewan Wujudkan RW Tanpa Urunan

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG-Dialog serap aspirasi dalam rangka reses yang digelar anggota Komisi B DPRD Kota Malang Drs Agoes Marhaenta MH selalu menarik. Itu seperti yang dilakukannya Selasa (7/7) lalu bersama warga dari Dapilnya, Kedungkandang.

    Politisi PDI Perjuangan ini mengusung tema dialog, ‘’RW yang diharapkan’’. Yakni aman, sejahtera, asri. Ini sekaligus untuk mewjudukan RW tanpa urunan.

    ‘’Aman artinya perangkat kebutuhan keamananan di RW ada, pos kamling, CCTV, ada petugasnya seperti hansip,’’ katanya.

    Sedangkan sejahtera kata Agoes, berarti  masyarkat dan wilayahnya sejahetra. Ini sudah dibuktikan dengan konsep menarik. Ia bangun komitmen dengan warga  RW 12 Kelurahan Madyopuro agar jangan sampai urunan untuk membangun infrastruktur. Salah satu contohnya pembangunan Balai RW 12, warga tak mengeluarkan biaya. Anggarannya berasal dari Pokir Drs Agoes Marhaenta MH. 

    Contoh nyata lainnya, ketika pembelian lahan untuk tanah makam warga tak mengeluarkan biaya. Artinya tak ada urunan. 

    Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Drs Agoes Marhaenta MH.

    Anggaran pembelian lahan makam berasal dari APBD tahun 2023 yang  diperjuangkan Drs Agoes Marhaenta MH sewaktu masih bertugas di Komisi C DPRD Kota Malang.

    Sementara itu, terkait Asri, Agoes mengatakan itu merupakan upaya mewujudkan lingkungan yang asri. 

    Warga harus memiliki lingkungan yang nyaman dengan tanaman pelindung. Di samping itu memiliki fasilitas lain seperi bak sampah, motor roda tiga dan  bak sampah.

    Di wilayah ini juga memiliki sejumlah fasilitas pendukung yang lengkap. Selain gedung Balai RW hingga lahan makam, juga tersedia motor roda tiga,

    mesin potong rumput, kursi, meja, gerobak sampah,  tong sampah, tenda posyandu. Selain itu posyandu memiliki perlatan pendukung  seperti  laptop  dan printer dan bahkan KCD yang  diajukan.

    Untuk menjaga kawasan, di wilayah ini juga memiliki sumur resapan dan sumur injeksi.

    Sementara itu Ketua RW 12 Kelurahan Madyopuro Agus Utomo mengatakan kolaborasi mereka dengan Drs Agoes Marhaenta MH sebagai anggota dewan memang terjalin dengan baik.

    ‘’Awalnya saya saat jadi ketua RW, Pak Agoes sudah menjadi anggota dewan. Kemudian kami konsultasi lalu studi banding ke Glintung untuk penataan lingkungan,’’ katanya.

    Akhirnya lanjut dia, direalisasikan pembangunan sumur resapan dan sumur injeksi. ‘’Kehadiran Pak  Agoes Marhaenta yang juga warga RW 12 sangat membantu,’’ pungkasnya. (van)