MALANG POSCO MEDIA, MALANG-Dialog serap aspirasi dalam rangka reses yang digelar anggota Komisi B DPRD Kota Malang Drs Agoes Marhaenta MH selalu menarik. Itu seperti yang dilakukannya Selasa (7/7) lalu bersama warga dari Dapilnya, Kedungkandang.
Politisi PDI Perjuangan ini mengusung tema dialog, ‘’RW yang diharapkan’’. Yakni aman, sejahtera, asri. Ini sekaligus untuk mewjudukan RW tanpa urunan.
‘’Aman artinya perangkat kebutuhan keamananan di RW ada, pos kamling, CCTV, ada petugasnya seperti hansip,’’ katanya.
Sedangkan sejahtera kata Agoes, berarti masyarkat dan wilayahnya sejahetra. Ini sudah dibuktikan dengan konsep menarik. Ia bangun komitmen dengan warga RW 12 Kelurahan Madyopuro agar jangan sampai urunan untuk membangun infrastruktur. Salah satu contohnya pembangunan Balai RW 12, warga tak mengeluarkan biaya. Anggarannya berasal dari Pokir Drs Agoes Marhaenta MH.
Contoh nyata lainnya, ketika pembelian lahan untuk tanah makam warga tak mengeluarkan biaya. Artinya tak ada urunan.

Anggaran pembelian lahan makam berasal dari APBD tahun 2023 yang diperjuangkan Drs Agoes Marhaenta MH sewaktu masih bertugas di Komisi C DPRD Kota Malang.
Sementara itu, terkait Asri, Agoes mengatakan itu merupakan upaya mewujudkan lingkungan yang asri.
Warga harus memiliki lingkungan yang nyaman dengan tanaman pelindung. Di samping itu memiliki fasilitas lain seperi bak sampah, motor roda tiga dan bak sampah.
Di wilayah ini juga memiliki sejumlah fasilitas pendukung yang lengkap. Selain gedung Balai RW hingga lahan makam, juga tersedia motor roda tiga,
mesin potong rumput, kursi, meja, gerobak sampah, tong sampah, tenda posyandu. Selain itu posyandu memiliki perlatan pendukung seperti laptop dan printer dan bahkan KCD yang diajukan.
Untuk menjaga kawasan, di wilayah ini juga memiliki sumur resapan dan sumur injeksi.
Sementara itu Ketua RW 12 Kelurahan Madyopuro Agus Utomo mengatakan kolaborasi mereka dengan Drs Agoes Marhaenta MH sebagai anggota dewan memang terjalin dengan baik.
‘’Awalnya saya saat jadi ketua RW, Pak Agoes sudah menjadi anggota dewan. Kemudian kami konsultasi lalu studi banding ke Glintung untuk penataan lingkungan,’’ katanya.
Akhirnya lanjut dia, direalisasikan pembangunan sumur resapan dan sumur injeksi. ‘’Kehadiran Pak Agoes Marhaenta yang juga warga RW 12 sangat membantu,’’ pungkasnya. (van)
Leave a Reply