MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Malang perlu terus ditingkatkan kualitasnya dengan evaluasi secara berkelanjutan. Sebab, anggota Komisi D DPRD Kota Malang Kartika SE, M.Pd menyebut, tiap tahunnya terbukti masih terjadi fenomena sekolah kekurangan siswa. Tidak hanya di sekolah swasta saja, namun juga terjadi di sekolah negeri.
Hal itu Kartika sampaikan usai menggelar dialog serap aspirasi dalam rangka reses bersama sejumlah guru dan tenaga kependidikan, Selasa (7/7). Ia menerima banyak masukan dan pandangan agar fenomena ini supaya segera dicarikan solusinya.
“Dinas Pendidikan harus terus melakukan evaluasi, mulai dari sistem penerimaan muridnya hingga evaluasi penyebab terjadinya sekolah yang minim siswa. Perlu ada formula baru yang tidak hanya fokus pada pemenuhan kuota, tetapi juga memikirkan pemerataan sebaran siswa agar seluruh ekosistem pendidikan, termasuk sekolah swasta, bisa tumbuh bersama,” terang wakil rakyat dari Dapil Klojen ini.

Salah satu faktor klasik yang terjadi tiap kali penerimaan siswa dengan sistem zonasi atau domisili, adalah perbedaan pagu atau daya tampung di suatu wilayah tertentu. Jumlah lulusan dibandingkan dengan daya tampung yang ada di wilayah tertentu, seringkali timpang. Sehingga terkadang di suatu wilayah ada sekolah yang sudah terlalu banyak pendaftar, namun di wilayah lain ternyata justru sepi peminat.
Persoalan ini pun tentu harus melibatkan banyak pihak supaya ditemukan jalan keluar yang terbaik. Sekolah yang terus menerus kekurangan siswa tiap tahunnya, dikhawatirkan Kartika bakal kesulitan bertahan secara finansial.
Seluruh aspirasi dan masukan dari para peserta dialog reses itu telah dirangkum dan akan diperjuangkannya dalam rapat kerja bersama dengan jajaran eksekutif.
“Kami siap mengawal masalah ini dan diharapkan nanti bisa ada jalan keluarnya. Kami berharap Kota Malang yang merupakan kota pendidikan ini tidak sampai terjadi lagi fenomena tersebut,” tandas Partai Golkar ini. (ian/van)
Leave a Reply