MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Pemerintah pusat terus bergerak cepat dalam merealisasikan program peningkatan kualitas hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo melakukan kunjungan kerja ke Kota Batu pada, Rabu (1/7) untuk meninjau langsung pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang akrab dikenal dengan program bedah rumah.
Salah satu titik kunjungan berada di RT 3 RW 9 Kelurahan Temas Kecamatan Batu. Di lokasi ini, rombongan menemui Ibu Suharningsih, salah satu warga penerima manfaat yang tinggal bersama anak dan cucunya. Wajah bahagia tak terbendung dari wajah Ibu Suharningsih. Rumah yang telah ia tempati selama 15 tahun terakhir dalam kondisi memprihatinkan kini akhirnya mendapatkan giliran untuk diperbaiki.
”Saya mau berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Presiden. Alhamdulillah, rumah saya akhirnya dibedah setelah menunggu selama 15 tahun,” ungkap Ibu Suharningsih dengan penuh rasa syukur.
Dalam keterangannya, Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa untuk wilayah Kota Batu, total kuota awal yang disediakan adalah sebanyak 200 unit yang tersebar di 3 kecamatan. Namun, setelah melalui proses seleksi ketat, baru 100 unit yang dinyatakan lolos verifikasi.
”Ada sekitar 45 unit yang belum bisa lolos verifikasi karena kendala administratif, salah satunya terkait kepemilikan sertifikat tanah yang sah. Program BSPS ini menyalurkan bantuan senilai Rp 20 juta per unit rumah dan target utamanya adalah MBR,” ujar Maruarar.
Maruarar juga memaparkan lonjakan masif pada target program bedah rumah di tingkat nasional. Jika pada tahun 2025 lalu program ini hanya menyasar 4.165 rumah, tahun ini targetnya melesat tajam hingga 33.000 rumah, atau mengalami kenaikan sebesar 692 persen.
Sementara itu, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa program bedah rumah ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto demi memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki hunian yang layak dan sehat.
Hashim menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sinergi yang terjalin antara kementerian dan pemerintah daerah (Pemda) dalam mengawal program ini. Beliau juga menegaskan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap masukan dari lapangan.
”Program ini dibuat secara terbuka. Jika nanti dalam perjalanannya ada kekurangan atau kendala, silakan disampaikan langsung kepada kami agar bisa segera dievaluasi. Kota Batu ini menjadi contoh,” kata Hashim.
Di akhir kunjungannya, Hashim menyampaikan harapannya untuk kembali datang ke Kota Batu guna melihat langsung hasil akhir dari program ini. “Saya berharap pada tanggal 10 Oktober nanti bisa kembali ke sini untuk melihat langsung bagaimana hasil akhir dari bedah rumah ini, dan memastikan masyarakat sudah menempati rumah yang benar-benar layak huni,” pungkasnya.(eri/lim)

