MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan warganya, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Langkah nyata ini diwujudkan melalui sinergi strategis dalam acara Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat yang digelar di SMP Negeri 1 Batu.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto bersama perwakilan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga menyerahkan bantuan kredit program perumahan secara simbolis kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kolaborasi antara pemerintah pusat dan pihak perbankan. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya fokus pada penyediaan papan, tetapi juga menyentuh aspek permodalan untuk mendongkrak perekonomian warga.
“Selain membantu masyarakat memiliki rumah layak huni, BRI juga menghadirkan fasilitas kredit usaha di bawah Rp 100 juta tanpa agunan. Ini menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan taraf hidup mereka,” ungkap Heli.
Heli tidak menampik bahwa penyediaan hunian bagi MBR di Kota Batu menghadapi tantangan berat, salah satunya adalah lonjakan harga tanah yang kian tinggi. Sebagai solusi jangka panjang agar masyarakat tetap bisa mengakses hunian yang terjangkau, Pemerintah Kota Batu berencana mengusulkan pemanfaatan aset tanah milik pemerintah. “Kami mengusulkan pembangunan rumah susun (rusun) di atas lahan aset pemerintah daerah,” imbuhnya.
Tentunya ini bisa terwujud dengan adanya komitmen dari sektor perbankan dipertegas oleh Direktur Bisnis Konsumer BRI Aris Hartanto, yang menyatakan bahwa BRI siap mengawal penuh program-program pemerintah di sektor perumahan
Sejalan dengan hal tersebut, Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Rini menjelaskan bahwa kolaborasi pembiayaan ini merupakan bagian dari akselerasi Program Tiga Juta Rumah.
“Melalui perluasan akses pembiayaan yang lebih inklusif, program ini diharapkan dapat menyasar masyarakat luas serta para pelaku usaha di sektor perumahan secara lebih efektif,” pungkasnya.(eri/lim)

