Kenaikan BBM Jadi Penyumbang Inflasi Selama Bulan Juni

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya non-subsidi, menjadi penyebab  utama dalam mengerek laju inflasi di Kota Malang sepanjang Juni 2026.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang menunjukkan fluktuasi harga energi ini memberikan dampak domino yang signifikan terhadap hampir seluruh kelompok pengeluaran masyarakat.

Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, dalam rilis berita resmi statistik, Rabu (1/7) lalu  memaparkan bahwa komoditas bensin konsisten menjadi penyumbang utama inflasi dalam berbagai rentang waktu.

“Secara bulanan (month-to-month), bensin mencatatkan kenaikan harga sebesar 4,09 persen dengan andil inflasi sebesar 0,22 persen. Tekanan harga ini terus berlanjut dalam catatan akumulatif tahun kalender (year-to-date), di mana bensin menyumbang andil inflasi sebesar 0,21 persen akibat lonjakan harga mencapai 3,83 persen,” jelas Umar.

Sementara itu, dalam perbandingan tahunan (year-on-year), bensin tetap menempati posisi tiga besar penyumbang inflasi dengan kenaikan harga sebesar 4,73 persen dan andil sebesar 0,26 persen. Umar menegaskan, kenaikan harga BBM ini secara langsung memicu gejolak pada kelompok transportasi yang menjadi kontributor utama inflasi bulanan.

“Kelompok transportasi menjadi penyumbang andil inflasi tertinggi secara bulanan di Kota Malang pada Juni 2026, yakni mencapai 0,31 persen dengan tingkat inflasi sebesar 2,43 persen,” sebut Umar.

Akibat pengaruh dominan dari kenaikan harga BBM dan sektor transportasi tersebut, inflasi bulanan Kota Malang secara keseluruhan tercatat sebesar 0,43 persen. Meski demikian, Umar mencatat bahwa angka inflasi Kota Malang secara tahunan (year-on-year) sebesar 3,16 persen “Ini masih tergolong lebih terkendali dibandingkan angka inflasi Jawa Timur maupun nasional,” tegas dia.

Di sisi lain, BPS juga melaporkan adanya tren positif di sektor pariwisata. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kota Malang pada Mei 2026 naik 2,79 poin menjadi 43,48 persen, yang didorong oleh banyaknya kegiatan berskala besar dan masa libur panjang. (ian/van) Foto:

Pilihan Editor