MALANG POSCO MEDIA, MALANG– Pemerintah Kabupaten Malang sukses merampungkan pembangunan dan renovasi 1.600 unit rumah untuk mengatasi masalah backlog (keterbatasan kepemilikan dan kelayakan hunian). Proyek ini merupakan bagian dari program prioritas “Tiga Juta Rumah Merah Putih” besutan Presiden RI Prabowo Subianto yang didanai melalui kolaborasi Corporate Social Responsibility (CSR).
PLT Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Rini Dyah Mawarty, menjelaskan bahwa program tersebut menyasar dua poin utama: backlog kepemilikan (keluarga yang belum punya rumah) dan backlog kualitas (rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan fisik).
“Melalui CSR, dibangunkanlah rumah supaya masyarakat mendapatkan hunian yang layak dan bisa bekerja dengan baik untuk meningkatkan taraf hidupnya,” ujar Rini saat meninjau salah satu rumah yang rampung direnovasi di Dusun Loandeng Kidul, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Bantuan tersebut ditujukan khusus bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memenuhi syarat, yaitu Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 21 tahun, belum pernah memiliki rumah pribadi dan pendapatan sesuai ketentuan subsidi 1-5 (masuk dalam desil 1 hingga desil 4 data BPS).
Salah satu penerima program ini adalah Jamiah, seorang warga setempat yang bekerja sebagai petani dan pencari rumput, sementara suami dan anaknya bekerja sebagai kuli batu. Sebelumnya, rumah Jamiah hanya beralaskan tanah dengan atap seng yang sudah tidak layak. Kini, seluruh bangunan lamanya telah dirobohkan dan dibangun ulang menjadi hunian kokoh yang berkeramik.
“Semua diperbaiki. Bangunan sebelumnya dirubuhkan semua. Awalnya rumah saya cuma difoto-foto, saya sempat takut karena yang datang banyak pakai mobil dan motor. Saya tidak menyangka kalau dapat bantuan seperti ini,” ungkap Jamiah.
Di tempat yang sama Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (PKP) dan Ciptakarya Kabupaten Malang Farid Habibah mengatakan secara keseluruhan untuk mendukung 3 juta rumah itu setidaknya dari Kabupaten Malang ini capaiannya sudah 1.600.
“Ya untuk tahun 2026 ini, capaiannya sudah 1.600 lebih. Nah, ini nanti tentunya akan tetap diupayakan karena sebenarnya kalau kami ini bisa berkesempatan bertemu dengan Bapak Menteri, sebenarnya kami ingin tambahkan untuk kemungkinan menambah di wilayah Kepanjen,’’ kata Habibah.
Dia memilih Kepanjen untuk mendapatkan program ini karena perkembangan Kepanjen yang luar biasa, dan menjadi wilayah perkotaan. (ira/udi)
Leave a Reply