MALANGPOSCOMEDIA, MALANG– Wilayah Kabupaten Malang memasuki bulan Juli ini berstatus siaga kekeringan. Meski demikian, belum ada wilayah yang mendesak membutuhkan air bersih.
Kalaksa BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, menjelaskan bahwa secara umum kondisi air bersih di wilayah Kabupaten Malang saat ini masih terkondisikan, termasuk di wilayah Malang Selatan.
“Saat ini status siaga kekeringan. Kami sudah survei di daerah Sumawe dan Donomulyo kondisi tidak kering-kering amat, masih aman. Kalau tidak ada air sama sekali, baru kami distribusikan,” jelas Purwoto, saat ditemui Kamis (2/7) lalu.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Kabupaten Malang, Zainuddin, menambahkan bahwa langkah antisipatif siaga kekeringan dilakukan seperti menyiagakan personel, armada tangki air, dan peralatan pendukung distribusi air bersih apabila sewaktu-waktu terdapat permintaan.
Dalam antisipasi kekeringan ini pula, BPBD Kabupaten Malang telah mempersiapan sekitar 30 tandon air yang sudah ready. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk melakukan penghematan penggunaan air dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau,” imbau Zainuddin, Minggu (5/7).
Kendati belum ada permintaan air bersih akibat musim kemarau, namun BPBD Kabupaten Malang menerima permintaan layanan air bersih dari UPT Puskesmas Sitiarjo Kecamatan Sumawe akibat sumur teruruk tanah. “Ada permintaan layanan air bersih dari UPT Puskesmas Sitiarjo, namun bukan karena dampak kekeringan, akan tetapi adanya sumber air atau sumur yang teruruk tanah,” kata Zainuddin menambahkan.
Untuk diketahui, transisi mulai masuk kemarau sejak sekitar Mei akhir hingga Juni. Sedangkan puncak kemarau pada Juli sampai September. Kemudian mulai berakhir atau ransisi hujan pada Oktober–November. Berdasarkan analisis data historis, kewaspadaan kekeringan utamanya pada kawasan berbatu karst wilayah Malang Selatan, karena sumber airnya sangat bergantung pada resapan hujan. (den/udi)
Leave a Reply