Mahasiswa Al Qolam Ikuti International Conference Santri Mendunia #Batch 6

Written by

in

MALANG POSCO MEDIA, MALANG– Mahasiswa Universitas Al Qolam, Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang, Muhammad Khofi akan mengikuti ajang International Conference Santri Mendunia #Batch 6 Chapter Malaysia, Singapura, dan Thailand. Dia menjadi delegasi Kabupaten Malang.

Kamis (9/7) pagi, Muhammad Khofi bertemu dengan Wakil Bupati Malang Hj Lathifah Shohib di Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang. Tidak sekadar meminta dukungan, tapi Khofi yang datang bersama Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Al Qolam, Abdul Rofiq, M.Pd.I juga membahas isu yang dibawa di ajang bergengsi itu.

Bu Nyai, panggilan akrab Lathifah Shohib menyambut gembira. Bahkan orang nomor dua di Pemerintah Kabupaten Malang ini secara khusus meminta Khofi membahas isu yang marak di Kabupaten Malang, terkait isu LGBT.

Dikatakan Lathifah, isu tersebut sudah berkembang di wilayah perkotaan, dan sudah merambah di wilayah Kabupaten Malang, sehingga menjadi keresahan berbagi pihak, baik dari kalangan tokoh agama maupun komunitas. ”Saya titipkan terkait isu LGBT ini agar dibawa ke ranah internasional. Antara Indonesia dan Malaysia hampir sama terkait pegangan agamanya dan budayanya yakni Melayu. Bagaimana pendapat dari para pemuda baik dari Indonesia, Malaysia, Thailand dan Singapura, dalam menanggapi keberadaan LGBT dengan batasan norma dan agama. Sebagai muslim jelas LGBT ini tidak sesuai dengan norma agama Islam. Bagi  masyarakat beragama manapun, sebagian besar tidak menerima terkait dengan LGBT,” akunya.

Terkait prestasi Khofi yang menjadi delegasi di International Conference Santri Mendunia #Batch 6 Chapter Malaysia, Singapura, dan Thailand, Lathifah tidak lupa mengucapkan selamat. Menurutnya, hal tersebut pencapaian luar biasa ke kancah internasional dan langkah awal menuju kesuksesan yang lebih besar serta menjadi inspirasi bagi seluruh pemuda.

”Mas Khofi ini dapat undangan untuk mengikuti kegiatan seminar di luar negeri, bersama pemuda-pemuda dari beberapa negara pada 11 Agustus mendatang. Prinsip Pemkab Malang sangat mendukung karena pemuda adalah calon pemimpin masa depan. Sehingga kita bekali, kita persiapkan, dan kita dorong beraktualisasi diri atas potensi-potensi yang dimiliki,” pungkas Bu Nyai. (ira/udi)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *