MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Kejuaraan Jatim Open 2026 Piala Gubernur Jawa Timur yang digelar di Lintasan Sepatu Roda Kanjuruhan Kabupaten Malang dibuka secara resmi, Sabtu (11/7) pagi. Ajang yang diikuti sekitar 2.400 atlet dari berbagai daerah di Indonesia itu, dinilai menjadi salah satu kompetisi sepatu roda terbesar sekaligus sarana pembinaan atlet menuju berbagai kejuaraan nasional.
Ketua Umum PB Perserosi Velix Vernando Wanggai mengatakan, Kejuaraan Jatim Open 2026 tidak hanya menjadi arena perebutan medali, tetapi juga menjadi ajang uji kemampuan atlet. Selain dari wilayah Jawa Timur, kompetisi bergengsi tersebut diikuti atlet berbagai provinsi dalam menghadapi agenda besar, seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di masing-masing daerah maupun Porprov Jawa Timur.
“Ini merupakan even terbesar yang diikuti sekitar 2.400 atlet dari seluruh Indonesia. Selain menjadi ajang pembinaan prestasi, kejuaraan ini juga menjadi uji coba bagi atlet-atlet yang akan menghadapi berbagai kompetisi nasional maupun Porprov di daerah masing-masing,” ujarnya.
Velix mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Malang dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Jatim Open 2026 ini juga menjadi bukti kesiapan Jawa Timur untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Piala Ibu Negara yang dijadwalkan berlangsung pada 2026.
Ia menilai fasilitas yang tersedia, termasuk lintasan sepatu roda di kawasan Stadion Kanjuruhan, telah memenuhi standar nasional bahkan telah menggunakan standar internasional yang berlaku.
“Lintasan yang digunakan sudah memenuhi standar nasional dan mendapat apresiasi dari para atlet nasional. Jika nanti diperlukan peningkatan sesuai standar tertentu tentu bisa dilakukan, tetapi secara umum sudah sangat layak digunakan,” jelasnya.
Selain aspek prestasi, Velix juga menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan melalui penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Menurutnya, olahraga mampu menjadi penggerak sektor sport tourism dan sport industry karena melibatkan berbagai pelaku usaha selama kompetisi berlangsung.
Ia menambahkan, cabang olahraga sepatu roda memiliki kontribusi besar dalam perolehan medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Pada PON mendatang, cabang ini akan memperebutkan sekitar 30 medali sehingga pembinaan atlet perlu terus diperkuat.
“Jawa Timur selama beberapa edisi PON selalu mampu menyumbangkan medali emas dari cabang sepatu roda. Ini menjadi potensi besar yang harus terus dikembangkan,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, pembinaan olahraga bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga menanamkan disiplin, sportivitas, serta menjauhkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.
“Olahraga mampu membangun energi positif, kedisiplinan, dan karakter generasi muda. Selama ini atlet-atlet yang mengikuti pembinaan di Jawa Timur juga menunjukkan hal yang positif, termasuk tidak adanya kasus penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemusatan latihan daerah,” ujar Khofifah.
Ia berharap berbagai kejuaraan yang digelar di Jawa Timur dapat terus melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus memperkuat posisi provinsi tersebut sebagai salah satu lumbung atlet nasional, khususnya pada cabang olahraga sepatu roda. (rex/jon)

