MFR Series #7, Ajang Desainer Ekspresikan Diri

Written by

in

,

MALANG POSCO MEDIA – Gelaran Malang Fashion Runway (MFR) Series #7 yang berlangsung di Grand Hall Malang Town Square (Matos) pada 11–12 Juli 2026 benar-benar menampilkan karya desain yang istimewa. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ajang tahunan bergengsi kali ini memberikan kebebasan penuh bagi para desainer untuk menjadi diri sendiri dan mengekspresikan karakter unik mereka ke dalam setiap karya fashion yang ditampilkan di atas runway.

Koreografer utama MFR, Agoeng Soedir Poetra, mengungkapkan kebebasan berekspresi sesuai jati diri masing-masing desainer menjadi pembeda utama dalam penyelenggaraan tahun ke-7 ini. “Saya mendorong kepada mereka untuk tetap menjadi diri sendiri dan mengekspresikan dirinya ke dalam karya yang akan ditampilkan,” tegas Agoeng.

Keunikan dan kebebasan kreativitas ini pun menuai apresiasi tinggi dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Saat menghadiri hari pertama, Sabtu (11/7), ia menegaskan ajang tahunan ini bukan sekadar panggung kreativitas bagi para desainer, melainkan momentum strategis untuk memperkuat industri kreatif dan UMKM di Kota Malang.

“Malang Fashion Runway akan menjadi ajang yang tepat untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas para pelaku di bidang fashion. Saya berharap melalui ajang ini, produk-produk lokal dapat lebih dikenal dan dihargai, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan demikian, kita dapat membantu perputaran roda ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Malang,” ujar Wahyu.

Ia menambahkan, kehadiran panggung mode seperti MFR ini memberikan multiplier effect (efek berganda) yang positif bagi para pelaku usaha lokal, khususnya sektor UMKM, agar bisa naik kelas.

Orang nomor satu di Pemkot Malang tersebut juga mengaitkan kesuksesan acara ini dengan prestasi internasional Kota Malang. Pada November 2025 lalu, Kota Malang resmi dinobatkan oleh UNESCO di Paris sebagai Kota Kreatif Dunia dalam bidang Media Arts, yang menyejajarkan Malang dengan kota global seperti Seoul dan Paris. Dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang ada, industri fashion menjadi salah satu subsektor unggulan yang menjadi kebanggaan kota.

Senada dengan hal tersebut, Regional Mall Director Lippo Malls Jawa Timur, Fifi Trijanti, menjelaskan MFR merupakan komitmen nyata Matos dalam mendukung pertumbuhan industri fashion nasional.

“Malang Fashion Runway bukan sekadar peragaan busana, tetapi merupakan wadah kolaborasi yang mempertemukan desainer, pelaku industri kreatif, brand, UMKM, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Kami ingin menghadirkan panggung yang mampu melahirkan talenta-talenta baru serta memperluas peluang kolaborasi,” kata Fifi.

Gelaran MFR Series #7 tahun ini diikuti oleh 58 desainer berbakat dari Kota Malang, berbagai daerah di Jawa Timur, hingga tingkat nasional. Tema “FANTASTISCA” yang diusung merangkum tiga filosofi utama, yaitu The Unbound Imagination (ekspresi imajinasi tanpa batas), The Refined Beauty (nilai keindahan dan kualitas artistik), serta The Sacred Seven sebagai simbol keharmonisan dan kedewasaan MFR.

Seluruh peragaan busana dikemas secara profesional di bawah arahan Agoeng Soedir Poetra, serta didukung oleh penampilan dari History Maker Dancer, Theatrical Dance by Patricia Dancer, serta sesi Fashion Kids yang dipandu oleh MC cilik. Selain itu, Viva Cosmetics Indonesia turut kembali ambil bagian sebagai Official Make-Up Partner untuk memaksimalkan penampilan para model, mendampingi Tring by Pegadaian sebagai sponsor utama.

Tak hanya peragaan busana, rangkaian acara MFR 2026 juga diramaikan dengan Bazaar Fashion yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026 di Hall Lobby Utama Matos. Bazaar ini menghadirkan beragam produk mode, kosmetik, karya desainer, hingga produk UMKM lokal sebagai ruang kolaborasi yang memperkaya pengalaman berbelanja para pengunjung. (nda/bua)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *